- Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Pemerintah Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Muhammadiyah
- Keutamaan 10 Hari Kedua Pertengahan Ramadan 1. Terdapat Peristiwa Nuzulul Qur'an 2. Amalan Kebaikan Dilipatgandakan 3. Diampuni Dosa-Dosa
Pertengahan puasa 2026 menjadi momen yang sering dicari umat Islam, karena tanggal tersebut menandai hari ke-15 Ramadan yang diyakini sebagai bagian dari fase maghfirah atau ampunan.
Dalam kalender hijriah, awal Ramadan ditetapkan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tahunnya.
Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Banyak umat Islam mulai mencari tahu kapan tepatnya pertengahan puasa Ramadan 2026. Pertanyaan ini biasanya muncul untuk mengetahui kapan memasuki 15 Ramadan, yang sering dianggap sebagai momen refleksi di tengah bulan suci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rincian perkiraan pertengahan puasa 2026 berdasarkan penetapan pemerintah dan Muhammadiyah.
Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Pemerintah
Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026, pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Jika dihitung sejak tanggal tersebut, maka 15 Ramadan 1447 H atau pertengahan puasa akan jatuh pada Kamis, 5 Maret 2026.
Perkiraan Pertengahan Puasa 2026 Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki serta acuan Kalender Hijriah Global Tunggal tanpa menunggu rukyatul hilal.
Berdasarkan penetapan tersebut, maka 15 Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah akan jatuh pada Rabu, 4 Maret 2026.
Keutamaan 10 Hari Kedua Pertengahan Ramadan
Sepuluh hari kedua Ramadan sering disebut sebagai fase pertengahan yang penuh ampunan. Pada masa inilah umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak tilawah, dan memperkuat taubat. Berikut beberapa keutamaan pertengahan Ramadan.
1. Terdapat Peristiwa Nuzulul Qur'an
Waktu pasti turunnya Al-Qur'an memang masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, dalam buku 10 Malam Pertengahan Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar dijelaskan bahwa Surah Al-Anfal ayat 41 sering dijadikan dasar bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam ke-17 Ramadan kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman:
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتْمَى وَالْمَسْكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ اِنْ كُنتُمْ أَمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعُنِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: "Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqan (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Dalam ayat tersebut terdapat istilah yaumul furqan, yang dipahami sebagai hari bertemunya dua pasukan dalam Perang Badar. Sebagian mufasir menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 17 Ramadan 2 Hijriah. Dari sinilah banyak ulama mengaitkan turunnya Al-Qur'an dengan pertengahan Ramadan.
Momentum Nuzulul Qur'an ini menjadi salah satu kemuliaan besar pada 10 hari kedua, karena di dalamnya terdapat peristiwa agung turunnya kitab suci sebagai petunjuk hidup umat manusia.
2. Amalan Kebaikan Dilipatgandakan
Sepuluh hari kedua Ramadan juga menjadi kesempatan istimewa untuk memperbanyak amal saleh. Dalam Buku Pintar Khutbah Jum'at Tematik karya Ibnu Marzuki al-Gharani dijelaskan bahwa setiap ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadan akan mendapatkan pahala berlipat ganda dibandingkan hari biasa.
Sebagaimana hadits riwayat Muslim:
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman (yang artinya) 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku'."
hadits ini menegaskan betapa istimewanya ibadah di bulan Ramadan, terutama puasa yang memiliki ganjaran langsung dari Allah SWT.
Pahala yang dilipatgandakan menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah di pertengahan Ramadan.
3. Diampuni Dosa-Dosa
Keutamaan lainnya pada 10 hari kedua Ramadan adalah terbukanya pintu ampunan bagi hamba yang istiqamah dalam menjalankan ibadah. Dalam buku Panduan Sholat Rasulullah 1 karya Imam Abu Wafa dijelaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penyucian diri dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
"Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus (kesalahan) di antara waktu-waktu tersebut apabila dijauhi dosa-dosa besar." (HR Muslim)
hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan memiliki kedudukan sebagai sarana penghapus dosa, selama seorang Muslim menjaga diri dari dosa besar dan tetap konsisten dalam ibadah.
Pertengahan Ramadan pun menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar agar meraih ampunan Allah SWT.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi