Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar kedua setelah Indonesia, Pakistan tentunya memiliki banyak tradisi menarik di bulan Ramadan. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga tata cara beribadah, semuanya memiliki akar sejarah yang panjang.
Seperti pada umumnya, mayoritas menu takjil di Pakistan didominasi oleh berbagai jenis gorengan seperti pakhora (bakwan sayur), aalu samosa (pastel isi kentang), hingga jaalebi (semacam adonan goreng yang dicelup sirup gula). Namun kali ini, kita akan membahas satu kudapan spesial yang biasanya juga hadir di momen spesial bulan Ramadan. Kudapan manis ini biasa disebut ghulaab jamun atau gulab jamun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gulab jamun sendiri tergolong kelompok Pakistani Mithai. Berasal dari kata mithaa yang berarti manis, yaitu manisan khas yang biasanya hadir dalam momen-momen spesial.
Gulab Jamun, kudapan buka puasa di Pakistan Foto: Dok Handika Ahmad Nur Prasetyo |
Makanan ini memiliki sejarah panjang hingga era kerajaan Islam Mughal di Asia Selatan. Awalnya merupakan adaptasi dari manisan Persia kuno bernama Luqmaat E Qaadi, semacam adonan bola tepung goreng yang dibalur sirup gula.
Koki istana Kaisar Shah Jahan secara tidak sengaja menciptakan varian baru dengan menggunakan khoya (padatan susu khas Asia Selatan) sebagai pengganti adonan tepung biasa. Penggunaan khoya memberikan tekstur yang jauh lebih lembut dan kaya daripada versi aslinya.
Di bulan Ramadan, kudapan ini umunya hadir pada malam ke-27, malam Nuzulul Quran. Malam yang biasanya diisi dengan kegiatan khatm e quran di tiap masjid. Yaitu semacam tasyakuran atas selesainya pembacaan Al-Qur'an 30 juz selama Tarawih di bulan Ramadan. Karena sudah menjadi tradisi di tiap masjid Pakistan, baik besar maupun kecil, untuk menyelesaikan bacaan satu juz Al-Qur'an atau lebih pada tiap Tarawih.
Pakistan sendiri sudah dikenal luas sebagai salah satu negara penghasil penghafal Al-Qur'an terbanyak di dunia. Federasi madrasah besar seperti Wifaaqul Madaaris setidaknya menghasilkan sekitar 80 ribu penghafal Al-Qur'an tiap tahunnya.
Suasana Ramadan 2026 di Islamabad Foto: Dok Handika Ahmad Nur Prasetyo |
Kegiatan malam Nuzulul Quran biasanya diisi dengan pembacaan beberapa surah terakhir Al-Qur'an dan nasihat dari para maulana (guru agama). Pada akhir kegiatan, gulab jamun hadir memberikan rasa manis yang melengkapi keistimewaan malam tersebut.
--
Handika Ahmad Nur Prasetyo
Mahasiswa International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan
Artikel ini merupakan kolaborasi detikHikmah dengan PPI Dunia. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi)



Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam