- Pengertian Sholat Witir
- Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 1. Berniat Sholat Witir 1 Rakaat 2. Berniat Sholat Witir 3 Rakaat dengan Dua Salam 3. Berniat Sholat Witir 3 Rakaat dengan Satu Salam
- Doa Setelah Selesai Sholat Witir
- Keutamaan Sholat Witir 1. Dilaksankan oleh Nabi Muhammad setiap Malam 2. Sholat yang Dicintai Allah SWT 3. Sholat yang Disaksikan Para Malaikat 4. Menjadi Penambah Pahala Sholat 5. Lebih Baik dari Sesuatu yang sangat Mahal dan Berharga
Sholat witir menjadi salah satu amalan yang dilakukan dalam rangkaian sholat tarawih pada bulan Ramadan. Sholat tarawih dapat dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, salah satunya tiga rakaat.
Lantas, bagaimana tata cara pelaksanaan sholat witir tiga rakaat? Sholat ini dapat dilakukan dengan dua kali salam dan satu kali salam dalam pelaksanaanya.
Untuk itu, berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara sholat witir tiga rakaat, lengkap dengan doa dan keutamaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Sholat Witir
Dijelaskan dalam Buku Pintar Agama Islam Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah oleh Abu Aunillah Al-Baijury, sholat witir adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan rakaat ganjil, mulai dari 1, 3, 5, 7, 9, hingga 11 rakaat, dengan syarat sah, syarat wajib, dan rukun sebagaimana sholat pada umumnya.
Waktu pelaksanaan sholat witir adalah malam hari setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Umumnya, sholat witir dilakukan dalam rangkaian sholat tarawih. Namun di luar Ramadan, umat Islam tetap dianjurkan untuk melaksanakan sholat witir.
Baca juga: Keutamaan Sholat Tarawih Malam 1-30 Ramadan |
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Pelaksanaan sholat witir tiga rakaat dapat dilakukan dengan cara dua kali salam dan satu kali salam. Dinukil dari buku sebelumnya, berikut penjelasan selengkapnya.
1. Berniat Sholat Witir 1 Rakaat
أصَلَّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatal witri rak'atan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Berniat Sholat Witir 3 Rakaat dengan Dua Salam
Bila ingin melaksanakan sholat witir tiga rakaat dengan dua kali salam, maka pertama lakukan dengan dua rakaat satu kali salam, kemudian dilanjut dengan satu rakaat satu kali salam. Maka totalnya menjadi tiga rakaat dengan dua kali salam. Berikut bacaan niat sholat witir dua rakaat:
اصَلَّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat Witir dua rakaat karena Allah Ta'ala."
3. Berniat Sholat Witir 3 Rakaat dengan Satu Salam
Bila ingin melaksanakan sholat witir tiga rakaat dengan satu kali salam, maka dilakukan tanpa adanya tasyahud awal. Begitupun seterusnya dalam jumlah yang ganjil. Berikut bacaan niat sholat witir tiga rakaat sekaligus:
أصَلَّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat Witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala."
Setelah selesai melaksanakan sholat witir, umat Islam dapat melanjutkannya dengan memperbanyak tasbih dan membaca doa.
Doa Setelah Selesai Sholat Witir
Dinukil dari buku Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya oleh R. Syamsul dan M. Nielda, setelah selesai melaksanakan sholat witir, umat Islam dianjurkan untuk berdoa dengan membaca tasbih berikut sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhaanal malikil qudduus.
Artinya: "Maha Suci Dzat Yang Maha Menguasai dan Maha Kudus."
Setelah membaca doa di atas, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allaahumma innii a'uudzu biridhaaka min sakhatika, wa bimu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa-an 'alaika, anta kamaa atsnaita 'ala nafsiik.
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan Ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan (berlindung) denga ampunan-Mu dari siksaan-Mu dan aku memohon perlindungan dari-Mu, tidaklah aku memuji kepadamu sebagaimana Engkau memuji diri Engkau sendiri."
Keutamaan Sholat Witir
Sholat witir memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah sholat yang dicintai Allah SWT. Dinukil dari buku Rahasia Jalur Langit: Jalan Cepat Menuju Sukses oleh Fitri Anggraini, berikut keutamaan sholat witir selengkapnya:
1. Dilaksankan oleh Nabi Muhammad setiap Malam
Dalam sebuah hadits dari Aisyah RA menjelaskan: "Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan sholat witir pada permulaan malam, pertengahannya dan akhirannya, dan berakhir pada waktu Subuh" (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Sholat yang Dicintai Allah SWT
Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata: "Sesungguhnya sholat witir itu bukanlah kewajiban, sebagaimana sholat fardhu yang lain. Tetapi, Rasul memang melakukan sholat witir, dan pernah bersabda, 'Wahai Ahli Qur'an, sholat witirlah, karena Allah itu witir (ganjil), menyukai sholat witir (yang dilakukan dengan jumlah ganjil)." (HR At Tirmidzi)
3. Sholat yang Disaksikan Para Malaikat
Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang merasa tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, hendaklah ia menyegerakan sholat witir pada permulaan malam, siapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, berwitirlah pada akhir malam, karena sholat pada akhir malam itu dihadiri (para malaikat), dan itulah yang paling utama." (HR Muslim)
4. Menjadi Penambah Pahala Sholat
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT. telah memberi kalian tambahan sholat, yaitu sholat witir, maka sholat witirlah kalian antara waktu sholat Isya hingga sholat Subuh." (HR Ahmad)
5. Lebih Baik dari Sesuatu yang sangat Mahal dan Berharga
Dikatakan dalam sebuah hadits: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah sholat yang dia lebih baik bagi kalian daripada unta merah yaitu sholat witir, dan telah menjadikannya berada di antara sholat Isya hingga terbit fajar." (HR Abu Daud)
Wallahu a'lam.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri |
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026