Keutamaan Sholat Tarawih Malam 1-30 Ramadan

Langkah Emas Raih Kemenangan

Keutamaan Sholat Tarawih Malam 1-30 Ramadan

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 18 Feb 2026 18:30 WIB
Umat Islam melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (11/3/2024).
Umat Islam melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (11/3/2024). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sholat Tarawih adalah sholat malam atau qiyamul lail yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadan. Amalan ini dikerjakan setelah sholat Isya dan menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan serta pahala besar bagi umat Islam yang menjalankannya.

Sholat sunnah ini bisa dikerjakan sendiri atau berjamaah di masjid. Namun, menurut para ulama, yang paling utama adalah mengerjakannya secara berjamaah. Hal ini disebutkan dalam buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalil yang menjadi dasar pelaksanaan sholat Tarawih berasal dari riwayat Aisyah RA,

"Dari 'Aisyah Ummil Mu'minin RA: Sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam hari sholat di masjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ketiga dan keempat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) ke masjid lagi. Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: 'Sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian.' Aisyah berkata, "Hal itu terjadi pada bulan Ramadan'." (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan sholat Tarawih tidak hanya berkaitan dengan pahala berlipat, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan penuh ampunan.

Lalu, apa saja keutamaan sholat Tarawih setelah sholat Isya di bulan Ramadan? Berikut penjelasannya.

Keutamaan Sholat Tarawih Setelah Sholat Isya

Merangkum buku Panen Pahala dengan Puasa karya Akhmad Iqbal, berikut deretan keutamaan sholat Tarawih:

1. Dosa-dosa Bisa Diampuni

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR al-Bukhari, Muslim)

Dalam hadits lain juga dijelaskan orang yang menunaikan sholat Tarawih di bulan Ramadan akan mendapatkan ampunan dosa.

"Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata, 'Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat Tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR Muslim)

2. Mendapat Pahala Besar

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

Artinya: "Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa'i)

3. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib

Sholat Tarawih termasuk amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib. Dalam hadits at-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika sholatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari sholat fardhunya mempunyai pahala sholat sunnah untuk melengkapi kekurangan sholat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu".

Keistimewaan Sholat Tarawih Malam Pertama hingga Malam Terakhir

Ada sebuah riwayat yang menyebutkan keutamaan sholat Tarawih setiap malamnya. Ali bin Abi Thalib RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan sholat Tarawih dari malam pertama hingga malam ketiga puluh. Kemudian beliau bersabda:

  • Malam ke-1: Seorang muslim keluar dari dosanya seperti saat dilahirkan oleh ibunya.
  • Malam ke-2: Ia diampuni, begitu pula kedua orang tuanya jika keduanya muslim.
  • Malam ke-3: Malaikat berseru di bawah 'Arsy agar ia mulai beramal karena dosanya telah diampuni.
  • Malam ke-4: Mendapat pahala seperti membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur'an.
  • Malam ke-5: Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
  • Malam ke-6: Mendapat pahala seperti tawaf di Baitul Makmur dan didoakan ampunan oleh seluruh batu.
  • Malam ke-7: Seolah meraih derajat Nabi Musa AS dan kemenangannya atas Fir'aun.
  • Malam ke-8: Allah memberi pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
  • Malam ke-9: Seolah beribadah seperti ibadah Nabi SAW.
  • Malam ke-10: Mendapat kebaikan dunia dan akhirat.
  • Malam ke-11: Keluar dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
  • Malam ke-12: Datang di hari kiamat dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama.
  • Malam ke-13: Datang di hari kiamat dalam keadaan aman.
  • Malam ke-14: Malaikat bersaksi atas amal Tarawihnya sehingga tidak dihisab.
  • Malam ke-15: Didoakan oleh malaikat dan para pemikul 'Arsy.
  • Malam ke-16: Dijamin selamat dari neraka dan masuk surga.
  • Malam ke-17: Mendapat pahala seperti para nabi.
  • Malam ke-18: Malaikat menyeru bahwa Allah ridha kepadanya dan orang tuanya.
  • Malam ke-19: Derajatnya diangkat di surga Firdaus.
  • Malam ke-20: Mendapat pahala syuhada dan orang saleh.
  • Malam ke-21: Dibangunkan istana dari cahaya di surga.
  • Malam ke-22: Datang di hari kiamat tanpa rasa sedih.
  • Malam ke-23: Dibangunkan kota di surga.
  • Malam ke-24: Mendapat 24 doa yang dikabulkan.
  • Malam ke-25: Dihapuskan azab kubur.
  • Malam ke-26: Pahalanya dilipatgandakan selama 40 tahun.
  • Malam ke-27: Melewati shirath seperti kilat.
  • Malam ke-28: Diangkat 1.000 derajat di surga.
  • Malam ke-29: Mendapat pahala 1.000 haji yang diterima.
  • Malam ke-30: Allah berfirman: "Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku." (HR Majalis)

Menurut penelusuran detikHikmah, hadits keutamaan Tarawih malam 1-30 di atas statusnya dhaif atau lemah. Sebagian ulama menyatakan maudhu (palsu).

Hukum Sholat Tarawih di Bulan Ramadan

Sholat Tarawih setelah sholat Isya di bulan Ramadan hukumnya adalah sunnah muakad. Ibadah ini telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW melalui perkataan maupun perbuatan beliau. Penjelasan ini dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani.

Waktu Sholat Tarawih

Sholat Tarawih dapat dikerjakan setelah sholat Isya dan sholat sunnah rawatibnya hingga menjelang waktu subuh. Hal ini disebutkan dalam buku sebelumnya.

Sebagian besar umat Islam biasanya menunaikannya tidak lama setelah sholat Isya. Hal ini karena banyak yang memilih mengerjakannya pada awal malam, terutama saat dilakukan berjamaah di masjid.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Menurut buku Fiqh Praktis karya Muhammad Bagir, ulama memiliki perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat sholat Tarawih.

Sebagian ulama berpendapat sholat ini berjumlah delapan rakaat yang ditambah tiga rakaat witir, sesuai kebiasaan Rasulullah SAW.

Berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Nabi SAW tidak pernah melaksanakan sholat sunnah malam lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa sholat Tarawih dianjurkan sebanyak 20 rakaat, ditambah tiga rakaat witir. Pandangan ini merujuk pada riwayat Tirmidzi yang menyatakan bahwa pada masa Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, kaum muslimin melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat.

Mayoritas ulama fikih, termasuk mazhab Hanafiyah, Hanbaliyah, dan Syafi'iyah, mengikuti pendapat tersebut.

Jumlah rakaat sholat Tarawih, baik delapan maupun 20 rakaat, sama-sama memiliki dasar yang kuat. Umat Islam dapat memilih salah satunya atau mengikuti kebiasaan yang berlaku di masjid masing-masing.

Itulah berbagai keutamaan sholat Tarawih setelah sholat Isya di bulan Ramadan, beserta penjelasan tentang hukum, waktu, dan jumlah rakaat sholat Tarawih yang perlu diketahui umat Islam. Amalan sunnah ini bisa menjadi momen untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan Ramadan.




(kri/kri)
ramadan penuh hikmah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads