Pada bulan suci Ramadan, sholat tarawih menjadi salah satu amalan yang sangat digemari dan banyak dilakukan oleh umat Islam. Setelah sholat tarawih, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih.
Terdapat bacaan "subhanal malikil quddus" yang dapat umat Islam baca setelah selesai melaksankaan sholat witir. Bacaan tersebut menjadi salah satu sunnah dari Rasulullah SAW.
Lantas, bagaimana dalil shahih yang melandasinya dan apa keutamaan dibalik kalimat tersebut? Berikut bacaan setelah sholat tarawih "subhanal malikil quddus" dan maknanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil Bacaan Setelah Sholat Tarawih
Setelah selesai melaksanakan sholat tarawih, umat Islam dapat menutup rangkaian sholat malam dengan mendirikan sholat witir. Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya oleh R. Syamsul dan M. Nielda, sholat witir adalah sholat sunnah yang berbeda dengan sholat tarawih.
Sholat tarawih hanya dilakukan pada malam bulan Ramadan saja, sedangkan sholat witir dapat dilakukan setiap malam baik di bulan Ramadan maupun bulan-bulan lainnya.
Sholat witir dilaksanakan pada waktu antara setelah Isya sampai dengan terbitnya fajar. Boleh juga dilakukan awal malam, pada waktu setelah sholat Isya atau setelah sholat ba'diyah Isya. Terkhusus pada bulan Ramadan, umat Islam disunahkan untuk melaksanakan sholat witir setelah pelaksanaan sholat tarawih.
Disunnahkan juga untuk membaca surah Al-A'la, surah Al-Kafirun, dan surah Al-Ikhlas. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abdurrahman bin Abzan, dari ayahnya, dari Rasulullah SAW:
أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٍ فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ وَرَفَعَ بِمَا صَوْتَهُ. رواه أحمد
Artinya: "Sesungguhnya Nabi dalam sholat witir membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la' (Al-A'la) dan 'Qul yaa ayyuhal kafirun' (Al-Kafirun) dan 'Qul huwallahu ahad' (Al-Ikhlas). Maka apabila salam beliau berdoa 'Subhanal malikil quddus, Subhanal malikil quddus, Subhanal malikil quddus', 'Maha suci dzat yang Maha menguasai dan Maha Kudus' sebanyak tiga kali dan mengeraskan suaranya." (HR Ahmad)
Mengenai hal tersebut, para ulama berpendapat apabila sholat witir dilaksanakan sebanyak tiga rakaat (dua kali salam), maka disunnahkan untuk membaca surah Al-A'la pada rakaat pertama dan surah Al-Kafirun pada rakaat kedua. Selanjutnya, membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat terakhir.
Pendapat lain menyebutkan, disunnahkan untuk membaca surah Al-Falaq dan surah An-Nas setelah membaca surah Al-Ikhlas pada satu rakaat terakhir sholat witir. Jika sholat witir dilaksanakan lebih dari tiga rakaat, maka disunnahkan membaca surah dengan tata cara yang sudah dijelaskan sebelumnya pada tiga rakaat terakhir sholat witir.
Setelah selesai melaksanakan sholat witir, disunnahkan untuk membaca tasbih sebanyak tiga kali dengan mengeraskan suaranya.
Bacaan Doa Setelah Sholat Witir
Masih mengutip dari sumber sebelumnya, berikut bacaan doa setelah sholat witir yang dibaca sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhaanal malikil qudduus.
Artinya: "Maha Suci Dzat Yang Maha Menguasai dan Maha Kudus."
Setelah membaca doa di atas, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allaahumma innii a'uudzu biridhaaka min sakhatika, wa bimu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa-an 'alaika, anta kamaa atsnaita 'ala nafsiik.
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan Ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan (berlindung) denga ampunan-Mu dari siksaan-Mu dan aku memohon perlindungan dari-Mu, tidaklah aku memuji kepadamu sebagaimana Engkau memuji diri Engkau sendiri."
Keutamaan Membaca Subhanal Malikil Quddus
Dalam sebuah riwayat yang dimuat dalam Sunan at-Tirmidzi Jilid 4 karya Muhammad bin Isa bin Saurah (Imam at-Tirmidzi), membaca "subhanal malikil quddus" dapat menjadi pembela dan saksi di hari kiamat.
Dari Musa bin Hizam, Adh bin Humaid dan perawi lainnya, dari Muhammad bin Bisyr, dari Hani bin Utsman, dari ibunya Humaidhah binti Yasir, dari neneknya Yusairah, ia termasuk orang-orang yang berhijrah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para perempuan,
"Hendaklah kalian membaca tasbih, tahlil dan taqdis, dan hitunglah semua itu dengan jari-jari kalian. Sebab, sesungguhnya ia akan menjadi saksi yang akan ditanya dan akan berbicara pada hari Kiamat. Janganlah kalian lalai untuk berdzikir karena jika kalian lalai darinya maka kalian melupakan rahmat Allah." (Shahih Abu Dawud, Misykaatul Mashaabiih, dan Silsilatul Ahaadiitsidh Dha'iifah)
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi