Niat Mandi Wajib Setelah Junub, Lengkap dengan Artinya

Niat Mandi Wajib Setelah Junub, Lengkap dengan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 13 Feb 2026 19:15 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi wajib (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Jakarta -

Dalam Islam, menjaga kebersihan bukan sekadar urusan estetika atau kesehatan fisik, melainkan bagian integral dari ibadah. Mandi wajib menjadi salah satu yang harus dilakukan oleh Muslim jika sedang berhadas besar.

Jika tidak, maka ia tidak dianggap suci. Ibadah sholatnya pun tidak sah jika ia kerjakan.

Apa Itu Mandi Wajib?

Menukil buku Fiqih karya Udin Wahyudin, dkk., mandi wajib atau mandi besar adalah proses mensucikan diri dengan cara mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh yang disertai dengan niat tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mandi wajib menjadi keharusan (fardhu) ketika seseorang berada dalam kondisi hadas besar agar ia kembali dalam keadaan suci.

Kewajiban Mandi Setelah Berhubungan Badan (Junub)

Penyebab utama hadas besar salah satunya adalah junub atau kondisi setelah pasangan suami istri berhubungan badan. Kewajiban ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 6:

ADVERTISEMENT

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

Arab latin: Wa in kuntum junuban faṭṭahharū

Artinya: "Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah."

Kondisi inilah yang membuat mandi tersebut sering dikenal dengan istilah mandi junub atau mandi janabah.

Niat Mandi Wajib Setelah Junub: Arab, Latin dan Terjemahannya

Niat adalah rukun terpenting dalam mandi wajib. Tanpa niat, mandi tersebut hanya dianggap sebagai mandi pembersihan diri biasa. Mengutip dari buku Panduan Salat Lengkap dan Praktis susunan Ahmad Sultoni, berikut adalah lafal niatnya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala)

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Junub yang Benar

Agar mandi junub dianggap sah secara agama, ada prosedur yang perlu diikuti. Berdasarkan buku Fiqih oleh Udin Wahyudin dkk., berikut langkah-langkahnya:

  1. Memulai dengan Niat: Mengikhlaskan tujuan dalam hati untuk mengangkat hadas besar.
  2. Membasuh Tangan: Membersihkan kedua telapak tangan sampai pergelangan.
  3. Membersihkan Area Intim: Gunakan tangan kiri untuk membersihkan kemaluan dari sisa kotoran atau najis secara cermat.
  4. Berwudhu: Melakukan gerakan wudhu secara sempurna sebagaimana akan melaksanakan sholat.
  5. Membasahi Kulit Kepala: Gunakan jari-jari tangan untuk menyela pangkal rambut sampai air menyentuh kulit kepala.
  6. Menyiram Kepala dan Seluruh Tubuh: Siram kepala sebanyak tiga kali, kemudian ratakan air ke seluruh bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki tanpa ada bagian yang terlewat.

Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah seluruh tubuh suci, umat Islam disunnahkan membaca doa penyempurna kesucian. Berikut bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

Wallahu a'lam.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads