Bacaan I'tidal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan I'tidal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 11 Feb 2026 13:15 WIB
Bacaan Itidal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi salat. Foto: Getty Images/CihatDeniz
Jakarta -

Bacaan i'tidal merupakan salah satu bacaan penting dalam salat yang dibaca ketika bangkit dari rukuk. Bacaan ini berisi pujian kepada Allah SWT serta ungkapan syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Mengetahui bacaan i'tidal dapat membantu umat Islam melafalkannya dengan benar sekaligus memahami maknanya. Pemahaman tersebut dapat meningkatkan kekhusyukan dalam setiap gerakan salat.

Bacaan I'tidal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dikutip dalam buku Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik Dilengkapi Dengan Jus Amma, Doa-doa Salat, Dan Doa Doa Harian oleh Titi Suwarni, bacaan i'tidal merupakan salah satu bacaan dalam salat yang dibaca ketika bangkit dari rukuk hingga berdiri tegak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada posisi ini, terdapat beberapa bacaan yang diajarkan dan dapat diamalkan dalam salat sehari-hari.

Bacaan I'tidal 1

Ketika bangkit dari rukuk, Rasulullah membaca:

ADVERTISEMENT

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Latin: Sami'allāhu liman ḥamidah.

Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah berdiri tegak, Rasulullah melanjutkan dengan membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Latin: Robbanaa walakal hamdu

Artinya: Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika menjadi makmum, cukup membaca yang terakhir ini tanpa mengulangi "sami'allahu liman hamidah". Sebagaimana sabda Rasulullah,

"Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti... jika imam mengucapkan sami'allaahu liman hamidah, maka ucapkanlah Robbanaa walakal hamdu..." (HR. Muslim)

Bacaan I'tidal 2

Bacaan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Robbanaa lakal hamdu mil'as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi'ta min syai'in ba'du

Artinya: Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.

Bacaan I'tidal 3

Bacaan i'tidal berikut ini memiliki lafaz yang lebih panjang dibandingkan bacaan sebelumnya dan termasuk salah satu bacaan yang dapat diamalkan saat berdiri setelah rukuk. Diriwayatkan juga oleh Imam Muslim:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثنَاءِ وَالْمَجْدِ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطَى لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدَ مِنْكَ الْجَدُّ

Latin: Allohumma robbanaa lakal hamdu mil'as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi'ta min syai'in ba'du, ahlats tsanaa'i wal majdi laa maani'a limaa a'thoita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jadd

Artinya: Wahai Allah Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau yang layak menerima sanjungan dan kemuliaan. Engkaulah yang berhak atas apa yang diucapkan oleh hambaMu. Kamis semua adalah hambaMu. Tiada yang bisa menghalangi apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Kemuliaan seseorang tidaklah menghalangi tindakanMu.

Bacaan I'tidal 4

Bacaan i'tidal ini diriwayatkan oleh An Nasa'i dan Abu Dawud. Terkadang Rasulullah membacanya dalam salat malam:

لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ

Latin: Lirobbiyal hamdu, lirobbiyal hamdu

Artinya: Segala puji hanyalah bagi Tuhanku, Segala puji hanyalah bagi Tuhanku

Bacaan I'tidal 5

Bacaan i'tidal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Latin: Robbanaa walakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih

Artinya: Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagimu, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah.

Gerakan I'tidal Menurut Pandangan Empat Mazhab

Dalam buku Sholat Empat Mazhab oleh Ahmad Shams Madyan dijelaskan bahwa setiap mazhab memiliki pandangan tersendiri mengenai gerakan i'tidal dalam salat. Berikut penjelasannya.

Mazhab Hanafi

Menurut mazhab Hanafi, gerakan i'tidal dalam salat termasuk bagian yang wajib dilakukan, yaitu kembali berdiri tegak setelah rukuk. Posisi tubuh harus kembali lurus sempurna dan disertai tuma'ninah atau berhenti sejenak sebelum melanjutkan ke gerakan sujud.

Dalam pelaksanaannya, terdapat bacaan yang dianjurkan saat i'tidal. Imam atau orang yang salat sendirian disunnahkan membaca "Sami'allāhu liman ḥamidah" ketika bangkit dari rukuk.

Sementara itu, makmum dianjurkan membaca "Rabbanaa lakal hamdu" saat telah berdiri tegak. Mazhab Hanafi tidak mewajibkan bacaan tambahan tertentu setelahnya, namun memperbolehkan menambahkan dzikir sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT.

Mazhab Maliki

Menurut mazhab Maliki, i'tidal termasuk salah satu rukun salat yang wajib dilakukan, yaitu berdiri tegak setelah rukuk sebelum melanjutkan ke gerakan berikutnya. Pada posisi ini, tuma'ninah juga menjadi kewajiban sehingga seseorang harus berhenti sejenak dalam keadaan berdiri sempurna.

Adapun bacaan saat i'tidal menurut mazhab Maliki bersifat sunnah, bukan kewajiban. Baik imam, makmum, maupun orang yang salat sendirian dianjurkan membaca dzikir berupa:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Latin: Sami'allāhu liman ḥamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya: "Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

Mazhab Syafi'i

Menurut mazhab Syafi'i, i'tidal merupakan salah satu rukun salat yang wajib dilaksanakan. Setelah rukuk, seseorang harus kembali berdiri tegak dengan posisi tubuh yang sempurna dan disertai tuma'ninah sebelum melanjutkan ke sujud.

Gerakan i'tidal dilakukan dengan tenang dan perlahan, tidak tergesa-gesa, agar kesempurnaan rukun salat tetap terjaga.

Dalam mazhab Syafi'i, bacaan saat i'tidal dianjurkan dibaca oleh imam, makmum, maupun orang yang salat sendirian. Ketika bangkit dari rukuk, dianjurkan membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Latin: Sami' Allahu liman hamidah

Artinya; Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.

Setelah berdiri tegak, lanjut membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Latin: Rabbanaa lakal hamdu

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."
atau membaca,

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Latin: Rabbanaa walakal hamdu

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

Selain itu, terdapat pula bacaan sunnah yang lebih panjang yang dapat dibaca sebagai tambahan dzikir. Bacaan sebagai berikut:

ملء السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمَابَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Mil'as samaawaati wa mil'al ardhi wa maa bainahumaa wa mil'a maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

Mazhab Hambali

Menurut mazhab Hanbali, i'tidal termasuk salah satu rukun salat yang wajib dilaksanakan. Setelah rukuk, seseorang harus kembali berdiri tegak dengan posisi tubuh lurus sebelum melanjutkan ke gerakan sujud.

Dalam pelaksanaannya, berdiri dengan sempurna dan disertai tuma'ninah juga menjadi kewajiban, sehingga gerakan i'tidal dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads