Sholat syuruq adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari hingga sebelum waktu dhuha. Ibadah ini disebutkan dalam berbagai riwayat sebagai amalan yang memiliki keutamaan, terutama bagi muslim yang mengawali hari dengan dzikir dan sholat setelah sholat Subuh.
Penjelasan mengenai waktu pelaksanaan sholat syuruq serta tata caranya penting diketahui agar ibadah dilakukan sesuai ketentuan. Dengan memahami waktu yang tepat dan langkah-langkah pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan sholat syuruq dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.
Definisi dan Waktu Pelaksanaan Sholat Syuruq
Dikutip dalam buku Sholat-sholat Tathawwu' oleh David Muhammad, Syuruq artinya terbit. Syaraqat as-Syamsu الشمسُ شرقت artinya matahari terbit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah sholat syuruq berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit. Sholat ini dilaksanakan ketika matahari sudah meninggi sekitar satu tombak dalam pandangan manusia. Hal ini penting diperhatikan karena pada saat matahari tepat berada di garis terbit, umat Islam dilarang melaksanakan sholat.
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu, ia berkata,
"Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam." (HR. Muslim)
Niat Sholat Syuruq
Berdasarkan buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, berikut merupakan bacaan niat sholat syuruq.
أُصَلَّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal isyraqi rak'ataini mustqabilal qiblati lillaahi ta'ala
Artinya: Aku niat Sholat Sunnah Isyraq dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah.
Tata Cara Sholat Syuruq
Masih merujuk pada sumber yang sama, dijelaskan bahwa pelaksanaan sholat syuruq pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya. sholat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Perbedaannya dengan sholat sunnah lain terletak pada niat serta waktu pelaksanaannya. Umat Islam dapat memulai dengan membaca niat sholat syuruq terlebih dahulu.
Berikut adalah urutan tata cara pelaksanaan sholat sunnah syuruq.
- Membaca niat sholat syuruq
- Takbiratul ihram
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Itidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
- Sujud kedua
- Bangkit dari sujud lalu berdiri untuk melakukan rakaat kedua
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Itidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Doa Setelah Sholat Syuruq
أَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَالشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا.اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّيْ شَرَّهُ. اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ اْلأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab Latin: Alhamdulillahil ladzi ja'alal yauma 'afiyataw waja-'asy syamsu min mathla'iha. Allahummar-zuqni khaira hadzal yaumi wadfa' 'annii syarrah. Allahumma nawwir qalbi binuri hidayatika kama nawwartal ardla binuri syamsika abada. Birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkan-lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.
اَللّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ.
Arab Latin: Allâhumma yâ nûrannûri bit thûr wa kitâbim masthûrin fî riqqim mansyûrin wal baitil ma'mur, as-aluka an tarzuqanî nûran astahdî bihi ilaika wa adullu bihi 'alaika wa yashhabunî fi hayâtî wa ba'dal intiqâli min dhalâmi misykâtî, wa as-aluka bissyamsi wa dhuhâha wa nafsin wa mâ sawwâha, an taj'ala syamsa ma'rifatika musyriqatam bî lâ yahjubuhâ ghaimul auhâmi walâ ya'tarîhâ kusûful qamaril wâhidiyyati 'indat tamâm, bal adim lahâl Isyraqa wad dhuhûra 'alâ mamarril ayyâmi wad duhûr. Wa shallillâhumma 'alâ Sayyidinâ Muhammadin khâtamil anbiyâ-i wal mursalîn. Wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidîna wa li-ikhwâninâ fillâhi ahyâ-an wa amwâtan ajma'în.
Artinya: "Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma'rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal."
Keutamaan Sholat Syuruq
Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M. Kamaluddin, terdapat beberapa hadis yang menjelaskan keutamaan melaksanakan sholat sunnah syuruq setelah sholat Subuh berjamaah.
Dari Abu Umamah Radhiallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang sholat subuh berjamaah lalu kemudian dia duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbitnya matahari, kemudian dia bangun mengerjakan sholat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah." (HR. Ath Thabarani).
Dari Abdullah bin Ghabir, bahwa Umamah dan 'Utaibah bin Abd Radhiallahu 'Anhuma mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang sholat subuh secara berjamaah kemudian dia berdiam (berdzikir) sampai datang waktu dhuha, maka dia akan mendapatkan ganjaran seperti haji dan umrah secara sempurna." (HR. Ath Thabarani).
Menurut penjelasan Syaikh Utsaimin dalam sumber yang sama, sholat sunnah syuruq pada dasarnya termasuk dalam sholat dhuha. Apabila dikerjakan segera setelah matahari terbit dan meninggi setinggi tombak, maka disebut sholat syuruq.
Apabila dilaksanakan pada pertengahan atau akhir waktu dhuha, maka dinamakan sholat dhuha. Meski demikian, keduanya tetap termasuk dalam rangkaian sholat dhuha. Para ulama menjelaskan bahwa waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari meninggi setinggi tombak hingga sebelum matahari tergelincir.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud