Mengapa Aisyah RA Cemburu saat Rasulullah SAW Menyebut Khadijah RA?

Mengapa Aisyah RA Cemburu saat Rasulullah SAW Menyebut Khadijah RA?

Tia Kamilla - detikHikmah
Jumat, 06 Feb 2026 05:00 WIB
Mengapa Aisyah RA Cemburu saat Rasulullah SAW Menyebut Khadijah RA?
Ilustrasi Wanita Muslim Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Kecemburuan Aisyah RA terhadap Khadijah RA sering menjadi perhatian dalam kisah rumah tangga Rasulullah SAW.

Dalam sejumlah riwayat, Aisyah RA mengaku merasa cemburu setiap kali Nabi Muhammad SAW menyebut nama Khadijah RA, meski istri pertamanya itu telah wafat jauh sebelum Aisyah RA dinikahi.

Lantas, mengapa Aisyah RA bisa merasa cemburu terhadap Khadijah RA yang bahkan tidak pernah ia temui? Simak alasannya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profil Singkat Aisyah RA

Mengutip dari buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah oleh Syaikh Muhammad Sa'id Mursi, Aisyah RA memiliki nama lengkap Aisyah binti Abi Bakar bin Utsman. Ia mendapat gelar Ash-Shiddiqah yang berarti wanita yang membenarkan kebenaran.

Aisyah RA juga masyhur dengan sebutan Ummul Mukminin serta Al-Humaira', julukan yang merujuk pada warna kulitnya yang putih. Ia lahir pada tahun ke-4 atau ke-5 setelah kenabian Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepadanya sebuah mimpi. Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Aku bermimpi melihat kamu sebanyak dua kali. Malaikat datang kepadaku dengan membawa selembar kain sutra (foto) sambil berkata, 'Inilah isterimu, maka bukalah penutup wajahnya!' Setelah kubuka, ternyata itu adalah kamu. Maka aku berkata, 'Sekiranya perkara ini datangnya dari Allah, pasti ia terlaksana.'" (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal, sekitar setahun sebelum hijrah ke Madinah. Saat itu, pernikahan masih berupa akad. Mahar yang diberikan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA sebesar 400 dirham.

Aisyah RA dikenal sebagai istri yang paling dicintai Rasulullah SAW. Ia juga tercatat sebagai salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Aisyah RA termasuk wanita muslimah yang paling faqih serta memiliki pemahaman mendalam tentang agama dan sastra.

Kecerdasan dan keluasan ilmunya membuat banyak sahabat bertanya kepadanya mengenai persoalan fiqih. Aisyah RA pun kerap memberikan jawaban dan penjelasan yang menjadi rujukan hingga kini.

Alasan Aisyah RA Cemburu saat Rasulullah SAW Menyebut Khadijah RA

Rasa cemburu Aisyah RA kepada Khadijah RA bukan tanpa alasan. Meski Khadijah RA telah wafat jauh sebelum Aisyah RA dinikahi Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW tetap menunjukkan rasa cinta dan penghormatan yang besar kepada istri pertamanya tersebut.

Mengutip dari buku Kisah dan Kemuliaan Para Wanita Ahli Surga Di Sekeliling Nabi: Teladan Terbaik Sepanjang Masa yang Menyentuh dan Menginspirasi karya Mohammad A. Suropati, disebutkan bahwa Rasulullah SAW masih sering memuji Khadijah RA sebagai bentuk kesetiaan dan kasih sayang, meskipun sang istri tercinta telah lama berpulang.

Keutamaan Khadijah RA juga ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Ali bin Abi Thalib. Rasulullah SAW bersabda, "Wanita mereka yang terbaik adalah Maryam. Dan wanitanya yang terbaik adalah Khadijah."

Dari buku Beginilah Nabi Mencintai Istri karya Isham Muhammad Asy-Syariif, Ibnu Hajar ath Thayyibiyy menjelaskan bahwa kata ganti yang pertama (mereka) dalam hadits tersebut kembali kepada umat yang di dalamnya terdapat Maryam, sedangkan kata ganti yang kedua (nya) kembali kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan sosok Khadijah RA ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh al-Bazzaar dan ath-Thabranni dari Ammar bin Yasir, "Khadijah melebihi wanita-wanita umatku sebagaimana Maryam melebihi wanita-wanita seluruh dunia."

Besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada Khadijah RA inilah yang kemudian memunculkan rasa cemburu dalam diri Aisyah RA. Imam Bukhari meriwayatkan, Aisyah RA pernah berkata,

"Bahwa Aku tidak pernah cemburu kepada satu pun istri Rasulullah SAW seperti cemburu kepada Khadijah. Dia memang telah wafat sebelum beliau menikahiku. Tetapi aku cemburu karena aku mendengar beliau menyebut-nyebutnya, dan beliau diperintahkan oleh Allah untuk memberinya kabar gembira bahwa dia mendapat sebuah istana di surga, juga kalau beliau menyembelih kambing, lalu menghadiahkan dagingnya kepada teman-teman Khadijah."

Dalam riwayat lain, Aisyah RA bahkan mengungkapkan, "Seakan tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah."

Lalu, dalam buku Kamu Perempuan yang Dirindukan Surga oleh Dani Sulistyo, dijelaskan bahwa Aisyah RA menceritakan bahwa setiap kali Rasulullah SAW mengingat Khadijah RA, beliau selalu menyebutnya dengan pujian yang baik.

Perasaan cemburu itu pun pernah membuat Aisyah menyampaikan kecemburuannya secara langsung kepada Rasulullah SAW.

Aisyah RA berkata, "Apabila Nabi SAW mengingat Khadijah, beliau selalu memujinya dengan pujian yang bagus. Pada suatu hari, saya merasa cemburu hingga berkata kepada beliau, 'Alangkah sering engkau mengingat perempuan yang ujung bibirnya telah memerah, padahal Allah telah menggantikan untuk engkau yang lebih baik darinya. Serta-merta Rasulullah bersabda, 'Allah Azza wa Jalla tidak pernah mengganti untukku yang lebih baik darinya, dia adalah perempuan yang beriman kepadaku di saat manusia kafir kepadaku, dia membenarkanku di saat manusia mendustakan diriku. dan dia juga menopangku dengan hartanya di saat manusia menutup diri mereka dariku. Allah Azza wa Jalla telah mengaruniakan anak kepadaku dengannya ketika Allah tidak mengaruniakan anak kepadaku dengan istri-istri yang lain." (H.R. Ahmad)

Cara Rasulullah SAW Menyikapi Kecemburuan Aisyah RA

Rasa cemburu adalah perasaan yang wajar dimiliki setiap orang, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Cemburu biasanya muncul ketika seseorang merasa tidak nyaman atau khawatir kehilangan. Hal ini juga bisa terjadi antara suami dan istri.

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa cemburu adalah perubahan perasaan di dalam hati yang disertai emosi, terutama karena adanya rasa memiliki. Ia mengatakan,

"Al Ghairah (cemburu) adalah perubahan hati dan berkobarnya amarah akibat adanya ikatan dalam sesuatu yang seharusnya dimiliki secara pribadi. Dan ghairah (kecemburuan) yang paling besar adalah yang terjadi antara pasangan suami istri."

Pada dasarnya, cemburu tidak selalu buruk. Namun, jika berlebihan, sikap ini bisa menjadi tidak baik. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada cemburu yang dibenarkan dan ada pula yang tidak dibenarkan.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Atiik al-Anshaari, Rasulullah SAW bersabda,

"Ada kecemburuan yang disukai oleh Allah, dan ada pula yang dibenci-Nya. Cemburu yang disukai Allah SWT adalah cemburu karena sesuatu yang haram, sedangkan cemburu yang dibenci oleh Allah adalah cemburu yang tidak beralasan."

Saat Aisyah RA merasa cemburu, Rasulullah SAW tidak marah atau menyalahkannya. Beliau justru menjelaskan dengan tenang alasan kecintaannya kepada Khadijah RA. Rasulullah SAW bersabda,

"Khadijah memiliki banyak keutamaan, dan dari dialah aku mendapatkan keturunan." (HR Bukhari)

Itulah dia penjelasan tentang mengapa Aisyah RA cemburu saat Rasulullah SAW menyebut Khadijah RA. Peristiwa ini menunjukkan sisi manusiawi keluarga Nabi serta besarnya cinta dan penghormatan Rasulullah SAW kepada Khadijah RA.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads