Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan Hijriah, tepatnya tanggal 13, 14 dan 15. Banyak keutamaan yang bisa diraih muslim dari mengerjakan puasa Ayyamul Bidh.
Dalil terkait puasa Ayyamul Bidh tertuang dalam sejumlah hadits, salah satunya dari Qatadah bin Milhan RA. Dia berkata,
"Rasulullah SAW menyuruh kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15." (HR Abu Dawud)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut buku Panduan Praktis Ibadah Puasa yang disusun Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Ali, penamaan Ayyamul Bidh karena bertepatan dengan bulan purnama. Ayyamul Bidh juga sering disebut puasa hari-hari putih karena bersamaan dengan terangnya bulan saat memancarkan cahaya putih.
Penanggalan puasa Ayyamul Bidh jika dikonversi ke kalender Masehi akan berbeda setiap bulannya. Puasa Ayyamul Bidh September 2026 bertepatan dengan Rabiul Akhir 1448 H.
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, 1 Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada Minggu, 13 September 2026.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Masih dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh September 2026.
Jumat, 25 September 2026 = 13 Rabiul Akhir 1448 H
Sabtu, 26 September 2026 = 14 Rabiul Akhir 1448 H
Minggu, 27 September 2026 = 15 Rabiul Akhir 1448 H
Niat Puasa Ayyamul Bidh: Arab, Latin dan Arti
Berikut niat puasa Ayyamul Bidh yang dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin Al Qurawy,
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ."
Bolehkah Hanya Puasa Ayyamul Bidh Sehari?
Puasa Ayyamul Bidh boleh dikerjakan hanya satu hari. Meski begitu, lebih diutamakan bagi muslim melaksanakannya tiga hari berturut-turut.
Diterangkan dalam buku Supaya Ramadhan Sempurna oleh Muhammad Soleh al-Munajjid, Syaikh Ibn Baz berpandangan muslim boleh puasa Ayyamul Bidh satu atau dua hari. Namun, puasa tersebut lebih afdhal tiga hari berturut-turut sesuai anjuran Rasulullah SAW.
Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
Ada keutamaan tersendiri dalam puasa Ayyamul Bidh. Dinukil dari buku Minhajul Muslim tulisan Syaikh Abu Bakar Jabar Al Jazairi terjemahan Fedrian Hasmand dan buku Kitab Fikih Sehari-hari karya A R Shohibul Ulum, berikut di antaranya:
- Seperti puasa setahun penuh
- Jadi wasiat dari Rasulullah SAW
- Kebiasaan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya
- Mengistirahatkan organ tubuh agar tidak cepat rusak
