Bagaimana Niat Sholat Nisfu Syaban? Ini Tata Cara, Doa, dan Waktunya

Bagaimana Niat Sholat Nisfu Syaban? Ini Tata Cara, Doa, dan Waktunya

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 29 Jan 2026 16:15 WIB
Bagaimana Niat Sholat Nisfu Syaban? Ini Tata Cara, Doa, dan Waktunya
Foto: Gemini AI
Jakarta -

Malam Nisfu Syaban merupakan momen istimewa penuh berkah dalam Islam. Salah satu cara menghidupkan malam ini adalah dengan menjalankan sholat sunah Nisfu Syaban, yang dianjurkan Rasulullah SAW karena memiliki banyak keistimewaan.

Dikutip dari Buletin Risalah Al-Bahjah dengan tulisan berjudul Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Syaban oleh Buya Yahya, sholat sunah Nisfu Syaban dapat membuka pintu ampunan, pintu rezeki, dan mengabulkan doa-doa oleh Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila tiba malam Nisfu Syaban, sholatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: "Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian... sampai terbit fajar."' " (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

Berikut ini adalah niat sholat Nisfu Syaban lengkap beserta tata cara, doa, dan waktu pelaksanaannya. Yuk simak selengkapnya!

ADVERTISEMENT

Bagaimana Niat Sholat Nisfu Syaban?

Bacaan niat sholat Nisfu Syaban bisa disesuaikan tergantung apakah akan dikerjakan sendiri atau berjamaah, baik sebagai imam maupun sebagai makmum.

1. Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri

Bagi yang ingin melaksanakan sholat Nisfu Syaban sendiri, bisa membaca niat berikut ini,

أُصَلَّى سُنَّةً لِإِحْيَاءِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatan li-ihyaʻi lailati nishfi sya'baana rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi Taala.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."


2. Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah sebagai Imam

Bagi yang menjadi imam dalam sholat Nisfu Syaban secara berjamaah, niatnya adalah,


أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Usholli sunnatan nisfu syakbaana rakataini imaman lillahi Taala.

Artinya: "Saya berniat salat sunah nisfu Syaban dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala."


3. Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah sebagai Makmum

Bagi yang menjadi makmum, niat yang dibaca yaitu,

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Syaban rak ataini mamuman lillahi ta ala.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah nisfu syaban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta ala. Allahu Akbar."

Bagaimana Tata Cara Sholat Nisfu Syaban?

Melansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, sholat Nisfu Syaban bisa dikerjakan 2 rakaat saja atau hingga 100 rakaat. Akan tetapi umumnya umat Islam melaksanakan sholat Nisfu Syaban 2 rakaat.

Cara Sholat Sunah Nisfu Syaban 2 Rakaat

Bagi yang tidak mampu melakukan 100 rakaat, cukup melaksanakan 2 rakaat. Tata caranya hampir sama, hanya berbeda pada bacaan surat:

1.Membaca niat sholat Nisfu Syaban.
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan surah Al-Kafirun.
4. Rukuk.
5. Membaca doa i'tidal.
6. Sujud pertama.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Sujud kedua.
9. Berdiri untuk rakaat kedua.
10. Membaca Al-Fatihah lagi.
11. Membaca surah Al-Ikhlas.
12. Mengulang rukuk hingga sujud kedua.
13. Membaca tahiyat akhir.
14. Salam.

Bacaan Doa Sesudah Sholat Nisfu Syaban

Setelah melaksanakan sholat sunah Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa. Berikut adalah bacaan doa setelah sholat Nisfu Syaban yang bisa diamalkan.

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَابِفِينَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِى وَاقْتَارِ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أم الكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلَّى الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرٍ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَمِينَ

Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni walâ yamunnu 'alaika yâ dzal jalali wal ikrâm, yâ dzath thauli wal in'âm lâ ilaha illâ anta, dzhahral lâjîn, wa jârul mustajîrîn, wa amânal khẩʻifin. Allahumma in kunta katabtanî 'indaka fi ummil kitâbi syaqiyyan au mahrûman au mathrûdan au muqtarran 'alayya fır rizqi famhu. Allâhumma bi fadlika fi ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî wa thardî waiq târi rizqî wa ats-bitnî 'indaka fi ummil kitâbi sa'îdan marzûqan muwaffaqal lil khairât. Fa innaka qulta wa qaulukal haqqu fi kitâbikal munzali 'alâ nabiyyikal mursali, yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu wa 'indahu ummul kitâbi. İlâhî bittajallil a'dzhami fi lailatin nishfi min syahri sya'bânal mukarramil latî yufraqu fihâ kullu amrin hakîm wa yubramu ishrif 'annî minal balãʻi mâ a'lamu wa mâ lâ a'lamu wa anta 'allâmul ghuyûbi birahmatika yâ arhamar rahimîn. Wa shallallahu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallama. Âmîn.

Artinya: "Ya Allah, Dzat Pemilik anugerah, bukan penerima anugerah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah. Ya Allah, dengan anugerah-Mu, dari Ummul Kitab, akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisi-Mu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sungguh Engkau telah berfirman, dan firman-Mu pasti benar, dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan melalui lisan Nabi-Mu yang terutus: Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab. Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak pada malam pertengahan bulan Sya'ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepada junjungan kami, Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin"

Kapan Waktu Pelaksanaan Sholat Nisfu Syaban?

Sholat sunah Nisfu Syaban dilaksanakan pada malam ke-15 bulan Syaban. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan Kementerian Agama RI, tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Namun, malam Nisfu Syaban dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026. Dengan begitu, umat Islam sudah bisa melaksanakan sholat sunah ini setelah sholat Maghrib pada Senin malam.

Perbedaan tanggal ini muncul karena cara perhitungan kalender berbeda. Kalender Hijriah mengikuti peredaran Bulan mengelilingi Bumi, sedangkan kalender Masehi mengikuti revolusi Bumi terhadap Matahari.

Itu dia niat sholat Nisfu Syaban lengkap beserta tata cara, doa, dan waktu pelaksanaannya. Semoga bermanfaat bagi detikers yang mau melaksanakan sholat Nisfu Syaban ini, ya!




(lus/lus)
Amalan Nisfu Syaban

Amalan Nisfu Syaban

99 konten
Nisfu Syaban adalah waktu pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk memperbanyak ibadah pada momen tersebut.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads