47 Imam Besar Dunia Kumpul di Jakarta, Bahas Religious Harmony-Global Peace

47 Imam Besar Dunia Kumpul di Jakarta, Bahas Religious Harmony-Global Peace

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Rabu, 23 Sep 2026 17:47 WIB
Steering Committee IGIC 2026 Sabilul Alif (kiri), Menag Nasaruddin Umar, dan Operational Committee Farid F Saenong dalam konferensi pers IGIC 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Steering Committee IGIC 2026 Sabilul Alif (kiri), Menag Nasaruddin Umar, dan Operational Committee Farid F Saenong dalam konferensi pers IGIC 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).Foto: Aulia Retno Utami/detikcom
Jakarta -

Indonesia menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Forum yang digelar pada 25-28 September 2026 ini akan mempertemukan para imam besar dari berbagai negara.

Forum ini mengusung tema "Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace". Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pertemuan ini dapat menjadi momentum membangun diplomasi keagamaan untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"Kita akan mengangkat masalah religius diplomatik, bagaimana menggunakan bahasa agama yang bahasa spiritual ini untuk merayu perbedaan bahkan konflik yang ada," terang Nasaruddin dalam konferensi pers IGIC 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sangat yakin bahwa dengan menggunakan bahasa agama ini ada kesadaran perlindungan hidupnya, ada kesadaran untuk berdiplomasi secara nurani ya, dengan demikian diharapkan konflik-konflik yang ada yang bisa diredam dengan menggunakan bahasa esensi kemanusiaan, karena kita sangat yakin humanity is only one, kemanusiaan itu hanya satu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Pertemuan yang digelar di Masjid Istiqlal dan dua lokasi lain di Jakarta ini akan menghadirkan imam besar masjid di seluruh dunia. Adapun Imam Besar Masjid Istiqlal akan bertindak sebagai President of International Grand Imams Conference.

Nasaruddin menjelaskan alasan melibatkan masjid dalam forum dunia ini. Menurutnya, sebagai upaya jalinan diplomasi keagamaan antarnegara, masjid tidak hanya sebagai rumah ibadah, melainkan dapat digunakan sebagai tempat untuk membahas kemaslahatan umat.

"Masjid itu meeting point antara hamba dan Tuhan. Karena itu masjid juga meeting point untuk membicarakan persoalan-persoalan Indonesia yang sangat mendasar," urainya.

Nasaruddin mencatat puluhan imam besar masjid akan menjadi delegasi dalam forum IGIC 2026. "Sekarang ini hampir 39 negara dengan 47 orang delegasi yang dari luar negeri. Ada Timur Tengah, Eropa, negara-negara Skandinavia, Eropa Timur, Amerika Latin, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara tentu saja," sebutnya.

Sementara itu untuk delegasi dalam negeri, Nasaruddin menyebut pihak penyelenggara telah mengutus para imam-imam masjid daerah.

"Di lokal sendiri juga kita akan melibatkan personel imam-masjid Indonesia, ya. Kita sudah mengutus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), yang akan menjadi peserta di acara ini," ujarnya.

Nasaruddin menegaskan IGIC 2026 merupakan forum yang mengedepankan inklusivitas, tidak hanya untuk umat Islam saja yang terlibat di dalamnya.

"Pada pembukaannya itu, kita tetap akan mengundang tokoh-tokoh umat yang lain. Itulah inklusif, acara ini yang tidak hanya Islam saja, tetapi teman-teman kita yang nonmuslim. Ada dari kalangan akademisi, dan pemerhati dan aktivis perdamaian," sebutnya.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads