Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla menyatakan 75 persen masjid-masjid Indonesia memiliki kualitas sound system yang kurang dan perlu diperbaiki. Padahal, 80 persen aktivitas umat Islam di masjid adalah mendengarkan.
"80 persen kegiatan di masjid adalah mendengarkan, begitu salah (pasang sound system) kita berdosa," ujarnya dalam acara Pelatihan Akustik Masjid 2026 di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
"75 persen masjid punya sound system yang perlu diperbaiki operasionalnya di seluruh Indonesia. 75 persen masjid di Indonesia kualitas sound systemnya buruk," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK --sapaan akrabnya-- kualitas sound system yang buruk disebabkan pemasangan yang tidak tepat.
"Karena yang pasangnya itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid, kadang cara pasangnya penting. Volumenya besar padahal belum tentu perlu," sambungnya.
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 itu menegaskan, pembesar suara perlu diperhatikan dan tidak bisa asal pasang. Banyak faktor yang menentukan, salah satunya suasana masyarakat.
"(Sound system) harus sesuai dengan besarnya masjid, suasana masyarakat, tidak asal pasang pembesar suara yang keras saja, tidak. Karena masjid itu harus syahdu," terang JK.
Dia menegaskan, pemasangan sound system di masjid perlu memperhatikan kesyahduan dari masjid itu sendiri sebagai tempat ibadah. Sebab, masjid merupakan tempat ibadah.
"Kesyahduan masjid itu penting. Kalau ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin sekerasnya, tapi ini ibadah harus syahdu," tandas JK.
(aeb/inf)












































Komentar Terbanyak
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim