Bulan Syaban sering kali disebut sebagai bulan yang terlupakan karena letaknya yang berada di antara dua bulan agung, yakni Rajab dan Ramadan. Padahal, Syaban memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam. Salah satu peristiwa yang terjadi pada bulan ini adalah diangkatnya amal manusia oleh Allah SWT.
Namun, apakah benar amal manusia hanya diangkat pada bulan Syaban saja? Berikut ulasan lengkap mengenai rahasia diangkatnya amal di bulan Syaban dan waktu-waktu diangkat amal manusia lainnya.
Syaban Bulan Diangkatnya Amal Manusia
Diantara banyaknya peristiwa yang terjadi pada bulan Syaban, salah satunya adalah menjadi bulan diangkatnya dan dilaporkannya amal manusia kepada Allah SWT. Maka dari itu, Rasulullah banyak melakukan amal shaleh pada bulan Syaban, salah satunya dengan memperbanyak puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dalam buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa oleh Abdillah F. Hasan, Usamah bin Zaid RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban." Rasulullah SAW menjawab, "Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasa'i)
Waktu-Waktu Diangkatnya Amal Manusia
Dikutip dari laman NU Online, selain dari bulan Syaban, waktu diangkatnya amal manusia tidak hanya terjadi pada bulan Syaban saja. Amal manusia juga diangkat setiap minggu, setiap pagi dan petang, dan setiap pertengahan hari.
Dalil yang mengatakan bahwa amal manusia diangkat setiap minggu adalah berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِمَنْ لَا يُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ يَقُولُ: دَعُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
Artinya: "Amal-amalan itu ditunjukkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni dosa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun kecuali seorang laki-laki yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat permusuhan. Biarkanlah dua laki-laki itu sampai keduanya ber-islah."
Dalam riwayat lain, Imam Muslim mengatakan, "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan apapun, kecuali laki-laki yang antara dirinya dengan saudaranya ada kebencian." (HR Abu Dawud)
Selanjutnya, amal manusia akan diangkat setiap pagi dan petang. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Abu Musa, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَنَامُ، وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعْهُ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak tidur dan Dia tidak layak tidur. Dia merendahkan dan meninggikan timbangan amal. Amal malam diangkat kepada-Nya sebelum amal siang. Amal siang diangkat kepada-Nya sebelum amal malam." (HR Muslim)
Hadits di atas, diperkuat melalui hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya, Rasulullah SAW bersabda:
تجتمع مَلائِكَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلاة العصر، فيجتمعون في صلاة الفجر فيصعد مَلائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَكَتَتْ مَلائِكَةُ النَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ بِصَلَاةِ الْعَصْرِ وَتَصْعَدُ مَلائِكَةُ النَّهَارِ، فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّينِ
Artinya: "Para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat shalat subuh dan shalat ashar. Mereka semua berkumpul sewaktu shalat subuh. Kemudian, malaikat malam naik, sedangkan malaikat siang bertahan. Mereka semua berkumpul lagi sewaktu shalat ashar. Kemudian malaikat siang naik. Lantas Tuhan mereka bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian melihat hamba-hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Kami mendatangi mereka sedang shalat. Dan kami meninggalkan mereka juga sedang shalat. Maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR Ibnu Khuzaimah)
Terakhir, amal manusia akan diangkat pada waktu tengah hari. Waktu diangkatnya amal tersebut, dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu As-Sa'ib, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّهَا سَاعَةٌ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَأُحِبُّ أَنْ يَصْعَدَ لِي فِيهَا عَمَلٌ صَالِحٌ
Artinya, "Ini waktu dimana pintu-pintu langit sedang dibuka. Aku ingin pada waktu tersebut yang dinaikkan untukku adalah amal shalih," (HR Ibnu Abi Syaibah).
Wallahu a'lam.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Bolehkah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Hukum Mengambil Barang Temuan di Jalan yang Tidak Diketahui Pemiliknya
10 Ciri Rumah yang Sering Disinggahi Malaikat dan Penuh Berkah