Khutbah Jumat Bulan Syaban Singkat dan Menyentuh Hati

Khutbah Jumat Bulan Syaban Singkat dan Menyentuh Hati

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 22 Jan 2026 16:15 WIB
Khutbah Jumat Bulan Syaban Singkat dan Menyentuh Hati
Ilustrasi jemaah mendengarkan khutbah Jumat bulan Syaban. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Bulan Syaban menyimpan banyak makna, mulai dari peristiwa perpindahan arah kiblat hingga menjadi pintu gerbang kemuliaan menuju Ramadan. Melalui khutbah Jumat, pesan-pesan kebaikan ini perlu disampaikan untuk membangkitkan kesadaran jemaah agar tidak lalai dalam menjalani bulan tersebut.

Menyambut hari Jumat pertama di bulan Syaban, khatib bisa menyampaikan khutbah Jumat tentang keutamaan Syaban, termasuk waktu-waktu mulia pada bulan ini. Berikut berikut referensi naskah khutbah Jumat bulan Syaban dirangkum dari situs Kemenag.

1. Khutbah Jumat Keutamaan Bulan Syaban

Dikutip dari laman resmi Kemenag Kanwil Jabar, berikut khutbah Jumat yang membahas tentang keutamaan bulan Syaban, sebagaimana disusun oleh H. Siswanto, S.Th.I.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَ عَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ الْهُدَى إِلَى يَوْمِ الْحِسَابِ. أَيُّهَا الْأَحْبَابُ، أَوْصِيْكُمْ وَإِيَايَ بِالتَّقْوَى اللَّهِ التَّوَّابِ، فَقَدْ فَازَ مَنْ أَنَابَ

ADVERTISEMENT

لَقَدْ قَالَ تَعَالَى فِي الْكِتَابِ يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيدًا ۷۰ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فوْزًا عَظِيمًا ۷۱ ( الاحزاب / 33: 70-71)

أَمَّا بَعْدُ، فَقَالَ خَيْرُ الْأَنْبِيَاءِ: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Segala puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, pencipta alam semesta raya. Yang telah menciptakan manusia bersuku-suku bangsa, beraneka ragam budaya, bahasa dan agama. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda nan mulia, Rasulullah Muhammad SAW dan keluarganya beserta seluruh umatnya yang setia hingga hari kiamat tiba.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rajab yang baru saja kita tinggalkan, sejatinya adalah bulan yang mulia, 1 diantara 4 bulan yang dikeramatkan yakni Bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Bulan Rajab bulan yang dinantikan dan dielu-elukan oleh mayoritas umat Islam, bahkan terabadikan dalam untaian syair dan doa nan indah, yang diambil dari riwayat Anas bin Malik:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ. رواه أحمد في المسند والبيهقي في الدعوات الكبير وشعب الإيمان وفضائل الأوقات

Artinya: "Dari Anas bin Malik RA beliau berkata, 'Dahulu Rasulullah SAW biasanya jika memasuki bulan Rajab beliau berdoa: Allahumma Barik Lana Fi Rajaba Wa Sya'bana Waballighna Ramadhana. Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan'." (HR Ahmad dalam al Musnad, al Baihaqi dalam Da'wat al Kabir dan Syu'abul Iman, serta Fadhail al Awqot)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Syaban bulan yang hari ini kita bersamanya, adalah bulan yang memiliki banyak keutamaan, baik catatan sejarah peristiwa penting maupun berkaitan dengan ritual keagamaan dan amaliyah tertentu. Di dalam kitab Maadzaa Fii Syakbaan (Ada apa di bulan Syaban), Prof. Dr. Sayyid Muhammad Ibn Alawi al-Maliki al-Hasani menyebutkan beberapa hal terkait Syaban menyebutkan beberapa peristiwa bersejarah di bulan Syaban, diantaranya:

1. Perpindahan Kiblat dari baitul Maqdis ke Ka'bah

Sebelumnya umat Islam sholat menghadap Baitul Maqdis selama 17 bulan 3 hari, dan mulai menghadap Ka'bah pada hari Selasa pertengahan bulan Syaban. Peristiwa ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 144:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

2. Pelaporan Amal Ibadah yang Lebih Luas (Tahunan)

Karena laporan amal manusia ada yang harian setiap Subuh dan Ashar serta ada laporan pekanan setiap hari Senin dan Kamis. Diantara hadits yang menunjukkan hal itu adalah riwayat Usamah bin Zaid,

قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ شَعْباَنَ قال ذَاكَ شَهْرٌ يُغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رجبَ ورمضانَ وهو شهرٌ تُرْفَعُ فِيْه الْأَعْمَالُ إِلى رَبِّ العالمين وأُحِبُّ أن يُرفعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائمٌ

Artinya: "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tak pernah melihatmu berpuasa di satu bulan yang lebih banyak seperti bulan Syaban ini. Maka beliau menjawab, "Ini adalah bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan, Syaban ini adalah bulan dilaporkannya amal-amal kepada Allah, dan aku senang ketika dilaporkan itu dalam kondisi berpuasa'." (HR Nasai dan Ahmad)

3. Penentuan Umur

Pada bulan Syaban terdapat penentuan umur, yang berarti bahwa pada bulan itu ditampakkan penentuan umur manusia kepada malaikat.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Syaban tidak hanya menyimpan peristiwa-peristiwa penting, namun juga memiliki keutamaan tersendiri, diantaranya bulan Syaban adalah bulan puasa sunnah, baik bagi yang terbiasa melakukannya maupun bagi mereka yang masih punya tanggungan puasa Ramadan tahun lalu, Syaban juga bulan Al-Qur'an, bulan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Bahkan ada satu waktu yakni malam Nisfu Syaban yang hanya terdapat pada bulan ini, malam yang berlimpah barokah dan bergelimang kebaikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

يَطَّلِعُ اللّٰهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ. رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ

Artinya: "Allah merahmati para hamba-Nya di malam Nishfu Syaban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap muslim lain karena urusan duniawi. (HR Ibnu Hibban, At-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Oleh karenanya hendaklah menghidupkan malam ini dengan berbagai macam amal kebaikan.

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. رواه أبو دود

Artinya: "Jika tiba malam Nishfu Syaban, maka sholat (sunnah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunnah) pada siang harinya (hari kelima belas). (HR Abu Dawud)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita tentu menyadari, bahwa dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama di Indonesia tidaklah mudah menyatukan umat dalam satu pemahaman. Boleh jadi ada keragaman dalam memahami dan menjalankan agama ini. Masing-masing merasa dan mengaku benar sesuai dengan ilmu dan pemahamannya. Akan tetapi ketika kita berbeda dengan orang lain, tidak berarti kita benar dan orang lain salah atau sebaliknya, karena kebenaran-kebenaran itu masih sebatas klaim dan pengakuan manusia, sedangkan kebenaran hakiki milik Allah SWT. Maka tetaplah bersatu dalam keberagaman, menjaga komitmen kebangsaan, saling toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap kearifan lokal.

Marilah kita sibukkan diri untuk memanfaatkan nikmat umur, dengan berbagai amal dan budi pekerti nan luhur. Jauhi sikap sombong ujub dan takabur, yang hanya membuat diri kita hancur lebur. Muliakan sesama manusia, niscaya kita pasti mujur. Semakin berhati-hati dalam tindakan baik anggota tubuh dan bertutur, selalu ingat bahwa kita calon penghuni alam kubur, jika malaikat maut diutus Allah kita pasti kan tersungkur, tiada tempat untuk lari menghindar dan kabur.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita berdoa agar Allah Al Muhaimin senantiasa menjaga diri kita, menyelamatkan dari kejamnya fitnah dunia, melindungi lisan dari ucapan yang tak berguna, mencegah tangan dari tulisan yang membawa petaka. Melindungi indra dari perkara maksiat dan dosa.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، أَقُولُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَ اللّهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

قَالَ اللّه تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. إِنَّ ٱللَّهَ وَ مَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ، يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ، وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْن، وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ، وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِيْمُوا الصَّلاَةَ

2. Khutbah Jumat Nisfu Syaban Momentum Peneguhan Spiritualitas

Khutbah Pertama

الحمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيَالِي وَالأَيَّامَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا . أما بعدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي الْمُقْصِرَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ وَاتَّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, karena hanya melalui ketakwaan kita dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umat yang setia dalam menegakkan ajaran Islam.
Semoga kita juga termasuk di antara mereka yang berhak mendapatkan syafaat beliau pada hari kiamat kelak.

Hari ini, kita berada di bulan Syaban, bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Di antara malam-malam yang penuh berkah di bulan ini adalah malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan sesama)." (HR Ibnu Majah)

Hadits ini menunjukkan betapa malam Nisfu Syaban adalah malam penuh maghfirah, di mana Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan tidak memiliki permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai momentum untuk introspeksi diri, bertobat, serta memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Selain itu, dalam bulan Syaban ini, Rasulullah SAW sering memperbanyak ibadah, terutama puasa. Diriwayatkan dalam hadits dari Aisyah RA:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَكْمِلُ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa lebih banyak daripada bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa bulan Syakban adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa, zikir, doa, serta amal saleh lainnya sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan,

إِنَّ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَيْلَةٌ مُبَارَكَةٌ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُكْثِرَ فِيهَا مِنَ الدُّعَاءِ وَالاسْتِغْفَارِ، فَقَدْ كَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ يُحْيُونَهَا بِالصَّلَاةِ والذكر

Bahwa malam Nisfu Syaban termasuk salah satu malam istimewa di mana doa-doa dikabulkan dan dosa-dosa diampuni. Beliau menyebutkan bahwa para salafush shalih senantiasa menghidupkan malam ini dengan memperbanyak istighfar dan qiyamul lail.

Sementara itu, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif menjelaskan,

وفي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ يَكْتُبُ اللهُ فِيهَا الأَجَالَ وَالأَرْزَاقَ فَيَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُكْثِرَ فِيهَا مِنَ الطَّاعَةِ وَالدُّعَاءِ

Bahwa malam Nisfu Sya'ban adalah malam di mana Allah mencatat kembali takdir tahunan hamba-Nya, termasuk rezeki, ajal, dan peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi dalam setahun ke depan. Oleh sebab itu, malam ini menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal saleh.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Malam Nisfu Syaban juga disebut sebagai malam di mana takdir tahunan ditentukan, sebagaimana dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa amal manusia diangkat dan dicatat kembali dalam kitab di Lauhul Mahfuzh. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta beristighfar sebanyak-banyaknya.

Selain beribadah secara individual, kita juga dianjurkan untuk memperkuat hubungan sosial dengan sesama, karena ampunan Allah pada malam ini tidak diberikan kepada orang yang masih menyimpan permusuhan. Maka, mari kita manfaatkan momen ini untuk membersihkan hati dari dendam dan kebencian, memaafkan saudara-saudara kita, dan mempererat tali silaturahmi.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Bulan Syaban menjadi bulan latihan sebelum Ramadan, sehingga kita harus mulai membiasakan diri untuk memperbanyak ibadah. Jika kita melatih diri dengan puasa sunah di bulan Syaban, maka tubuh dan jiwa kita akan lebih siap menjalankan puasa Ramadan dengan lebih khusyuk. Begitu juga dengan membaca Al-Qur'an dan melakukan sholat malam, hendaknya mulai kita biasakan agar semakin ringan saat memasuki bulan suci.

Malam Nisfu Syaban juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memohon kepada Allah agar dipanjangkan umur dalam ketaatan, diberikan kesehatan untuk bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan baik, serta dijauhkan dari segala fitnah dan keburukan dunia. Doa yang dipanjatkan dengan tulus di malam ini, insya Allah akan dikabulkan oleh-Nya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Sebagai penutup, marilah kita menjadikan malam Nisfu Syaban ini sebagai momentum peneguhan spiritualitas diri. Kita tingkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta membersihkan hati dari segala penyakit batin. Semoga Allah memberikan kita keberkahan di bulan Syaban ini, mempertemukan kita dengan Ramadan dalam keadaan terbaik, dan menerima segala amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمِ وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَ بَعدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ . اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيًّا خَاصَّةً وَسَائِرِ البُلْدَانِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ عِبَادَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبِيَ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Khutbah Jumat bulan Syaban tersebut disusun oleh Subdit Kepustakaan Islam Kemenag.




(kri/kri)
Syaban Istimewa

Syaban Istimewa

32 konten
Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadan. Syaban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, seperti puasa sunah hingga sedekah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads