Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal, Riyadh. Informasi ini disampaikan Saudi Press Agency (SPA) pada Jumat (16/1/2026).
Melansir dari Gulf News, pemeriksaan tersebut bersifat rutin dan tidak disertai keterangan tambahan dari Istana Kerajaan. Bahkan sebelum menjalani pemeriksaan, aktivitas Raja Salman masih berjalan seperti biasanya. Dilaporkan bahwa beliau terakhir kali memimpin rapat kabinet pada Selasa (13/1) lalu.
Lebih lanjut, dari pihak Istana Kerajaan menegaskan bahwa pemeriksaan ini tidak berkaitan dengan adanya gangguan kesehatan baru. Meskipun sebelumnya Raja Salman pernah menjalani perawatan medis pada tahun 2024 akibat peradangan paru-paru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Salman Meninggalkan Rumah Sakit
Dilaporkan dari Arab News, Raja Salman meninggalkan Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh pada Jumat malam setelah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan.
Disebutkan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan Raja Salman dinilai meyakinkan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut terkait kondisi beliau.
Sebagai penguasa ketujuh Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman memimpin negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Ia dibaiat sebagai raja setelah wafatnya Raja Abdullah bin Abdulaziz.
Raja Salman merupakan putra ke-25 pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz Al Saud, dan dikenal lama terlibat dalam pengelolaan urusan keluarga kerajaan serta menjadi penasihat bagi sejumlah raja Arab Saudi.
Raja Salman menempuh pendidikan awal di Princes' School di Riyadh, yang didirikan oleh Raja Abdulaziz untuk mendidik putra-putranya. Di sana, ia mempelajari ilmu agama dan ilmu modern, serta menghafal Al-Qur'an.
Selain pendidikan formal, Raja Salman juga mendalami pendidikan agama di bawah bimbingan para ulama terkemuka, disertai pembelajaran mandiri di bidang studi Islam, sejarah, politik, dan sastra.
Dengan bekal pendidikan tersebut, Raja Salman memulai pengabdiannya di pemerintahan sebagai Gubernur Sementara Riyadh pada tahun 1954. Ia kemudian diangkat sebagai Gubernur Riyadh pada tahun 1963 dan menjabat di posisi tersebut selama beberapa dekade.
(inf/dvs)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026