Malam 27 Rajab 1447 H/2026 M jatuh petang ini setelah magrib. Ini akan menjadi waktu istimewa karena bertepatan dengan malam Jumat.
Malam 27 Rajab dikenal dengan malam Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Menurut pendapat masyhur Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Mengacu hadits yang paling kuat dan bebas perselisihan yang dikeluarkan Imam Muslim dari Anas bin Malik RA, dalam peristiwa Isra Miraj, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) di Palestina. Setelah menunaikan salat dua rakaat di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha di atas langit ketujuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa itu. Dia juga menurunkan perintah salat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW ditempuh dalam satu malam menggunakan kendaraan bernama Buraq, sejenis hewan yang tubuhnya lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada bagal. Rasulullah SAW dibersamai Malaikat Jibril.
Kisah dalam riwayat Imam Muslim ini disebutkan dalam kitab al-Isra' wa al-Mi'raj karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam as-Suyuthi. Kisah Isra Miraj diabadikan langsung dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' dan An-Najm.
Malam 27 Rajab Jatuh Malam Jumat Hari Ini
Mengacu Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT) Muhammadiyah, dan kalender hijriah dalam situs Islamic Hijr Calendar, 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Artinya, malam 27 Rajab akan dimulai pada Kamis, 15 Januari 2026 setelah magrib.
Malam 27 Rajab tahun ini bertepatan dengan malam Jumat. Bagi umat Islam, Jumat termasuk malamnya adalah hari istimewa. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulu Hari. Jumat menjadi sebaik-baik hari dalam satu pekan.
Rasulullah SAW bersabda,
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا . (رواه مسلم وأحمد والترمذي والنسائي عن أبي هريرة).
Artinya: "Sebaik-baik hari adalah hari yang terbit matahari padanya, yaitu hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga." (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Nasa'i dari Abu Hurairah)
Amalan Malam 27 Rajab
Tidak ada amalan khusus malam 27 Rajab yang bersumber dari hadits shahih. Namun, para ulama, salah satunya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, menganjurkan memperbanyak amal saleh pada malam tersebut.
Dalam Ihya 'Ulumuddin, Imam al-Ghazali menyebutkan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan mengerjakan amal kebajikan pada malam 27 Rajab akan mendapat kebaikan 100 tahun.
Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Imam al-Ghazali adalah salat 12 rakaat pada malam 27 Rajab. Setiap rakaatnya membaca surah Al Fatihah dan satu surah lain dalam Al-Qur'an. Salat dilakukan dengan dua rakaat satu kali salam. Setelah itu dilanjutkan membaca 100 kali sholawat, 100 kali istighfar, dan berdoa untuk kebaikan dunia akhirat serta berpuasa pada pagi hari tanggal 27 Rajab.
Sebagian ulama menganggap amalan salat malam 27 Rajab ini bidah karena tidak terdapat dalil shahih yang melandasinya.
(kri/inf)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud