Nama Raja Charles III menjadi sorotan publik setelah muncul isu yang menyebut dirinya sebagai seorang Muslim. Isu ini mencuat usai pernyataan kontroversial dari mantan pengacara Donald Trump, Rudy Giuliani, dalam wawancara bersama Piers Morgan yang kemudian viral di berbagai platform.
Di tengah polemik tersebut, sosok Charles III kembali menarik perhatian untuk ditelusuri lebih dalam, mulai dari latar belakang, keyakinan, hingga perannya sebagai Raja Inggris. Ia dikenal sebagai putra dari Ratu Elizabeth II yang telah lama dipersiapkan untuk menduduki takhta kerajaan.
Sebagai pemimpin Gereja Anglikan, Charles III memiliki posisi penting dalam kehidupan keagamaan di Inggris. Namun, ketertarikannya terhadap Islam dan upayanya mendorong dialog antaragama kerap memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil Raja Charles III
Dirangkum dari Britannica, Raja Charles III memiliki nama asli Charles Philip Arthur George. Ia lahir pada 14 November 1948 di Istana Buckingham. Ia merupakan Raja Britania Raya dan negara-negara Persemakmuran yang naik takhta setelah ibunya wafat.
Charles adalah putra dari Ratu Elizabeth II dan cucu dari Raja George VI. Ia menjadi pewaris takhta sejak 1952 dan resmi diangkat sebagai Pangeran Wales pada 1958, dengan penobatan pada 1969.
Dalam pendidikannya, Charles bersekolah di Cheam School dan Gordonstoun sebelum melanjutkan studi di Universitas Cambridge. Ia meraih gelar sejarah dan kemudian menjalani dinas militer di Royal Air Force serta Royal Navy pada 1971-1976.
Dalam kehidupan pribadinya, Charles menikahi Lady Diana Spencer pada 1981 dan memiliki dua putra, yaitu Pangeran William dan Pangeran Harry. Pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada 1996, dan setelah wafatnya Diana, ia menikahi Camilla Parker Bowles pada 2005.
Sebagai pewaris takhta, Charles aktif menjalankan berbagai tugas kerajaan dan mewakili Inggris dalam kunjungan internasional. Ia juga mendirikan The Prince's Trust pada 1976 serta terlibat dalam ratusan kegiatan amal dan organisasi sosial.
Charles dikenal sebagai pendukung pelestarian lingkungan dan arsitektur tradisional. Ia bahkan menginisiasi proyek kota eksperimental bernama Poundbury serta aktif mengampanyekan pertanian organik dan aksi melawan perubahan iklim.
Ia resmi menjadi raja pada 2022 di usia 73 tahun, menjadikannya raja tertua yang naik takhta dalam sejarah Inggris. Masa pemerintahannya ditandai dengan penobatan pada 2023 dan diagnosis kanker pada 2024 yang sempat membatasi aktivitas publiknya.
Raja Charles III Disebut Memeluk Islam
Berita tentang Raja Charles III disebut memeluk Islam menjadi sorotan publik setelah pernyataan kontroversial dari Rudy Giuliani. Klaim tersebut disampaikan dalam wawancara bersama jurnalis Inggris Piers Morgan di kanal YouTubenya.
Dalam wawancara itu, Giuliani menyebut bahwa ia mendapat informasi bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam satu dekade ke depan. Ia bahkan menyatakan, "Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris," tanpa menyertakan bukti konkret atas klaim tersebut.
Sebagaimana dikutip CNBC Indonesia dari Middle East Monitor, Rabu (1/4/2026) pernyataan tersebut muncul saat Giuliani sedang membahas isu geopolitik, khususnya terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia juga menuding bahwa umat Islam di Inggris "sedang mengambil alih" dan memiliki pengaruh politik yang besar, termasuk dengan menyebut figur seperti Sadiq Khan.
Namun, klaim bahwa Raja Charles III memeluk Islam sebenarnya telah lama beredar sebagai teori konspirasi di internet. Narasi ini kerap dikaitkan dengan ketertarikan Charles terhadap Islam, termasuk upayanya mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al-Qur'an secara langsung.
Secara faktual, Charles III dikenal sebagai pemimpin Gereja Anglikan dan beragama Kristen Anglikan. Ia juga beberapa kali menegaskan pentingnya dialog antaragama, dengan menyebut bahwa Islam, Kristen, dan Yudaisme memiliki banyak kesamaan sebagai agama monoteistik.
Di sisi lain, Giuliani juga menuai kritik karena pernyataannya yang menyebut Al-Qur'an dan hukum syariah secara negatif. Pernyataan tersebut dinilai kontroversial dan berpotensi memperkeruh sentimen terhadap komunitas Muslim di Inggris.
Dengan demikian, isu mengenai Raja Charles III yang disebut memeluk Islam tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Spekulasi ini lebih dipengaruhi oleh pandangan pribadi dan narasi yang berkembang di ruang publik, bukan dari pernyataan resmi atau bukti valid terkait keyakinan sang raja.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi