Isra Miraj adalah momen bersejarah dan istimewa bagi umat Islam sehingga sering dirayakan dengan berbagai acara. Apakah Isra Miraj termasuk tanggal merah bagi masyarakat Indonesia?
Jika Isra Miraj termasuk tanggal merah, maka pelajar hingga pekerja negeri dan swasta akan libur. Karenanya, banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah Isra Miraj termasuk tanggal merah atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isra Miraj Termasuk Tanggal Merah
Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Isra Miraj termasuk ke dalam Hari Libur Nasional. Momen bersejarah bagi umat Islam ini bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026 atau 27 Rajab 1447 H.
Penetapan tanggal merah Isra Miraj juga tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Hari-hari Libur yang mencantumkan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu hari besar keagamaan yang diliburkan secara nasional.
Adapun, penetapan Isra Miraj sebagai hari libur nasional pertama kali dilakukan lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 1953.
Ada Long Weekend Libur Isra Miraj
Pada 2026, Isra Miraj bertepatan dengan hari Jumat. Dengan begitu, terdapat long weekend pada libur Isra Miraj jika pelajar atau pekerja libur pada hari Sabtu.
Berikut jadwal long weekend Isra Miraj 2026,
Jumat, 16 Januari 2026: Libur nasional Isra Miraj 2026
Sabtu, 17 Januari 2026: Libur akhir pekan
Minggu, 18 Januari 2026: Libur akhir pekan
Tidak Ada Cuti Bersama pada Isra Miraj
Meski termasuk libur nasional, pemerintah tidak menetapkan cuti bersama dalam peringatan Isra Miraj. Di dalam SKB 3 Menteri sendiri tidak ada penanggalan cuti bersama untuk Isra Miraj, yang ada hanya libur nasional satu hari pada Jumat, 16 Januari 2026.
Alasan Isra Miraj Jadi Momen Istimewa bagi Muslim
Menurut buku Isra Mi'raj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar susunan Muhammad Ridha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu pada peristiwa Isra Miraj. Karenanya, momen ini diperingati oleh umat Islam dan termasuk istimewa.
Kala itu, Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga akhirnya menuju langit ketujuh Sidratul Muntaha. Turut dijelaskan dalam buku Kisah Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW susunan Shofyan Hadi, kisah perjalanan Isra Miraj tercantum dalam surah Al Isra ayat 1.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Israel Kembali Serang Gaza setelah Gabung Dewan Perdamaian, 31 Warga Tewas
Kerjanya Meletihkan, Honor Petugas Haji 2026 Bisa Tembus Rp1 Juta per Hari
Anjuran Mempertahankan Nyawa dan Harta dalam Islam