Penantian panjang untuk menunaikan ibadah haji telah lama menjadi tantangan bagi umat Islam di Indonesia. Dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya, waktu tunggu keberangkatan sempat membengkak hingga puluhan tahun. Kondisi ini membuat Kementerian Haji dan Umrah kemudian membuat formulasi baru yakni antrean haji di Indonesia paling lambat 26 tahun.
Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama dengan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Rabu (8/4/2026), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan beberapa hal terkait dengan perkembangan haji.
Selain menegaskan biaya haji tidak naik meskipun harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) naik, dirinya juga mengatakan akan berjuang agar antrean haji bisa lebih diringkas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah kita dapat laporan antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026 antrean haji paling lama 26 tahun, dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi," ujar Presiden Prabowo saat memimpin Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Kabinet Merah Putih.
Untuk diketahui, saat ini Kementerian Haji dan Umrah RI tengah menerapkan sistem antrean baru yang yang akan menyeragamkan masa tunggu haji nasional.
Berdasarkan keterangan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak pada Senin (29/9/2025) lalu, ia menjelaskan formulasi kuota haji akan disesuaikan dengan ketentuan dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang sudah direvisi. Tujuannya agar tidak ada lagi ketimpangan antrean yang mencolok antarprovinsi.
"Jangka pendeknya, jumlah antrean atau lama antrean itu seluruh Indonesia nanti akan sama. Sekarang ini Bantaeng yang paling lama 48 tahun, Sulawesi 40 tahunan, Sumatera Utara 19 tahun, Banten 26-27 tahun, beda-beda. Ada yang 30, ada yang 40, ada yang 19, ada yang 25, dan seterusnya," ujar Dahnil.
Selain mengenai antrean haji, dalam Raker bersama Kabinet Merah Putih tersebut, Prabowo juga berbagai langkah strategis yang tengah dipersiapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji sekaligus mempercepat proses keberangkatan.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha