Surat Al Maun: Bacaan, Tafsir Singkat, dan Isi Kandungannya

Surat Al Maun: Bacaan, Tafsir Singkat, dan Isi Kandungannya

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 08 Jan 2026 07:15 WIB
Surat Al Maun: Bacaan, Tafsir Singkat, dan Isi Kandungannya
Ilustrasi Alquran. Foto: Unsplash/Bimbingan Islam
Jakarta -

Surat Al Maun adalah salah satu surat pendek dalam Al-Quran yang terdapat di juz 30 atau juz amma. Surat ini menempati urutan ke-107 dan termasuk golongan surat Makkiyah yang diturunkan di Makkah.

Kata Al Maun berarti "barang-barang yang bermanfaat atau berguna", sebagaimana disebutkan pada ayat ketujuh surat ini. Sebelum mengetahui tafsir dan isi kandungan surat ini, berikut bacaan surat Al Maun ayat 1-7 lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

Bacaan Surat Al Maun Ayat 1-7

1.Ayat 1

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

Ara'aital-lażī yukażżibu bid-dīn(i).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"

2. Ayat 2

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

Fa żālikal-lażī yadu''ul-yatīm(a).

Artinya: "Itulah orang yang menghardik anak yatim."

3. Ayat 3

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn(i).

Artinya: "Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin."

4. Ayat 4

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

Fawailul lil-muṣallīn(a).

Artinya: "Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,"

5. Ayat 5

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn(a).

Artinya: "(Yaitu) yang lalai terhadap salatnya,"

6. Ayat 6

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

Allażīna hum yurā'ūn(a).

Artinya: "Yang berbuat riya,"

7. Ayat 7

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

Wa yamna'ūnal-mā'ūn(a).

Artinya: "Dan enggan (memberi) bantuan."

Tafsir Singkat Surat Al Maun

Berdasarkan Tafsir Al-Quran Kementerian Agama RI, surat Al Maun ayat 1-7 menjelaskan tanda-tanda orang yang mendustakan agama serta peringatan dari Allah SWT terhadap sikap yang mengabaikan kepedulian kepada sesama.

⦁ Tafsir Ayat Pertama

Pada ayat pertama, Allah SWT mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW tentang siapa yang dimaksud sebagai orang yang mendustakan agama. Pertanyaan ini menjadi pembuka untuk penjelasan yang lebih rinci pada ayat-ayat selanjutnya.

⦁ Tafsir Ayat Kedua

Ayat kedua menerangkan bahwa salah satu ciri pendusta agama adalah mereka yang menolak dan membentak anak yatim yang datang untuk meminta belas kasih demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Sikap tersebut menunjukkan penghinaan dan kesombongan terhadap anak yatim.

⦁ Tafsir Ayat Ketiga

Pada ayat ketiga, Allah SWT menjelaskan bahwa pendusta agama juga tidak mengajak orang lain untuk memberi makan orang miskin. Jika tidak mendorong orang lain, tentu ia sendiri juga tidak melakukannya. Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa apabila seseorang belum mampu membantu orang miskin secara langsung, setidaknya ia dianjurkan untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan tersebut.

⦁ Tafsir Ayat Keempat dan Kelima

Ayat keempat dan kelima berisi ancaman bagi orang-orang yang melaksanakan salat, tetapi tidak menghadirkan hati dan penghayatan. Salat mereka hanya sebatas gerakan dan ucapan, tanpa makna, sehingga tidak memberi pengaruh dalam kehidupan. Penjelasan ini ditujukan kepada orang-orang munafik, bukan kepada muslim awam yang belum memahami makna bacaan salat.

⦁ Tafsir Ayat Keenam

Pada ayat keenam, Allah SWT menerangkan sifat lain dari pendusta agama, yaitu melakukan amal hanya untuk pamer atau mencari pujian dari manusia.

⦁ Tafsir Ayat Ketujuh

Ayat ketujuh menambahkan ciri pendusta agama, yakni enggan meminjamkan atau memberikan barang-barang sederhana yang sebenarnya dibutuhkan orang lain dan tidak pantas ditahan, seperti peralatan rumah tangga atau alat kerja.

Sebaliknya, orang yang benar-benar memuliakan agama akan menampilkan akhlak yang baik, seperti jujur, adil, penuh kasih sayang, dan dermawan. Adapun pendusta agama cenderung memiliki sifat riya, curang, zalim, sombong, kikir, meremehkan orang lain, egois, membanggakan harta dan kedudukan, serta tidak mau mengeluarkan sebagian hartanya, baik untuk kepentingan pribadi orang lain maupun untuk kepentingan masyarakat.

Isi Kandungan Surat Al Maun

Berdasarkan dari tafsir surat Al Maun, pesan utama surat ini menegaskan bahwa agama tidak cukup dinilai dari ibadah semata, tetapi juga dari sikap peduli terhadap sesama.

Orang yang mendustakan agama digambarkan sebagai mereka yang mengabaikan anak yatim, tidak memperhatikan orang miskin, melaksanakan salat tanpa keikhlasan, gemar pamer, serta enggan menolong orang lain meskipun hanya dengan bantuan sederhana.

Melalui surat ini, Allah SWT mengingatkan bahwa:

  1. Ibadah harus dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan penghayatan. Salat yang dilakukan tanpa menghadirkan hati tidak memiliki nilai yang berarti.
  2. Keimanan seseorang tampak dari sikapnya kepada orang yang membutuhkan. Cara memperlakukan anak yatim dan orang miskin mencerminkan kualitas iman.
  3. Sifat riya, sombong, dan kikir menjadi tanda lemahnya keimanan dalam diri seseorang.
  4. Kebaikan sekecil apa pun tetap bernilai. Memberikan atau meminjamkan barang sederhana yang bermanfaat termasuk bagian dari akhlak terpuji.

Sifat-sifat Buruk Manusia dalam Surat Al Maun

Dalam Surah Al Maun dijelaskan beberapa perilaku buruk manusia. Mengutip buku Quran Hadits karya Muhaemin, berikut sifat-sifat tersebut:

  1. Orang yang bersikap kasar dan suka menghardik anak yatim.
  2. Orang yang tidak mau membantu atau memberi makan kepada fakir miskin.
  3. Orang yang lalai dalam melaksanakan salat dan tidak sungguh-sungguh menjalaninya.
  4. Orang yang berbuat kebaikan hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain (riya).
  5. Orang yang enggan menolong sesama, padahal ia memiliki kemampuan untuk membantu.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads