Rasulullah SAW Pernah Ditanya soal Pekerjaan Terbaik, Ini Jawabannya

Rasulullah SAW Pernah Ditanya soal Pekerjaan Terbaik, Ini Jawabannya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 01 Jan 2026 05:00 WIB
Rasulullah SAW Pernah Ditanya soal Pekerjaan Terbaik, Ini Jawabannya
Ilustrasi pekerjaan yang baik. Foto: Freepik
Jakarta -

Bekerja atau mencari nafkah merupakan cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya, anjuran bekerja disebutkan dalam hadits Nabi SAW yang berasal dari Abu Hurairah RA.

Beliau bersabda,

"Hendaklah seseorang di antara kalian pergi pagi-pagi mencari kayu dan dipikul di atas punggungnya kemudian (menjualnya) lalu bersedekah dengannya serta tidak butuh pada pemberian orang lain lebih baik baginya daripada meminta kepada orang lain diberi atau tidak, karena sesungguhnya tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait bekerja juga diterangkan pada surah At Taubah ayat 105. Allah SWT berfirman,

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

ADVERTISEMENT

Artinya: Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Berkaitan dengan itu, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang pekerjaan terbaik dan beliau menjawabnya. Lalu, apa pekerjaan terbaik yang dimaksud sang nabi?

Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW

Dinukil dari buku 99 Prinsip Bisnis Sukses ala Rasulullah yang ditulis A R Shohibul Ulum, terdapat hadits yang menerangkan terkait pekerjaan terbaik. Dari Al Miqdam RA, Nabi SAW bersabda,

"Makanan apa saja yang dimakan seseorang adalah lebih baik memakan dari hasil usaha tangan sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud AS, beliau maka dari hasil tangannya sendiri." (HR Bukhari, Abu Daud, an-Nasai)

Melalui hadits itu, Rasulullah SAW mencontohkan Nabi Daud AS sebagai rasul yang tetap bekerja keras dan tidak berpangku tangan atau hanya menunggu uluran. Pada riwayat lainnya, suatu hari ada yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,

"Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi)." (HR Ahmad)

Makna kasb pada hadits tersebut adalah usaha atau pekerjaan mencari rezeki. Asy Syaibani mengatakan kasb sama artinya dengan mencari harta dengan menempuh jalan dan sebab yang halal.

Dengan begitu, para sahabat tidak hanya bertanya soal pekerjaan yang penghasilannya paling banyak tetapi fokus pada pekerjaan yang paling thayyib atau diberkahi. Kemudian, dalam hadits lain dari Abu Sa'id dikatakan Nabi Muhammad SAW berkata:

"Pedagang yang jujur dan terpercaya bersama para Nabi, para shiddiqin dan para syuhada." (HR At Tirmidzi)

Dijelaskan dalam buku Jual Beli Online Menurut Mazhab Asy-Syafi'i karya Muhammad Rizqi, pedagang yang jujur termasuk golongan orang yang mulia. Hakim bin Hizam RA berkata Nabi SAW bersabda,

"Penjual dan pembeli dalam masa khiyar selama belum berpisah atau sampai berpisah. Apabila keduanya jujur dan transparan, diberkahilah keduanya dalam jual belinya. Dan apabila saling menyembunyikan dan berbohong, hilanglah berkah dalam jual beli mereka." (HR Al Bukhari)

Dengan begitu, Rasulullah SAW menetapkan kriteria pedagang yang baik adalah yang transparan, terpercaya, selalu menepati janji, dan tidak melakukan kecurangan dalam jual beli serta memperlakukan konsumen dengan baik dan benar.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam melalui Taudhihul Ahkam menyatakan pekerjaan terbaik disesuaikan pada keadaan setiap orang. Pekerjaan apa pun nilainya pahala asalkan berisi kebaikan dan tidak ada penipuan di dalamnya.

Tujuan Bekerja dalam Islam

Diterangkan dalam buku Etika Bisnis Islam Perspektif Al-Qur'an dan Hadits yang disusun Chaidir Iswanaji dkk, berikut beberapa tujuan bekerja dalam Islam.

  1. Sebagai kepentingan ibadah
  2. Memenuhi kebutuhan hidup
  3. Memenuhi kebutuhan keluarga
  4. Memenuhi kebutuhan sosial
  5. Membangun kemandirian

Keutamaan Bekerja bagi Muslim

Ada sejumlah keutamaan bekerja bagi muslim yang dijelaskan dalam buku Pengantar Bisnis dan Lembaga Ekonomi oleh La Ode Alimusa.

  • Mendapat pahala
  • Diampuni dosanya
  • Diganjar pahala sedekah
  • Menghindarkan diri dari kehinaan




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads