- Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Artinya 1. Doa Perlindungan dari Kesedihan, Utang, dan Kemalasan 2. Doa Memohon Kemudahan yang Mutlak 3. Doa Nabi Musa AS (Memohon Kelapangan Dada dan Kelancaran Lisan) 4. Doa Nabi Yunus AS (Doa Pengentas Kesulitan) 5. Doa Sapu Jagat (Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat)
- Tips agar Doa Cepat Dikabulkan
Sebagai makhluk yang penuh dengan keterbatasan, manusia kerap kali dihadapkan pada berbagai rintangan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, hingga masalah finansial.
Dalam Islam, mengawali setiap aktivitas dengan doa bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penyerahan diri secara total agar setiap langkah kita senantiasa mendapat pertolongan dan rida dari Allah SWT.
Rasulullah SAW telah mengajarkan sejumlah doa mustajab yang dapat diamalkan oleh umatnya agar diberikan kelapangan dan kemudahan dalam menghadapi segala urusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menukil dari kitab Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr serta buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut adalah lima bacaan doa dipermudah segala urusan yang bisa Anda amalkan.
Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Artinya
1. Doa Perlindungan dari Kesedihan, Utang, dan Kemalasan
Hidup sering kali terasa berat bukan karena tugasnya yang menumpuk, melainkan karena kondisi mental yang sedang lemah. Doa ini sangat cocok dibaca saat Anda merasa cemas, malas, atau sedang terlilit masalah finansial.
اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Bacaan latin: Allaahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani wal 'ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaal
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak utang, dan dari penguasaan seseorang."
2. Doa Memohon Kemudahan yang Mutlak
Doa ini mengajarkan kita tentang konsep tauhid yang mendalam, bahwa tidak ada satu pun perkara sulit di dunia ini yang tidak bisa menjadi mudah jika Allah SWT sudah menghendakinya.
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً
Bacaan latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi-ta sahlaa
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan."
3. Doa Nabi Musa AS (Memohon Kelapangan Dada dan Kelancaran Lisan)
Doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an ini awalnya dibaca oleh Nabi Musa AS saat diutus menghadapi Firaun. Doa ini sangat relevan diamalkan ketika Anda akan menghadapi ujian, wawancara kerja, atau saat harus berbicara di depan umum agar pesan Anda mudah dipahami orang lain.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Bacaan latin: Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul 'uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
4. Doa Nabi Yunus AS (Doa Pengentas Kesulitan)
Dikutip dari hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Said bin Abu Waqqash, ini adalah doa yang diucapkan Nabi Yunus AS saat berada di dalam perut ikan paus. Para ulama menyebutkan bahwa doa ini sangat mustajab dibaca ketika seseorang berada dalam situasi terjepit, buntu, atau menghadapi kesulitan yang teramat besar.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin
Artinya: "Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim."
5. Doa Sapu Jagat (Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat)
Ini adalah doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW. Selain memohon kelancaran urusan duniawi, doa ini menjadi pengingat agar kita tidak melupakan orientasi utama seorang Muslim, yaitu keselamatan di akhirat kelak.
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
Bacaan latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa 'adzaaban naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Baca juga: Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya |
Tips agar Doa Cepat Dikabulkan
Dalam kitab Ad-Daa' wa Ad-Dawaa' edisi terjemahan Indonesia oleh Pustaka Imam Asy-Syafii, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan rahasia agar doa seorang hamba diijabah oleh Allah SWT. Beliau menekankan bahwa kekuatan doa terletak pada hati yang hadir sepenuhnya, fokus yang tajam, rasa khusyuk, serta sikap berserah diri seutuhnya di hadapan Allah SWT, terutama jika dipanjatkan pada momentum atau waktu-waktu yang mustajab.
Selain aspek batin tersebut, Ibnu Qayyim menjabarkan beberapa adab fisik dan tata cara praktis yang sebaiknya diperhatikan agar doa lebih cepat dikabulkan, antara lain:
- Memosisikan diri menghadap ke arah kiblat.
- Memastikan badan dan tempat dalam kondisi suci (berwudhu).
- Menengadahkan kedua telapak tangan ke arah langit.
- Membuka rangkaian doa dengan membaca hamdalah, memuji keagungan Allah SWT, serta melantunkan sholawat untuk Rasulullah SAW.
- Menyelingi awal doa dengan bertobat dan memperbanyak istigfar sebelum mengutarakan keinginan atau hajat pribadi.
- Benar-benar menghadirkan jiwa dan raga di hadapan Sang Pencipta.
- Menunjukkan sikap penuh harap, bersungguh-sungguh, dan memelas saat memohon.
- Merendahkan suara dengan penuh kelembutan, yang diiringi perpaduan rasa harap sekaligus cemas.
- Bertawasul atau memohon dengan menyebut nama-nama baik Allah (Asmaul Husna), sifat-sifat-Nya yang mulia, serta mengagungkan keesaan-Nya.
- Mengawali kegiatan berdoa dengan memberikan sedekah terlebih dahulu.
Ibnu Qayyim menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan dengan memenuhi etika dan tata cara di atas sangat kecil kemungkinannya untuk ditolak oleh Allah SWT. Peluang dikabulkannya doa tersebut akan semakin besar apabila kalimat-kalimat yang diucapkan bersumber langsung dari tuntunan atau hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a'lam.
(hnh/kri)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
1.000 Hari Genosida Israel di Gaza: 1.047 Masjid Hancur, 312 Imam Tewas
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM