Puasa Rajab, seperti Ayyamul Bidh, umumnya dilakukan tiga hari berturut-turut. Bolehkan jika puasa sehari saja?
Anjuran puasa Rajab bersandar pada sejumlah hadits. Diterangkan dalam buku Panduan Puasa Rajab: Ketentuan, Niat dan Keutamaannya oleh Ustaz Muhammad Abror, Imam Fakhruddin Al Razi menukil hadits terkait anjuran puasa Rajab dalam kitabnya.
"Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab) maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari," demikian bunyi keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, Rajab termasuk satu dari empat bulan haram atau mulia dalam Islam. Dari Abu Barkah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Syakban." (HR Bukhari Muslim)
Banyak keutamaan yang bisa diraih muslim pada bulan haram termasuk Rajab. Diterangkan dalam buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa'adah, Imam Baghawi dalam Ma'alimut Tnazil fi Tafsiril Qur'an menyebut amal saleh pada bulan haram diganjar pahala berlipat.
"Amal saleh lebih besar pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut juga lebih besar dari zalim di bulan-bulan selainnya."
Salah satu amal saleh yang bisa dikerjakan adalah puasa. Lantas, bolehkah muslim puasa Rajab hanya sehari?
Hukum Puasa Rajab Hanya Sehari
Menurut Buku Harian Orang Islam yang disusun Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, tak ada aturan yang mengharuskan pengerjaan puasa Rajab pada hari-hari tertentu maupun jumlah harinya. Dengan begitu, muslim bisa berpuasa sesuai kemampuan masing-masing.
Bahkan, terdapat hadits yang menyebut sehari berpuasa Rajab sama halnya dengan berpuasa sebulan penuh. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di surga ada suatu sungai yang bernama Rajab. Warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Barang siapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu." (HR Bukhari dan Muslim)
Menurut penelusuran detikHikmah, hadits-hadits yang mengkhususkan puasa Rajab dan keutamaan di dalamnya berstatus lemah (dhaif) bahkan palsu (maudhu).
Ibnu Rajab mengatakan tidak ada satu pun hadits shahih yang diriwayatkan dari Nabi SAW maupun sahabat mengenai keutamaan puasa khusus bulan Rajab.
Adapun, puasa yang bisa dikerjakan pada bulan Rajab--termasuk bulan-bulan lainnya--menurut hadits shahih adalah puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin-Kamis, dan puasa Daud.
Cara Mengerjakan Puasa Rajab
Puasa Rajab dikerjakan seperti puasa sunnah pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya seperti dikutip dari buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H Amirulloh Syarbini.
- Membaca niat puasa
- Makan sahur
- Menahan diri
- Memperbanyak ibadah lain seperti membaca Al-Qur'an, berdoa dan bersedekah
- Setelah azan Magrib berkumandang, segera berbuka puasa
Jadwal Puasa Rajab 2025
Mengacu Kalender Hijriah Indonesia 2025-2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rajab 1447 H berlangsung mulai Minggu, 21 Desember 2025 hingga Senin, 19 Januari 2026. Adapun jadwal puasa sunnah sebagai berikut:
1. Puasa Rajab Senin-Kamis
- 2 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 22 Desember 2025
- 5 Rajab 1447 Hijriah: Kamis, 25 Desember 2025
- 9 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 29 Desember 2025
- 12 Rajab 1447 Hijriah: Kamis, 1 Januari 2026
- 16 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 5 Januari 2026
- 19 Rajab 1447 Hijriah: Kamis, 8 Januari 2026
- 23 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 12 Januari 2026
- 26 Rajab 1447 Hijriah: Kamis, 15 Januari 2026
- 30 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 19 Januari 2026
2. Puasa Rajab Ayyamul Bidh
- 13 Rajab 1447 Hijriah: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 Hijriah: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 Hijriah: Minggu, 4 Januari 2026
Menurut keputusan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) yang menetapkan awal Rajab 1447 H jatuh 22 Desember 2025, puasa Ayyamul Bidh akan berlangsung pada:
- 13 Rajab 1447 Hijriah: Sabtu, 3 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 Hijriah: Minggu, 4 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 Hijriah: Senin, 5 Januari 2026
3. Puasa Daud Rajab
Pada dasarnya puasa Daud dilakukan secara selang-seling. Dengan begitu, jika hari ini muslim melaksanakan puasa Daud, maka lusanya baru berpuasa lagi. Artinya, puasa ini bisa dilakukan sampai berakhir bulan Rajab pada 19 Januari 2026.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi