Sholawat Pengantar Tidur Bayi, Amalkan agar Bayi Jadi Lebih Tenang

Sholawat Pengantar Tidur Bayi, Amalkan agar Bayi Jadi Lebih Tenang

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 24 Des 2025 19:15 WIB
ilustrasi bayi tidur
ilustrasi bayi tidur. Foto: thinkstock
Jakarta -

Sholawat pengantar tidur bayi sering diamalkan oleh orang tua Muslim sebagai bagian dari ikhtiar menenangkan anak sebelum terlelap. Lantunan sholawat dipercaya membawa ketenangan, karena berisi pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan nilai kasih sayang.

Sholawat pengantar tidur bayi juga selaras dengan anjuran Islam untuk membiasakan anak berada dalam suasana dzikir sejak dini. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menegaskan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ar-Ra'd ayat 28 yang berbunyi:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: Al-lażīna āmanū wa taṭma'innu qulūbuhum biżikrillāh(i), alā biżikrillāhi taṭma'innul-qulūb(u).

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (Ar-Ra'd: 28)

ADVERTISEMENT

Atas dasar tersebut, banyak orang tua memilih sholawat sebagai bacaan sebelum tidur bayi, karena selain lembut dan menenangkan, sholawat juga mengandung doa serta harapan kebaikan bagi anak.

Sholawat Pengantar Tidur Bayi

Berikut beberapa sholawat pengantar tidur bayi yang dapat diamalkan.

1. Sholawat Allahul Kahfi

اللهُ الْكَافِي رَبَّنَا الْكَافِي

Allahul Kaafi robbunal kaafi

Artinya: Allah yang mencukupi, Tuhan kita yang mencukupi.

قَصَدْنَا الْكَافِي وَجَدْنَا الْكَافِي

Qoshodnal kaafi wajadnal kaafi

Artinya: Tujuan kita Allah yang mencukupi, Yang kita temukan Allah yang mencukupi.

لكلِّ كَافِ كَفَانَا الْكَافِي

Likulli kafi kafanal kafi

Artinya: Terhadap segala sesuatunya Allah yang mencukupi, yang memenuhi kebutuhan kita hanyalah Allah.

وَنِعْمَ الْكَافِي الحَمْدُ لِلهِ

Wani'mal kafi alhamdulillah

Artinya: Allah lah sebaik-baik Dzat yang mencukupi, Alhamdulillah segala puji bagi Allah.

2. Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan sholawat yang kerap diamalkan oleh orang tua ketika menghadapi bayi yang sedang rewel. Sholawat ini dikenal mengandung doa permohonan perlindungan dan ketenangan, sehingga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman serta menenangkan hati si Kecil.

Berikut bacaan sholawat Nariyah beserta artinya:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin: "Allohumma sholli shollatan kamilatan wa sallim salaman. Tamma 'ala sayyidina Muḥammadinilladzi tanḥallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhoo bihil ḥawa iju wa tunaa lu bihirroo 'ibu wa ḥusnul khowaatimi wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariimi wa 'ala aalihi washoḥbihi fii kulli lamḥatin wa nafasim bi'adadi kulli ma'luumin laka ya robbal 'aalamiin"

Artinya: "Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam"

3. Sholawat Badar

صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طهٰ رَسُولِ اللهِ
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يٰسٓ حَبِيبِ اللهِ
تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَبِالْهَادِي رَسُولِ اللهِ
وَبِكُلِّ مُجَاهِدٍ لِلَّهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي سَلِّمِ الْأُمَّةَ مِنَ الْآفَاتِ وَالنِّقْمَةِ
وَمِنْ هَمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
إِلٰهِي نَجِّنَا وَاكْشِفْ جَمِيعَ الأَذِيَّاتِ وَاصْرِفْ
مَكَايِدَ الْأَعْدَاءِ وَالطُّفْ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ

Shalatullah Salamullah 'Alaa Thaaha Rasulillah
Shalatullah Salamullah 'Alaa Yaa Siin Habibillah
Tawassalnaa Bibismillah Wabil Haadi Rasulillah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allah
llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allah
Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii'a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal 'idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allah

Artinya:
"Shalawat dan salam Allah semoga terlimpah kepada taha (Nabi) sang utusan Allah. Shalawat dan salam Allah semoga terlimpah kepada Kepada Yasin sang kekasih Allah. Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan petunjuk Rasulullah. Dan juga kepada setiap pejuang di jalan Allah. Dan para pahlawan pada perang badar. Wahai Tuhanku, semoga Engkau berkenan menyelamatkan umat. Dari bencana dan siksa. Dan dari susah dan kesempitan. Sebab berkahnya sahabat ahli badar ya Allah"

4. Sholawat Ya Nabi Salam Alaika

يَا نَبِيَّ سَلَامٌ عَلَيْكَ، يَا رَسُولَ سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

أَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبَدُورُ مِثْلَ حُسْنِكَ مَا رَأَيْنَا، قَط يَا وَجْهَ السُّرُورِ

يَا نَبِيَّ سَلَامٌ عَلَيْكَ، يَا رَسُولَ سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

أنتَ شمسٌ أنْتَ بَدْرٌ، أَنْتَ نُورٌ فَوْقَ نُورٍ أنتَ إكسير وَغَالٍ، أَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُورِ

يَا نَبِيَّ سَلَامُ عَلَيْكَ، يَا رَسُولَ سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

يا حبيبي يا مُحَمَّدُ، يَا عَرُوسَ الْخَافِقَيْنِ يَا مُؤَيَّدُ يَا مُمَجَّدُ، يَا إِمَامَ الْقِبْلَتَيْنِ

يَا نَبِي سَلَامُ عَلَيْكَ، يَا رَسُولَ سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

Ya Nabi Salam 'Alaika, Ya Rasul Salam 'Alaika
Ya Habib Salam 'Alaika, Sholawatullah 'Alaika
Asyroqol Badru 'Alaina, Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro'aina, Qottu Ya Wajha Sururii
Ya Nabi Salam 'Alaika, Ya Rasul Salam 'Alaika
Ya Habib Salam 'Alaika, Sholawatullah 'Alaika
Anta Syamsun Anta Badrun, Anta Nuurun Fauqo Nuuri
Anta Iksiru Wagholi, Anta Misbahus Shuduri
Ya Nabi Salam 'Alaika, Ya Rasul Salam 'Alaika
Ya Habib Salam 'Alaika, Sholawatullah 'Alaika
Ya Habibi Ya Muhammad, Ya 'Arusal Khofiqoini
Ya Muayyad Ya Mumajaad, Ya Imamal Qiblataini
Ya Nabi Salam 'Alaika, Ya Rasul Salam 'Alaika
Ya Habib Salam 'Alaika, Sholawatullah 'Alaika

Artinya:
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu.
Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu, sholawat (rahmat) Allah untukmu.
Bulan purnama telah terbit menyinari kami, pudarlah purnama purnama lainnya.
Belum pernah aku lihat, keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu.
Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu, sholawat (rahmat) Allah untukmu.
Engkau bagai matahari, engkau bagai bulan purnama, Engkau cahaya di atas cahaya.
Engkau bagaikan emas murni yang mahal harganya, Engkaulah pelita hati.
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu.
Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu, sholawat (rahmat) Allah untukmu.
Wahai kekasihku, wahai Muhammad, wahai pengantin tanah timur dan barat.
Wahai Nabi yang dikuatkan (dengan wahyu), wahai Nabi yang diagungkan, wahai imam dua arah kiblat.
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu.
Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu, sholawat (rahmat) Allah untukmu.

5. Sholawat Syifa

Selanjutnya, Sholawat Syifa, yang juga dikenal dengan sebutan Sholawat Thibbil Qulub, dapat diamalkan sebagai bacaan untuk bayi. Sholawat ini diyakini mengandung doa permohonan ketenangan batin serta kesembuhan dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, Sholawat Syifa kerap dibaca dengan harapan menghadirkan rasa nyaman dan perlindungan bagi si Kecil.

Berikut bacaan Sholawat Syifa beserta artinya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya: "Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, serta sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya."

Sholawat yang dibacakan sebelum tidur untuk bayi umumnya dilantunkan dengan nada pelan dan irama lembut. Dikutip dari buku Mukjizat Shalawat karya Habib Abdullah Assegaf dan Hj. Indriya R. Dani, dijelaskan bahwa membiasakan dzikir dan sholawat di lingkungan keluarga dapat menghadirkan ketenangan batin. Oleh karena itu, melantunkan sholawat sebelum bayi tidur tidak hanya berfungsi sebagai pengantar tidur, tetapi juga sebagai doa agar anak tumbuh dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.

Sholawat pengantar tidur bayi merupakan amalan sederhana yang sarat makna. Selain membantu bayi tidur lebih tenang, sholawat juga menjadi bentuk doa dan cinta orang tua kepada anak serta Rasulullah SAW. Dengan membiasakan sholawat sejak dini, diharapkan anak tumbuh dalam suasana religius yang menenangkan dan penuh keberkahan.

Keutamaan Membaca Sholawat

Sholawat merupakan salah satu amalan yang mencerminkan kecintaan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi sarana untuk meraih pahala dan keberkahan. Mengacu pada buku Mukjizat Shalawat karya Habib Abdullah Assegaf dan Hj. Indriya R. Dani dan Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna karya Syaifurrahman El-Fati terdapat sejumlah keutamaan membaca sholawat yang patut diketahui.

1. Bentuk Ketaatan terhadap Perintah Allah SWT

Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, sholawat merupakan doa yang dipanjatkan kepada Rasulullah SAW sebagai wujud kecintaan dan penghormatan kepadanya. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, serta Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, membaca sholawat berarti melaksanakan perintah Allah SWT dan menunjukkan ketaatan kepada-Nya.

2. Selaras dengan Sholawat Allah SWT kepada Rasulullah SAW

Ketika seorang Muslim bersholawat kepada Rasulullah SAW, ia berada dalam keselarasan dengan sholawat yang diberikan oleh Allah SWT dan para malaikat. Meskipun hakikat sholawat tersebut berbeda, sholawat seorang hamba berisi doa dan permohonan, sedangkan sholawat Allah SWT kepada Rasulullah SAW mengandung pujian, pengagungan, serta limpahan rahmat. Keselarasan inilah yang menunjukkan kemuliaan amalan sholawat dalam Islam.

3. Mendapat Balasan Sepuluh Kali Sholawat

Setiap sholawat yang dibaca akan dibalas oleh Allah SWT dengan sepuluh kali sholawat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim).

4. Diangkat Derajatnya oleh Allah SWT

Selain mendapatkan balasan pahala, membaca sholawat juga menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa satu kali sholawat akan diganjar dengan sepuluh rahmat sekaligus sepuluh derajat di sisi Allah SWT.

5. Menyucikan Hati dan Jiwa

Sholawat berfungsi sebagai sarana pembersih jiwa, yang membantu menenangkan batin dan menjauhkan hati dari berbagai penyakit rohani.

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Mardawih, Rasulullah SAW bersabda:

"Bersholawatlah kalian kepadaku, karena sesungguhnya sholawat itu merupakan pembersih jiwa bagi kalian."

6. Sholawat Selalu Sampai kepada Rasulullah SAW

Sholawat yang dibaca oleh seorang Muslim akan senantiasa sampai kepada Rasulullah SAW, tanpa terhalang oleh jarak dan tempat. Hal ini ditegaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan dan jangan pula menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Bersholawatlah kepadaku, karena sesungguhnya sholawat kalian akan sampai kepadaku di mana pun kalian berada." (HR. An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ahmad).



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads