5 Rukun Islam dan Kewajiban Menjalankannya

5 Rukun Islam dan Kewajiban Menjalankannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 29 Nov 2025 08:00 WIB
Ilustrasi seorang anak sedang membaca Al-Quran
Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh
Jakarta -

Sebagai seorang muslim, ada pilar-pilar utama yang menjadi pondasi kokoh keimanan dan praktik ibadah kita. Lima pilar ini dikenal sebagai rukun Islam.

Melaksanakan rukun Islam bukan haya sekedar kewajiban, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, meninggalkan satu saja dari rukun ini dapat mendatangkan dosa.

Pengertian Rukun Islam

Dinukil dari buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono, Rukun Islam memiliki arti sebagai pokok-pokok ajaran Islam. Sebagai seorang muslim, kita harus mengamalkan pokok-pokok ajaran Islam tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pokok-pokok ajaran Islam tersebut adalah mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan puasa di bulan Ramadan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Kelima pokok tersebut tidak boleh ditinggalkan, dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Sebaliknya, jika rukun Islam tersebut dikerjakan dengan ikhlas maka Allah SWT akan memberi kebahagiaan bagi orang tersebut.

ADVERTISEMENT

Balasan Allah bagi orang-orang yang mengerjakan pokok-pokok ajaran Islam adalah surga, sedangkan orang yang meninggalkannya adalah neraka. Sebagaimana HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan An-Nasai berikut,

الْإِسْلامُ أَنْ تَ؎ْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُ؀ْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الَؚْيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَؚِيلًا (رواه مسلم و اؚو داود والترمذي والنسا؊ي

Arab-Latin: Al Islamu antasyhada alla ilaha illallaha wa anna muhammadar rasulullahi watuqimassalata watu'tizzakata watasuma ramadhana watahujjalbaita inistatha'ta ilaihi sabila.

Artinya: "Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau dirikan salat, engkau bayar zakat, engkau puasa pada bulan Ramadan, dan engkau naik haji ke Baitullah, jika mampu pergi ke sana".

Dikutip dari buku Syarah Hadits Al'Arbani An Nawawiyyah oleh Zainudin, sebagaimana dijelaskan dalam HR. Al-Bukhari dan Muslim,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Mekkah dan berpuasa di bulan Ramadhan.

5 Rukun Islam

1. Syahadat

Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat merupakan bentuk persaksian adanya Allah SWT dan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Orang yang beragama Islam harus hafal dua kalimat syahadat. Berikut adalah lafal syahadat,

أَ؎ْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَ؎ْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Arab-Latin: Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah.

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

2. Salat

Menurut bahasa, salat berarti berdoa atau mengagungkan ucapan-ucapan atau perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan-ucapan yang dimaksud adalah bacaan-bacan Al-Qur'an, takbir, tasbih, tasmi, dan doa. Sedangkan yang dimaksud perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam sholat.

Allah SWT memerintahkan kita untuk menjalankan salat, sebagaimana firmannya dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 43,

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Arab-Latin: Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ū ma'ar-rāki'īn.

Artinya: "Dan dirikanlah salat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduklah/ruku bersama-sama orang yang pada ruku".

3. Zakat

Dinukil dari buku Asyiknya Belajar Rukun Islam oleh Joy Amarta dan Dini W. Tamam, zakat merupakan sejumlah harta yang wajib dibayarkan atau dikeluarkan oleh seorang muslim dan akan diterima oleh orang yang berhak. Maka hukum membayar zakat bagi umat muslim yang memenuhi persyaratan adalah wajib.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 110,

وَأَقِيمُوا الصَّلوةَ وَآتُوا الزَّكُوةً وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ ؚِمَا تَعْمَلُونَ َؚصِيرٌ

Arab-Latin: wa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâh, wa mâ tuqaddimû li'anfusikum min khairin tajidûhu 'indallâh, innallâha bimâ ta'malūna bashîr.

Artinya: "Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan".

4. Puasa Ramadan

Puasa merupakan ibadah kepada Allah SWT dalam bentuk menahan lapar dan dahaga serta menahan hawa nafsu. Dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Setiap tahun di bulan Ramadan Allah SWT memerintahkan umatnya untuk melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183,

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتَِؚ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتَِؚ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَؚْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Arab-Latin: yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba 'alaikumush-shiyâmu kama kutiba 'alalladzîna ming qablikum la'allakum tattaqûn

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

5. Naik Haji Bagi yang Mampu

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang terakhir, yakni sebuah perjalanan ke Baitullah untuk melakukan serangkaian ibadah yang menjadi rukun haji. Haji hukumnya wajib bagi yang mampu, baik mampu secara materi maupun kemampuan fisik.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97,

فِيْهِ ايْتُ َؚيِّنَتُ مَّقَامُ إِؚْرَاهِيمَ، وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الَؚْيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَؚِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَلَمِينَ

Arab-Latin: fîhi âyâtum bayyinâtum maqâmu ibrâhîm, wa man dakhalahû kâna âminâ, wa lillâhi 'alan-nâsi hijjul-baiti manistatha'a ilaihi sabîlâ, wa mang kafara fa innallâha ghaniyyun 'anil-'âlamîn

Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam".




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads