Surah Yasin Ayat 40 Arab, Arti dan Tafsirnya tentang Sunatullah

Surah Yasin Ayat 40 Arab, Arti dan Tafsirnya tentang Sunatullah

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 29 Nov 2025 17:00 WIB
Melacak Misteri Keberadaan Planet Kesembilan di Tata Surya
Benda-benda langit beredar sesuai garis edar yang ditetapkan Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam surah Yasin ayat 40. Foto: DW (News)
Jakarta -

Surah Yasin yang disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an menyimpan ayat-ayat yang mengajak manusia berpikir tentang kebesaran Allah SWT. Seperti yang terdapat dalam surah Yasin ayat 40.

Yasin adalah surah ke-36 dalam mushaf Al-Qur'an yang terdiri dari 83 ayat. Ayat 40 membicarakan garis edar matahari, bulan, serta pergantian siang dan malam yang tidak pernah meleset sedikit pun dari ketetapan-Nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah bacaan surah Yasin ayat 40 dalam tulisan Arab, latin, arti, serta penjelasan tafsirnya.

Bacaan Surah Yasin Ayat 40

لَا ال؎َّمْسُ يَنَؚْۢغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَاؚِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسَؚْحُوْنَ

ADVERTISEMENT

Arab latin: Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaឥūn

Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing berada pada garis edarnya."

Tafsir Surah Yasin Ayat 40

Berdasarkan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, surah Yasin ayat 40 menjelaskan tentang ketetapan Allah SWT yang berlaku bagi benda-benda alam. Peraturan ini disebut "sunnatullah".

"Demikianlah sunnatullah yang telah Dia tetapkan. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan sehingga keduanya bertabrakan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya yang telah digariskan untuknya," demikian bunyi tafsir ringkasnya.

Adapun menurut tafsir tahlili, sunnatullah atas benda-benda alam itu membuat matahari tidak mungkin bertabrakan dengan bulan, dan malam juga tidak mendahului siang. Semua berjalan sesuai peraturan yang ditetapkan-Nya. Masing-masing bergerak menurut garis edar yang ditetapkan-Nya.

Lebih lanjut, surah Yasin ayat 40 memberikan gambaran betapa kecilnya kekuasaan manusia, dibanding dengan kekuasaan Allah SWT yang menciptakan dan mengatur perjalanan benda-benda alam sehingga tetap berjalan dengan tertib. Manusia telah membuat bermacam-macam peraturan lalu lintas di jalan raya dilengkapi dengan rambu-rambu yang beraneka ragam. Akan tetapi kecelakaan lalu-lintas di jalan raya tetap terjadi di mana-mana. Peraturan manusia selalu menunjukkan sisi kelemahannya.




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads