Apakah Sholat Taubat Bisa Menghapus Dosa Besar?

Apakah Sholat Taubat Bisa Menghapus Dosa Besar?

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 19 Nov 2025 20:45 WIB
Apakah Sholat Taubat Bisa Menghapus Dosa Besar?
Ilustrasi mengerjakan sholat taubat. (Foto: Getty Images/Hammarby Studios)
Jakarta -

Manusia tak luput dari salah, baik perkara kecil maupun besar. Dalam Islam, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang ingin kembali dan memperbaiki diri, salah satunya lewat sholat taubat.

Mengacu kitab Fiqh us-Sunnah karya Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap dkk, dalil sholat taubat bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Ų…ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØąŲŽØŦŲŲ„Ų ŲŠŲØ°Ų’Ų†ŲØ¨Ų Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨Ų‹Ø§ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŽŲŠŲŽØĒŲŽØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲŽØąŲ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲ‰ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØēŲŲŲØąŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Tidak seorang pun yang berdosa, kemudian bangkit lantas bersuci lalu mengerjakan sholat serta memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah mengampuninya." Kemudian beliau membaca ayat ini:

ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲŲŽØšŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŽØ§Ø­ŲØ´ŲŽØŠŲ‹ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ø¸ŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø°ŲŽŲƒŲŽØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲØ°ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲ‡ŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ø°Ų‘ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲØĩŲØąŲ‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų…ŲŽØ§ ŲŲŽØšŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲĄŲŖŲĨ Ø§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ ØŦŲŽØ˛ŲŽØ§Û¤Ø¤ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲŒ ؅ؐؑ؆ؒ ØąŲ‘ŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ†Ų‘Ų°ØĒ، ØĒŲŽØŦŲ’ØąŲŲŠŲ’ ؅ؐ؆ؒ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų°ØąŲ ØŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ۗ ŲˆŲŽŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽ Ø§ŲŽØŦŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų…ŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ— ŲĄŲŖŲĻ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya). Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh)." (QS Ali-'Imran: 135-136)

Hadits tersebut diriwayatkan Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Majah, Baihaqi, dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan hadits hasan.

Dalam al-Kabir terdapat hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berwudhu dan mengerjakannya dengan sebaik-baiknya, kemudian melakukan sholat sebanyak dua rakaat atau empat rakaat wajib ataupun sunnah dengan rukuk dan sujud di dalamnya dengan sebaik-baiknya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, maka Allah mengampuninya." (HR At-Thabrani dengan sanad hasan dari Abu Darda')

Sholat Taubat Bisa Menghapus Dosa Kecil dan Besar

Sholat taubat umumnya dilakukan untuk mohon ampun atas dosa-dosa yang diperbuat. Apakah sholat taubat juga bisa menghapus dosa besar?

Ibnu Rajab dalam Jamiul Ulum wal Hikam fi Syarhi Haditsi Sayyidil Arab wal Ajm terjemahan Fadhli Bahri mengatakan dosa-dosa besar dapat dihapus dengan taubat karena Allah SWT memerintahkan hamba-Nya bertaubat dan menyebut orang yang enggan bertaubat sebagai orang zalim.

Ulama sepakat hukum taubat adalah wajib dan kewajiban itu harus ditunaikan dengan niat dan maksud. Sementara dosa kecil bisa dihapus dengan perbuatan saleh seperti wudhu, menurut pendapat Atha' dan generasi salaf lainnya.

Ibnu Rajab memaparkan sebuah riwayat yang mendukung pendapat ini dari Salman Al-Farisi, "Sesungguhnya wudhu menghapus dosa-dosa kecil, berjalan ke masjid-masjid menghapus dosa-dosa yang lebih besar darinya dan sholat menghapus dosa-dosa yang lebih besar lagi darinya." (Diriwayatkan Muhammad bin Nashr Al-Marwazi dalam Ta'dzimu Qadrish Shalat)

Sholat taubat menjadi sarana bagi seorang muslim untuk kembali kepada Allah SWT dengan penuh penyesalan, berhenti dari perbuatan dosa, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. Melalui ibadah ini, baik dosa kecil maupun dosa besar (selain syirik) dapat diampuni oleh Allah SWT jika dilakukan dengan hati yang benar-benar tulus.

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat termasuk dari sholat sunnah mutlak yang dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang atau malam. Namun, ada beberapa Waktu yang dilarang untuk melakukan sholat sunnah, yaitu dari selesai sholat Subuh sampai terbit matahari dan setelah sholat Ashar sampai tenggelam matahari.

Cara Mengerjakan Sholat Taubat

Berdasarkan hadits, sholat taubat dikerjakan dalam dua atau empat rakaat. Tata cara sholat taubat seperti salat sunnah pada umumnya, perbedaannya terletak pada niat.

1. Berniat sholat taubat

ØŖØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Ushallii sunnatat-taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Dikerjakan sendiri (munfarid)

3. Dikerjakan kapan saja tetapi lebih baik pada malam hari

4. Dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak enam rakaat dengan dua rakaat salam

Bacaan Dosa Sholat Taubat

Sholat taubat bisa disambung dengan doa dan dzikir, tepatnya setelah salam. Awali dengan istighfar 100 kali lalu baca doa berikut:

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØĒŲŽŲˆŲ’ ŲŲŲŠŲ’Ų‚ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØšŲŽØ˛Ų’Ų…ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽØŦŲØ¯Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽØ´Ų’ŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØˇŲŽŲ„ŲŽØ¨ŲŽ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØēŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØĒŲŽØšŲŽØ¨ŲØ¯ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØąŲŽØšŲ ŲˆŲŽØšŲØąŲ’ŲŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØŽŲŽØ§ŲŲŽŲƒŲŽ . Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØŽŲŽØ§ŲŲŽØŠŲ‹ ØĒŲŽØ­Ų’ØŦŲØąŲ ؁؉ ØšŲŽŲ†Ų’ Ų…ŲŽØšŲŽØ§ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŽ Ø¨ŲØˇŲŽØ§ ØšŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§Ų‹ Ø§ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØ­ŲŲ‚Ų‘Ų Ø¨ŲŲ‡Ų ØąŲØļŲŽØ§ŲƒŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲ†ŲŽØ§ ØĩŲØ­ŲŽŲƒŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’ Ø¨ŲŽØŠŲ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ‹Ø§ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØŽŲ’Ų„ŲØĩŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØĩŲŲŠØ­ŲŽØŠŲŽ Ø­ŲØ¨Ų‘Ų‹Ø§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…ŲŲˆØąŲ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ­ŲØŗŲ’Ų†ŲŽ Ø¸ŲŽŲ†Ų‘Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ . ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŽŲŽØ§Ų„ŲŲ‚ŲŽ Ų†ŲŲˆŲ’ØąŲ

Allāhumma innÄĢ as'aluka taufÄĢqa ahlil-hudā wa a'māla ahlittawbah wa 'azma ahlissabr wa jiddah ahlil-khashyah wa áš­alaba ahlir-raghbah wa ta'abuda ahli al-wara' wa 'irfāna ahlil-'ilmi á¸Ĩattā akhāfaka. Allāhumma ilaa as'aluka makhāfah taá¸Ĩjuru fii 'an ma'ÄášŖÄĢka á¸Ĩattā a'mala biᚭā'atika 'amalan astaá¸Ĩiqqu bihÄĢ riḍāka á¸Ĩattā ana ášŖiá¸Ĩaka fÄĢttawbah khaufan minka wa á¸Ĩattā akhliášŖa laka an-naášŖÄĢá¸Ĩata á¸Ĩubban laka wa á¸Ĩattā atawakkala 'alayka fÄĢ al-umÅĢri kullihā wa á¸Ĩusna áē“anni bika. Subá¸Ĩānā khāliqa nÅĢr.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu taufiq (pertolongan) orang-orang yang mendapatkan petunjuk (hidayah), dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara), dan ma'rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan ketaatan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridha-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha Suci Dzat yang Menciptakan Cahaya."

Bisa juga membaca sayyidul istighfar berikut:

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲŠ Ų„Ø§ŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØŒ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØšŲ’ØĒŲØŒ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ų…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ†ŲŽØšŲ’ØĒŲØŒ ØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ØĄŲ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽŲ‘ØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ØĄŲ Ø¨ŲØ°ŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲŠØŒ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’Ų„ŲŲŠØŒ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ø°Ų‘ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ

Allahumma anta rabbÄĢ lā ilaha illa anta, khalaqtanÄĢ wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaáš­a'tu, a'uÅŧu bika min syarri mā ášŖana'tu, abÅĢ'u laka bini'matika 'alayya, wa abÅĢ'u biÅŧanbÄĢ, fagfirlÄĢ, fa innahu lā yagfiruÅŧ zunÅĢba illā anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau-lah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji dan ikrarku pada-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku akui nikmat-nikmat-Mu kepadaku dan aku akui dosa-dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau." (HR Bukhari, shahih dalam Ash-Shahihah)

Bisa juga mengamalkan doa taubat Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa, seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur'an. Berikut bacaannya:

ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ†ŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲ°ØŗŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Rabbanā áē“alamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tará¸Ĩamnā lanakÅĢnanna minal-khāsirÄĢn(a).

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS Al-'Araf: 23)




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads