Sholat Idul Adha adalah sholat hari raya yang dilakukan pada 10 Dzulhijjah. Tata cara pelaksanaannya seperti sholat Idul Fitri.
Dalam kitab Ahkam Ash-Sholah karya Syaikh Ali Raghib yang diterjemahkan M. Abdillah al-Faqih dan M. al-Mu'tashim Billah dijelaskan, sholat Idul Adha dikerjakan dalam dua rakaat. Ketentuan ini bersandar pada hadits yang dituturkan Umar RA,
ŘľŮŮŮا؊٠اŮŮŘŁŮŘśŮŘŮŮ ŘąŮŮŮŘšŮŘŞŮاŮŮ ŮŮŘľŮŮŮا؊٠اŮŮŮŮءŮع٠عŮŮŮŘšŮŘŞŮاŮŮ ŮŮŘľŮŮŮا؊٠اŮŘłŮŮŮع٠عŮŮŮŘšŮŘŞŮاŮŮ ŮŮŘľŮŮŮا؊٠اŮŮŘŹŮŮ ŮŘšŮŘŠŮ ŘąŮŮŮŘšŮŘŞŮاŮŮ ŘŞŮŮ Ůا٠٠ŮŮŮŮس٠بŮŮŮŘľŮع٠ؚŮŮŮŮ ŮŮŘłŮاŮŮ Ů ŮŘŮŮ ŮŮد٠ŮŮ ŮŮŮŮŘŻŮ ŘŽŮاب٠٠ŮŮ٠اŮŮŘŞŮŘąŮŮ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sholat Idul Adha itu dua rakaat; sholat Idul Fitri itu dua rakaat; sholat safar itu dua rakaat; dan sholat Jumat itu juga genap dua rakaat tanpa diqashar berdasarkan sabda Nabi kalian. Sungguh merugi orang yang mengada-ada." (HR an-Nasa'i, Ibn Majah, dan Ahmad)
Tata Cara Sholat Idul Adha
Tata cara sholat Idul Adha seperti sholat Idul Fitri. Perbedaan terletak pada niat. Merangkum buku Fiqih Islam Terjemahan Matn Al-ghayah Wat Taqrib karya M. Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, berikut tata cara sholat Idul Adha lengkap dengan bacaannya.
1. Membaca Niat
Bacaan niat sholat Idul Adha sendiri:
اŮŘľŮŮŮŮŮ ŘłŮŮŮŮŘŠŮ ŮŮŘšŮŮŮد٠اŮŮŘŁŮŘśŮŘŮŮ ŘąŮŮŮŘšŮŘŞŮŮŮŮŮ ŘŁŮŘŻŮاإ٠ŮŮŮŮŮ ŘŞŮŘšŮاŮŮŮ
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak'atayni adÄ'an lillÄhi ta'ÄlÄ.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat sholat Idul Adha berjamaah sebagai makmum:
ŘŁŮŘľŮŮŮŮŮ ŘłŮŮŮŮŘŠŮ ŮŘšŮŮŮد٠اŮŮŘŁŮŘśŮŘŮŮ ŘąŮŮŮŘšŮŘŞŮŮŮŮŮ Ů ŮŘŁŮŮ ŮŮŮŮ Ůا ŮŮŮŮŮ ŘŞŮŘšŮŮŮŮŮاŮŮŮ
Usholli rak'ataini sunnatan ai'idil Adha ma'muman lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."
Bacaan niat sholat Idul Adha berjamaah sebagai imam:
ŘŁŮŘľŮŮŮŮŮ ŘłŮŮŮŮŘŠŮ ŮŘšŮŮŮد٠اŮŮŘŁŮŘśŮŘŮŮ ŘąŮŮŮŘšŮŘŞŮŮŮŮŮ ŘĽŮŮ Ůا٠Ůا ŮŮŮŮŮ ŘŞŮŘšŮŮŮŮŮاŮŮŮ
Usholli rak'ataini sunnatan ai'idil Adha imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
Bacaan takbiratul ihram:
اŮŮŮŮŮŮ ŘŁŮŮŮبŮŘąŮ
Allahu akbar
Artinya: "Allah Mahabesar."
3. Membaca Doa Iftitah
Ada beberapa versi doa iftitah yang bisa dibaca. Pertama, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA.
اŮŮŮŮŮŮŮŮ Ů٠بŮاؚŮد٠بŮŮŮŮŮŮ ŮŮبŮŮŮŮŮ ŘŽŮءŮاŮŮاŮŮ ŮŮŮ Ůا بŮاؚŮŘŻŮت٠بŮŮŮŮ٠اŮŮŮ ŮŘ´ŮŘąŮŮŮ ŮŮاŮŮŮ ŮŘşŮŘąŮب٠. اŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮ ŮŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŮŮ٠اŮŮŘŽŮءŮاŮŮا ŮŮŮ Ůا ŮŮŮŮŮŮŮ٠اŮŘŤŮŮŮŮب٠اŮŘŁŮبŮŮŮ؜٠٠ŮŮ٠اŮŘŻŮŮŮŮس٠. اŮŮŮŮŮŮŮ Ů٠اغŮŘłŮŮŮ ŘŽŮءŮاŮŮاŮ٠بŮاŮŮŮ Ůاإ٠ŮŮاŮŘŤŮŮŮŮŘŹŮ ŮŮاŮŮبŮŘąŮŘŻŮ"
Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun sebersih-bersihnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Kedua, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Ali RA.
اŮŮŮŮ٠اŮŮŮبŮع٠ŮŮبŮŮŮŘąŮا ŮŮاŮŮŘŮŮ ŮŘŻŮ ŮŮŮŮŮŮ ŮŮŘŤŮŮŮŘąŮا ŮŮŘłŮبŮŘŮاŮ٠اŮŮŮ٠بŮŮŮŘąŮŘŠŮ ŮŮاŮŘľŮŮŮŮŮا. اŮŮŮŮŮ ŮŮŘŹŮŮŮŮŘŞŮ ŮŮŘŹŮŮŮŮŮ ŮŮŮŮŮذŮŮŮ ŮŮءŮŘąŮاŮŘłŮŮŮ ŮاŮŮات٠ŮŮاŮŮاŮŘąŮ؜٠ŘŮŮŮŮŮŮŮا Ů ŮŘłŮŮŮŮ Ůا ŮŮŮ Ůا اŮŮŮا Ů ŮŮ٠اŮŮŮ ŮŘ´ŮŘąŮŮŮŮŮŮŮ. اŮŮŮŮ ŘľŮŮŮاتŮŮŮ ŮŮŮŮŘłŮŮŮŮŮ ŮŮŮ ŮŘŮŮŮاŮŮ ŮŮŮ ŮŮ ŮاتŮŮŮ ŮŮŮŮŮŮ ŘąŮبŮ٠اŮŮŘšŮا ŮŮŮ ŮŮŮŮŮ. Ůا٠شŮŘąŮŮŮŮŮ ŮŮŮŮ ŮŮبŮذŮŮŮŮ٠اŮŮ ŮŘąŮŘŞŮ ŮŮاŮŮŮا Ů ŮŮ٠اŮŮŮ ŮŘłŮŮŮŮ ŮŮŮŮŮ"
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."
4. Takbir 7 Kali pada Rakaat Pertama
Di antara takbir bisa membaca doa berikut:
ŘłŮبŮŘŮاŮ٠اŮŮŮŮŮŮ ŮŮاŮŮŘŮŮ ŮŘŻŮ ŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮŮا٠ؼŮŮŮŮŮ ŘĽŮŮاŮ٠اŮŮŮŮŮŮ ŮŮاŮŮŮŮŮŮ ŘŁŮŮŮبŮŘąŮ
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
5. Membaca Surah Al Fatihah
بŮŘłŮ٠٠اŮŮŮٰŮ٠اŮŘąŮŮŘŮ٠ٰŮ٠اŮŘąŮŮŘŮŮŮŮ Ů ŮĄ اŮŮŮŘŮŮ ŮŘŻŮ ŮŮŮŮٰŮŮ ŘąŮبŮ٠اŮŮؚٰŮŮŮ ŮŮŮŮŮŰ Ů˘ اŮŘąŮŮŘŮ٠ٰŮ٠اŮŘąŮŮŘŮŮŮŮ ŮŰ ŮŁ ٠ٰŮŮŮŮ ŮŮŮŮ٠٠اŮŘŻŮŮŮŮŮŮŰ Ů¤ اŮŮŮŮاŮŮ ŮŮŘšŮبŮŘŻŮ ŮŮاŮŮŮŮاŮŮ ŮŮŘłŮŘŞŮŘšŮŮŮŮŮŰ ŮĽ اŮŮŮŘŻŮŮŮا اŮŘľŮŮŘąŮاء٠اŮŮŮ ŮŘłŮŘŞŮŮŮŮŮŮ ŮŰ ŮŚ ŘľŮŘąŮاء٠اŮŮŮذŮŮŮŮ٠اŮŮŮŘšŮŮ ŮŘŞŮ ŘšŮŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŰŰ ŘşŮŮŮع٠اŮŮŮ ŮŘşŮŘśŮŮŮب٠ؚŮŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŮŮŮŮا اŮŘśŮŮاۤŮŮŮŮŮŮ٠࣠٧
BismillÄhir-raḼmÄnir-raḼčm al-Ḽamdu lillÄhi rabbil-'ÄlamÄŤn ar-raḼmÄnir-raḼčm mÄliki yaumid-dÄŤn iyyÄka na'budu wa iyyÄka nasta'ÄŤn ihdinaᚣ-ᚣirÄášal-mustaqÄŤm ᚣirÄášallaşčna an'amta 'alaihim gairil-magá¸áťĽbi 'alaihim wa laá¸-á¸ÄllÄŤn
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
6. Membaca Salah Satu Surah Al-Qur'an
Surah yang dibaca oleh Rasulullah SAW adalah surah Qaf pada rakaat pertama dan surat Al Qamar pada rakaat kedua.
Hal tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Ubaidillah bin Abdullah, bahwa Umar bin Khattab RA pernah bertanya kepada Abu Waqid al Laitsi, "Surah apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika salat Idul Adha dan Idul Fitri?" Dia menjawab, "Ketika salat beliau membaca surah Qaaf, wal quraanil majiid dan surah Iqtarabatis saa'atu wansyaqqal qamaru." (HR Bukhari dan Muslim)
Bisa juga membaca surah Al A'laa pada raka'at pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
Bacaan surah-surah tersebut dapat diakses di sini.
7. Melanjutkan Gerakan Sholat Pada Umumnya
Setelah membaca surah dalam Al-Qur'an dilanjutkan rukuk, itidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua.
Pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali. Selanjutnya membaca surah Al Fatihah, dilanjutkan membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an, ruku, itidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan diakhiri salam.
Sunnah dalam Sholat Idul Adha
Ada beberapa sunnah saat akan melakukan sholat Idul Adha. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin yang diterjemahkan Muhammad Ahsan bin Usman mengatakan, sholat Id sunnah dilakukan di tempat terbuka atau lapangan, kecuali berada di Masjidil Haram dan Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsa) atau dalam keadaan hujan yang tidak memungkinkan sholat di lapangan.
Disunnahkan juga bagi kaum muslim untuk bertakbir ketika keluar rumah menuju lapangan atau tempat sholat Id dan berhenti saat mengerjakan sholat Id.
Sunnah lain terkait Idul Adha turut dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Belajar Shalat untuk Anak karya Nurul Ihsan. Dikatakan, Rasulullah SAW tidak makan dulu sebelum sholat Id dan baru makan setelah pulang.
Diriwayatkan dari Buraidah RA, ia berkata: "Nabi Muhammad SAW tidak berangkat pada waktu Idul Fitri sebelum makan dulu, dan tidak makan pada waktu Idul Adha sebelum pulang." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
(aeb/kri)

Komentar Terbanyak
Kenapa Tape Halal Padahal Mengandung Alkohol?
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW