Takdir setiap makhluk telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Menurut suatu pendapat yang bersandar pada riwayat Ibnu Umar RA, takdir tersebut mungkin masih bisa berubah. Begini cara mengubahnya.
Lauhul Mahfudz adalah kitab yang berada di tempat yang tinggi dan terjaga dari penambahan, pengurangan, penyimpangan, dan perubahan, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir. Menurut Muqatil, Lauhul Mahfudz berada di kanan 'Arasy.
Dalam riwayat yang berasal dari Ibnu Abbas RA, Lauhul Mahfudz ini terbuat dari mutiara putih yang panjangnya seperti jarak antara langit dan bumi dengan lebar sama seperti jarak antara masyriq dan magrib. Rasulullah SAW bersabda,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŲØ§ Ų ŲØŲŲŲŲØ¸Ųا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØąŲŲØŠ Ø¨ŲŲŲØļŲØ§ØĄŲØ ØĩŲŲŲØŲØ§ØĒŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØĒŲØŠŲ ØŲŲ ŲØąŲØ§ØĄŲØ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲØąŲØ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ØŗŲØĒŲŲŲŲŲ ŲŲØĢŲŲŲØ§ØĢŲŲ ŲØ§ØĻŲØŠŲ ŲŲØŲØ¸ŲØŠŲØ ŲŲØŽŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØ˛ŲŲŲØ ŲŲŲŲŲ ŲŲØĒŲ ŲŲŲŲØŲŲŲŲØ ŲŲŲØšŲØ˛ŲŲ ŲŲŲØ°ŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲØ´ŲØ§ØĄŲ
Artinya: "Sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan Lauh Mahfuz dari mutiara yang putih, lembaran-lembarannya dari yaqut merah, dan qalamnya dari nur (cahaya) dan tintanya dari nur pula. Setiap hari Allah memerintahkan kepada Lauh Mahfuz sebanyak tiga ratus enam puluh perintah untuk menciptakan, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, memuliakan, menghinakan, dan Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya." (HR At-Thabrani)
Lauhul Mahfudz juga disebut sebagai kitab catatan takdir. Allah SWT berfirman dalam surah Al Hadid ayat 22-23,
Ų ŲØ§Ų Ø§ŲØĩŲØ§Ø¨Ų Ų ŲŲŲ Ų ŲŲØĩŲŲŲØ¨ŲØŠŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ ŲŲØĒŲ°Ø¨Ų Ų ŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲØ§ ÛØ§ŲŲŲŲ Ø°Ų°ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØŗŲŲŲØąŲÛ ŲĸŲĸ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŖŲØŗŲŲŲØ§ ØšŲŲŲ°Ų Ų ŲØ§ ŲŲØ§ØĒŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØąŲØŲŲŲØ§ بŲŲ ŲØ§Ų Ø§Ų°ØĒŲ°ŲŲŲŲ Ų ÛŲŲØ§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØŲØ¨ŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲØŽŲØĒŲØ§ŲŲ ŲŲØŽŲŲŲØąŲÛ ŲĸŲŖ
Artinya: "Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi, takdir yang tercatat dalam Lauh Mahfudz mungkin bisa berubah. Hal ini bersandar pada firman Allah SWT dalam surah Ar Ra'd ayat 39.
ŲŲŲ ŲØŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲØ´ŲØ§Û¤ØĄŲ ŲŲŲŲØĢŲØ¨ŲØĒŲ ÛŲŲØšŲŲŲØ¯ŲŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĒŲ°Ø¨Ų ŲŖŲŠ
Artinya: "Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Di sisi-Nyalah terdapat Ummul-KitÄb (Lauh Mahfuz)."
Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat tersebut. Menurut riwayat Ibnu Abbas RA sebagaimana termuat dalam Tafsir Ibnu Katsir, Allah menghapuskan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali nasib celaka, nasib bahagia, hidup, dan mati. Mujahid juga mengatakan, takdir bisa berubah kecuali hidup, mati, celaka, dan bahagia.
Sementara itu, dalam riwayat Ibnu Umar RA, ia pernah berdoa dalam tawafnya di Baitullah seraya menangis, "Ya Allah jika engkau telah menetapkan aku sebagai orang yang celaka maka hapuslah kecelakaanku, dan tulislah aku sebagai orang yang bahagia."
Dari perbedaan pendapat tersebut, Ibnu Katsir menyimpulkan bahwa takdir itu dapat dihapus oleh Allah SWT menurut kehendak-Nya dan Dia menetapkan apa yang menjadi kehendak-Nya atas takdir itu.
Cara Mengubah Takdir
Ada beberapa cara untuk mengubah takdir yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Menurut buku 30 Hari Meraih Kekuatan Zikir karya Muhammad Arifin Ilham, dua di antara cara mengubah takdir adalah dengan berdoa dan berikhtiar.
Hal tersebut bersandar pada firman Allah SWT dalam surah Ar Ra'd ayat 11
ŲŲŲŲ Ų ŲØšŲŲŲŲØ¨Ų°ØĒŲ Ų ŲŲŲŲÛĸ بŲŲŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲŲŲØ¸ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲØąŲ اŲŲŲŲ°ŲŲ ÛØ§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲŲØąŲ Ų ŲØ§ بŲŲŲŲŲŲ Ų ØŲØĒŲŲ°Ų ŲŲØēŲŲŲŲØąŲŲŲØ§ Ų ŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§Ų Ø§ŲØąŲØ§Ø¯Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲ Ų ØŗŲŲŲÛ¤ØĄŲØ§ ŲŲŲŲØ§ Ų ŲØąŲدŲŲ ŲŲŲŲ ÛŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲŲŲ Ø¯ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲ ŲĄŲĄ
Artinya: "Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.:
Dan dalam hadits yang termuat dalam Al-Musnad, Sunan Ibnu Majah, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah.
ŲŲØ§ ŲŲØąŲدŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØ¯ŲŲØšŲØ§ØĄŲ
Artinya: "Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa."
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengatakan dalam adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah, hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menolak dengan doa atas apa yang telah Dia tetapkan atas hamba-Nya.
Para ulama menyebut, takdir yang bisa diubah dengan doa dan ikhtiar ini adalah takdir mu'allaq.
Wallahu a'lam.
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace