Surah Al Hasyr merupakan surah ke-59 dalam Al-Qur'an. Surah Al Hasyr terdiri dari 24 aayat dan termasuk dlam golongan surat Madaniyyah.
Menurut Abdullah dalam Tafsir Ibnu Katsir Volume 7, surah Al-Hasyr diturunkan berkenaan dengan Bani an-Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.
Mengutip buku Tafsir Al-Lubab Jilid 4 karya M Quraish Shihab, surah Al-Hasyr berisikan uraian mengenai peristiwa pengusiran Bani an-Nadhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada surah Al-Hasyr ayat 18-24 mengandung tatanan Asmaul Husna.
Bacaan Surah Al-Hasyr Ayat 18-24
Berikut merupakan bacaan surah Al-Hasyr ayat 18-24,
Ayat 18
ŲŲ°ŲØ§ŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§Ų°Ų ŲŲŲŲØ§ اØĒŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØĒŲŲŲØ¸ŲØąŲ ŲŲŲŲØŗŲ Ų ŲŲØ§ ŲŲØ¯ŲŲŲ ŲØĒŲ ŲŲØēŲØ¯ŲÛ ŲŲØ§ØĒŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ÛØ§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØŽŲØ¨ŲŲŲØąŲ ÛĸبŲŲ ŲØ§ ØĒŲØšŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲĄŲ¨
Arab latin: yÄ ayyuhallaÅŧÄĢna ÄmanuttaqullÄha waltanáēur nafsum mÄ qaddamat ligad, wattaqullÄh, innallÄha khabÄĢrum bimÄ ta'maláģĨn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Ayat 19
ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØŗŲ°ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ ŲÛ Ø§ŲŲŲŲ°Û¤ŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ°ØŗŲŲŲŲŲŲŲ ŲĄŲŠ
Arab latin: wa lÄ takáģĨnáģĨ kallaÅŧÄĢna nasullÄha fa ansÄhum anfusahum, ulÄ`ika humul-fÄsiqáģĨn
Artinya: "Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."
Ayat 20
ŲŲØ§ ŲŲØŗŲØĒŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ ŲŲØ§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲÛ Ø§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ§Û¤ŲŲŲØ˛ŲŲŲŲŲ ŲĸŲ
Arab latin: lÄ yastawÄĢ aášŖ-á¸ĨÄbun-nÄri wa aášŖ-á¸ĨÄbul-jannah, aášŖ-á¸ĨÄbul-jannati humul-fÄ`izáģĨn
Artinya: "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
Ayat 21
ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲ°Ø°ŲØ§ اŲŲŲŲØąŲØ§Ų°ŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ØŦŲØ¨ŲŲŲ ŲŲŲØąŲاŲŲŲØĒŲŲŲ ØŽŲØ§Ø´ŲØšŲØ§ Ų ŲŲØĒŲØĩŲØ¯ŲŲØšŲا Ų ŲŲŲŲ ØŽŲØ´ŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲ°ŲŲ ÛŲŲØĒŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲŲ ŲØĢŲØ§ŲŲ ŲŲØļŲØąŲبŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲØąŲŲŲŲŲ ŲĸŲĄ
Arab latin: lau anzalnÄ hÄÅŧal-qur`Äna 'alÄ jabalil lara`aitaháģĨ khÄsyi'am mutaášŖaddi'am min khasy-yatillÄh, wa tilkal-amᚥÄlu naá¸ribuhÄ lin-nÄsi la'allahum yatafakkaráģĨn
Artinya: "Seandainya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."
Ayat 22
ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲ ŲŲØ§Ų اŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲÛ ØšŲØ§ŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØēŲŲŲØ¨Ų ŲŲØ§ŲØ´ŲŲŲŲØ§Ø¯ŲØŠŲÛ ŲŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ Ų°ŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲŲ Ų ŲĸŲĸ
Arab latin: huwallÄhullaÅŧÄĢ lÄ ilÄha illÄ huw, 'Älimul-gaibi wasy-syahÄdah, huwar-raá¸ĨmÄnur-raá¸ĨÄĢm
Artinya: "Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. (Dialah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Ayat 23
ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲ ŲŲØ§Ų اŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ Û Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲ Ø§ŲØŗŲŲŲŲ°Ų Ų Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲØ˛ŲŲŲØ˛Ų اŲŲØŦŲØ¨ŲŲØ§ØąŲ اŲŲŲ ŲØĒŲŲŲØ¨ŲŲØąŲÛ ØŗŲØ¨ŲØŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØšŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØ´ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲĸŲŖ
Arab latin: huwallÄhullaÅŧÄĢ lÄ ilÄha illÄ huw, al-malikul-quddáģĨsus-salÄmul-mu`minul-muhaiminul-'azÄĢzul-jabbÄrul-mutakabbir, sub-á¸ĨÄnallÄhi 'ammÄ yusyrikáģĨn
Artinya: "Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. Dia (adalah) Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahadamai, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Mengawasi, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
Ayat 24
ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲØŽŲاŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ¨ŲØ§ØąŲØĻŲ Ø§ŲŲŲ ŲØĩŲŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØŗŲŲ ŲØ§Û¤ØĄŲ اŲŲØŲØŗŲŲŲ°ŲÛ ŲŲØŗŲبŲŲØŲ ŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ Ų°ŲŲ°ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲÛ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲØ˛ŲŲŲØ˛Ų اŲŲØŲŲŲŲŲŲ Ų āŖ ŲĸŲ¤
Arab latin: huwallÄhul-khÄliqul-bÄri`ul-muášŖawwiru lahul-asmÄ`ul-á¸ĨusnÄ, yusabbiá¸Ĩu laháģĨ mÄ fis-samÄwÄti wal-ará¸, wa huwal-'azÄĢzul-á¸ĨakÄĢm
Artinya: "Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Tafsir Al-Hasyr Ayat 18-24
Mengutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Volume 7 karya Abdullah, tafsir dari surah Al-Hasyr ayat 18-24 yaitu:
Ayat 18-20
Pada ayat ini, terdapat perintah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah, melaksanakan semua perintah-Nya, dan meninggalkan semua larangan-Nya.
Allah SWT akan memuliakan orang-orang baik dan menghinakan orang-orang yang jahat.
Ayat 21-24
Ayat ke-21 sampai 24 merupakan 3 ayat terakhir dari surah Al-Hasyr. Beberapa Asmaul Husna disebutkan dalam ayat ini.
Ayat ini mengandung makna bahwa sebagai seorang muslim hendaknya mendengar dan memahami firman-firman Allah SWT, dan juga tunduk kepada-Nya.
Umat muslim yang membaca tiga ayat terakhir ini akan didoakan oleh 70.000 Malaikat hingga sore hari, jika meninggal pada hari itu termasuk mati syahid, dan akan mendapatkan kedudukan yang sama. MasyaAllah!
(dvs/dvs)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru