10 Hari Terakhir Rajab, Ini Bacaan Dzikir dan Istighfar yang Dianjurkan

10 Hari Terakhir Rajab, Ini Bacaan Dzikir dan Istighfar yang Dianjurkan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 10 Jan 2026 06:00 WIB
10 Hari Terakhir Rajab, Ini Bacaan Dzikir dan Istighfar yang Dianjurkan
Ilustrasi membaca dzikir 10 hari terakhir bulan Rajab. Foto: Mohamed Hassan/Pixabay
Jakarta -

Menjelang bulan Syaban dan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar pada sepuluh hari terakhir bulan Rajab sebagai persiapan ibadah yang bermakna.

Bulan Rajab sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam kalender Islam, sehingga waktu ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki bulan berikutnya.

Dengan memahami bacaan dzikir dan istighfar yang dianjurkan, sepuluh hari terakhir Rajab dapat dimanfaatkan untuk amalan yang membawa ketenangan jiwa dan keberkahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dzikir yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Rajab

Pada sepuluh hari terakhir bulan Rajab, tepatnya tanggal 21-30, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan memohon ampun sebagai persiapan batin menghadapi bulan Syaban dan Ramadan. Periode akhir bulan ini menjadi momen evaluasi diri atas amal yang telah dilakukan sejak awal Rajab.

Dzikir yang dilakukan pada sepuluh hari terakhir Rajab juga mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba, yang menyadari bahwa setiap amal hanya akan diterima dengan rahmat Allah SWT. Adapun bacaan dzikir yang dianjurkan untuk diamalkan pada tanggal 21 hingga 30 Rajab adalah sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

Membaca kalimat berikut 100 kali:

سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفِ

Latin: Subhaanallaahir Ra-uuf.

Artinya: "Maha suci Allah, Yang Maha belas kasihan."

Membaca surah al-Ikhlas sebanyak 11 kali:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul lahū kufuwan aḥad

Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS al-Ikhlas 1-4)

Amalan Lain yang Dianjurkan di 10 Terakhir Rajab

Selain memperbanyak dzikir, pada sepuluh hari terakhir Rajab terdapat beberapa amalan khusus yang dianjurkan, terutama pada malam yang memiliki keutamaan, seperti malam tanggal 27 Rajab yang bertepatan dengan peristiwa Isra Mi'raj dan turunnya perintah salat.

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin terjemahan Muhammad Ahsan bin Usman menyebutkan sebuah hadits Rasulullah SAW bahwa barang siapa beribadah pada malam yang mempunyai keutamaan itu pahalanya setara dengan melakukan kebaikan selama 100 tahun (disebutkan oleh Suyuthi dalam Ad-Daar Al-Mantsur, 4/186).

Amalan yang dianjurkan pada malam itu antara lain salat 12 rakaat, membaca surah tertentu setelah Al-Fatihah setiap rakaat, menutup setiap dua rakaat dengan tahiyat, lalu membaca dzikir "Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, Allahu Akbar" sebanyak 100 kali. Selanjutnya, dianjurkan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW 100 kali dan berdoa sesuai kebutuhan dunia maupun akhirat. Bagi yang melanjutkan dengan puasa di siang harinya, doanya akan lebih mudah dikabulkan, selama tidak masih melakukan maksiat.

Doa Bulan Rajab

Dikutip dari Mafatih Al Jinan edisi Indonesia karya Syaikh Abbas Al Qummi, terdapat amalan yang tidak terikat waktu ketika bulan Rajab. Salah satunya adalah berdoa kepada Allah SWT.

Diriwayatkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin AS membaca doa berikut di Hijir pada permulaan bulan Rajab:

يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِينَ وَ يَعْلَمُ ضَمِيرَ الصَّامِتِينَ، لِكُلِّ مَسْأَلَةٍ مِنْكَ سَمْعُ حَاضِرو جَوَابُ عَتِيدُ اللَّهُمَّ وَمَوَاعِيْدُكَ الصَّادِقَةُ وَأَيَا دِيْكَ الْفَاضِلَةُ وَرَحْمَتُكَ الْوَاسِعَةُ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّي عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَنْ تَقْضِيَ حَوَانجي لِلدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Yā man yamliku ḥawāʾijal sāʾilīn, wa yaʿlamu ḍamīras ṣāmitīn, likulli masʾalatin minka samʿun ḥāḍirun wa jawābun ʿatīd. Allāhumma wa mawāʿīdukaṣ ṣādiqah, wa ayādīkal fāḍilah, wa raḥmatukal wāsiʿah. Fa-asʾaluka an tuṣalliya ʿalā Muḥammadin wa āli Muḥammad, wa an taqḍiya ḥawāʾijī lid-dunyā wal-ākhirah, innaka ʿalā kulli shayʾin qadīr.

Artinya: "Wahai Yang mengabulkan segala kebutuhan orang-orang yang memohon. Wahai Yang Tahu kata hati orang-orang yang diam. Engkau selalu mendengar dan menjawab setiap permohonan. Ya Allah! Janji-Mu benar. Karunia-Mu melimpah. Rahmat-Mu luas. Maka aku memohon-Mu agar menganugerahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad agar memenuhi kebutuhanku di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Mahamampu atas segala sesuatu."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads