4 Perkara Ini Jadi Penghalang Siksa Kubur, Ada Amalan Sehari-hari

4 Perkara Ini Jadi Penghalang Siksa Kubur, Ada Amalan Sehari-hari

Rahma Harbani - detikHikmah
Rabu, 02 Agu 2023 06:30 WIB
4 Perkara Ini Jadi Penghalang Siksa Kubur, Ada Amalan Sehari-hari
Ilustrasi. Ini perkara yang menjadi penghalang siksa kubur. (Foto: Dok. Boredpanda)
Jakarta -

Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah menyebutkan beberapa perkara baik yang dapat menyelamatkan muslim dari siksa kubur. Perkara tersebut juga mencakup amalan-amalan sholeh seseorang.

Sebab, bekal terbaik yang dibawa muslim untuk alam kubur kelak adalah amal sholehnya. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu riwayat hadits bahwa satu hal yang senantiasa mengiringi jenazah adalah amalnya.

؊ØĒŲ’Ø¨ØšŲ Ø§Ų„Ų…ŲŠŲ’ØĒŲŽ ØĢŲ„Ø§ØĢŲŽØŠŲŒ: ØŖŲ‡Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲ…Ø§Ų„ŲŲ‡ ŲˆØšŲ…ŲŽŲ„ŲŲ‡ØŒ ŲŲŠØąŲ’ØŦŲØš اØĢŲ†Ø§Ų†Ų ŲˆŲŠØ¨Ų’Ų‚ŲŽŲ‰ ŲˆØ§Ø­ŲØ¯ŲŒ: ŲŠØąØŦØšŲ ØŖŲ‡Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲ…Ø§Ų„ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŠØ¨Ų‚ŲŽŲ‰ ØšŲ…Ų„ŲŲ‡Ų

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Mengiringi mayat (ke kuburannya) diikuti oleh tiga perkara. Maka pulang kembali dua perkara dan tetap tinggal bersamanya satu perkara. Mayat diiringi oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka pulang kembali keluarga dan hartanya dan tetap tinggal amal perbuatannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Siksa kubur dapat dibuktikan keberadaannya melalui keterangan hadits-hadits yang pernah disabdakan Rasulullah SAW. Salah satunya dari hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah mendengar sendiri siksa kubur yang tengah dialami penghuni kubur. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata,

ADVERTISEMENT

ØšŲŽŲ†Ų’ Ø§ŲŽØ¨ŲŲ‰ Ų‡ŲØąŲŽŲŠŲ’ØąŲŽØŠŲŽ ØąŲŽØļŲŲ‰ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ…Ų’Ø´ŲŲ‰ Ų…ŲŽØšŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲŲŽŲ…ŲŽØąŲŽØąŲ’Ų†ŲŽØ§ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡Ų ŲŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲˆŲ’ Ų†ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØĒŲŽØēŲŽŲŠŲ‘ŲŽØąŲØ­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØąŲŽØšŲŽØ¯ŲŽŲƒŲŲ…Ų‘Ų Ų‚ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Øĩؐ؇ؐ ŲŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: Ø§ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĒŲŽØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ØŖŲŽØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲ ؟ ŲŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ø°ŲŽØ§ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§Ų†ŲŽØ¨ŲŲ‰Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲØŸ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§Ų†Ų ØąŲŽØŦŲŲ„ŲŽØ§ ؆ؐ ŲŠŲØšŲŽØ°Ų‘ŲŽØ¨ŲŽØ§Ų†Ų ؁ؐ؉ Ų‚ŲØ¨ŲŲˆŲ’ØąŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų‹Ø§Ø´ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ø¯Ų‹Ø§ŲŲŲ‰ Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨Ų Ų‡ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†Ų ŲŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ Ø°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽØŸ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯Ų Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŽŲŽØąŲŲŠŲØ¤Ų’Ø°ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲŽ Ø¨ŲŲ„ŲØŗŲŽØ§Ų†ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ…Ų’Ø´ŲŲ‰ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŠŲ ŲŲŽØ¯ŲŽØšŲŽØ§Ø¨ŲØŦŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽ ØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ؅ؐ؆ؒ ØŦŲŽØąŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ­Ų’Ų„Ų ŲŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ؁ؐ؉ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲŲˆŲŽØ§Ø­ŲØ¯ŲŽØŠ , Ų‚ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲˆŲŽŲ‡ŲŽŲ„Ų’ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ؟ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : Ų†ŲŽØšŲŽŲ…Ų’, ŲŠŲØŽŲŽŲŲ‘ŲŽŲŲ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§Ų…ŲŽØ§Ø¯ŲŽØ§Ų…ŲŽØĒŲŽØ§ØąŲŽØˇŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų.

Artinya: Suatu ketika Nabi Muhammad SAW berjalan melewati dua buah kubur, Nabi kemudian bersabda, "Kedua penghuni kubur ini sedang disiksa, padahal ia tidak disiksa karena suatu hal yang besar. Salah satu orang ini biasa berjalan mengadu domba dan yang kedua tidak menyelesaikan kencingnya (tidak bersih beristinja dari kencing)."

Pedihnya siksa kubur bahkan dijelaskan dalam firman-Nya yakni, surah Al An'am ayat 93,

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ø§ŲŽØ¸Ų’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽŲ†Ų Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØąŲ°Ų‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲƒŲŽØ°ŲØ¨Ų‹Ø§ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲŲˆŲ’Ø­ŲŲŠŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŲˆŲ’Ø­ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲŒ ŲˆŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŗŲŽØ§ŲŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„Ų ؅ؐØĢŲ’Ų„ŲŽ Ų…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Û—ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’ ØĒŲŽØąŲ°Ų“Ų‰ Ø§ŲØ°Ų Ø§Ų„Ø¸Ų‘Ų°Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲŲŲŠŲ’ ØēŲŽŲ…ŲŽØąŲ°ØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲ’ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØŠŲ Ø¨ŲŽØ§ØŗŲØˇŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’Ûš Ø§ŲŽØŽŲ’ØąŲØŦŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’Û— Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØĒŲØŦŲ’Ø˛ŲŽŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‡ŲŲˆŲ’Ų†Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ŲˆŲŽŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø§Ų°ŲŠŲ°ØĒؐ؇ؖ ØĒŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Artinya: "Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, "Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah." Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), "Keluarkanlah nyawamu!" Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."

Untuk itu, alangkah baiknya bila muslim menghindarkan diri dari perkara penyebab siksa kubur. Dikutip dari laman Kemenag Kanwil Tangerang, amal sholeh yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur adalah menjaga salat lima waktu, bersedekah, membaca Al-Qur'an, maupun memperbanyak dzikir. Di samping itu, ada sejumlah amal lain yang diharapkan dapat mengurangi siksa kubur.

4 Perkara Ini Jadi Penghalang Siksa Kubur

1. Membaca Surah Al Mulk

Menurut Abu Utsman Kharisman dalam buku Biografi dan Akidah Imam Al-Muzani, membaca surah Al Mulk tiap malam menjelang tidur menjadi salah satu amalan penyelamat seseorang dari siksa kubur. Dasar keterangan tersebut dinukil dari salah satu hadits yang dishahihkan oleh al Hakim dan adz Dzahaby. Dari sahabat nabi Ibnu Mas'ud RA,

Ų…Ų† Ų‚ŲŽØąŲŽØŖŲŽ ( ØĒØ¨ŲŽØ§ØąŲƒ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠ Ø¨ŲŲŠŲŽØ¯ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…Ų„Ųƒ ) ŲƒŲ„ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠ Ų…ŲŽŲ†ØšŲ‡ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø¨Ų‡ŲŽØ§ Ų…Ų† ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’Øą ŲˆŲƒŲ†Ų‘Ø§ ؁؊ ØšŲ‡Ø¯ ØąØŗŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ -ØĩŲ„Ų‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų‘Ų…- Ų†ØŗŲ…Ų‘ŲŠŲ‡Ø§ Ø§Ų„Ų…Ø§Ų†ØšØŠ

Artinya: "Barangsiapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah Al Mulk) tiap malam, Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur. Kami (para sahabat) di masa Rasulullah SAW menamakannya (surat) Al Maani'ah (yang mencegah dari azab kubur)." (HR An Nasa'i)

Ibnu Abbas RA pernah meriwayatkan kisah tentang seorang muslim yang menghadap Rasulullah SAW untuk menanyakan surah Al Mulk kala terdengar di suatu kuburan. Kemudian, Rasulullah SAW mengatakan bahwa surah tersebut adalah penghalang azab kubur dan penyelamat al munjiyah dari laknat alam barzah (HR Tirmidzi).

2. Berjuang di Jalan Allah

Amalan berjuang di jalan Allah termasuk dalam amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur. Amalan ini merujuk pada jihad untuk membela agama Allah dan kehormatan umat Islam.

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasulullah SAW, "Setiap yang mati akan selesai amalnya kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur." (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)

3. Membaca Kalimat Thayyibah

Kalimat thayyibah atau kalimat Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų (La ilaha illallah) disebut sebagai kalimat pembeda antara umat muslim dan lainnya pada hari kiamat kelak. Di samping itu, membaca kalimat thayyibah akan mengantar pembacanya pada keselamatan dari siksa kubur.

Diriwayatkan dari Ibnu 'Amr RA yang mengutip perkataan Rasulullah SAW, "Orang yang selalu membaca kalimat 'La ilaha illallah' tidak merasa takut ketika ajal tiba dan di alam kubur." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Hadits lain yang telah dimarfu'kan Ali bin Abi Thalib menyebutkan, membaca kalimat,"La ilaha illallah al malikul haqqul mubiin," sebanyak seratus kali setiap harinya akan diganjarkan keselamatan dari siksa kubur.

Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ†Ų ؁ؐ؊ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲŽ Ų…ŲŽØąŲŽŲ‘ØŠŲ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲ‚Ų’ØąŲØŒ ŲˆŲŽŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲØŒ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲØŦŲ’Ų„ŲØ¨ŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ØēŲŲ†ŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŲ‚Ų’ØąŲØšŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų Ø¨ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ

Artinya: "Siapa saja yang membaca kalimat 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' sebanyak 100 kali setiap harinya maka pasti aman dari kemiskinan, dari siksa kubur, terbuka pintu rezeki dan pintu surga baginya." (HR Dailami, Khatib, dan Abu 'Aliyah)

4. Wafat pada Hari Jumat

Wafat pada hari Jumat termasuk dalam salah satu perkara yang dapat menjadi penghalang seseorang dari siksa kubur. Dari Abdullah bin Amr RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW:

Ų…ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…Ų ŲŠŲŽŲ…ŲŲˆØĒŲ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ…ŲØšŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ…ŲØšŲŽØŠŲ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų‡Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ؁ؐØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ

Artinya: "Tidak ada seorang muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil maupun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur." (HR Ahmad)

Meski demikian, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon Buya Yahya mengingatkan, kebenarannya hanya dapat dipastikan oleh Allah SWT. Pasalnya, masih ada beberapa dosa besar yang tidak dapat diampuni oleh-Nya.

"Apakah orang yang meninggal pada hari Jumat akan pasti diampuni dosanya? Belum tentu, karena mungkin masih ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT," kata Buya Yahya, dikutip dari arsip detikcom.

Sebab itu, Buya Yahya berpendapat, hal ini sebaiknya disikapi dengan berprasangka baik (husnudzan) pada orang yang wafat di hari Jumat. Bukan sebaliknya, mendorong seseorang enggan berusaha dan hanya berharap dapat meninggal pada hari Jumat.




(rah/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads