2 Jenis Bangkai yang Halal Dimakan dalam Islam

2 Jenis Bangkai yang Halal Dimakan dalam Islam

Nilam Isneni - detikHikmah
Kamis, 15 Jun 2023 14:00 WIB
2 Jenis Bangkai yang Halal Dimakan dalam Islam
Bangkai hewan yang halal dimakan menurut Islam. Foto: iStock
Jakarta -

Dua jenis bangkai yang halal dimakan dalam Islam merupakan hewan yang sering kali kita jumpai setiap hari. Di dalam Islam terdapat aturan mengenai jenis makanan yang halal dan juga yang haram.

Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan, pada umumnya hewan dibagi menjadi dua, yaitu hewan yang bisa dimakan dan yang tidak dapat dimakan. Burung-burung, hewan darat, dan hewan laut halal dimakan apabila disembelih menurut ketentuan syariat.

Sementara itu, hewan yang tidak disembelih menurut ketentuan syariat atau bangkai hewan hukumnya haram dimakan. Semua bangkai binatang haram dimakan kecuali dua jenis binatang, yaitu ikan dan belalang. Bangkai ikan dan belalang hukumnya halal untuk dimakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Imam al-Ghazali, hal tersebut berlaku pula pada ulat dalam makanan, barang, dan buah-buahan, halal dimakan karena sulitnya menjaga hal demikian.

Nabi SAW bersabda, "Benamkanlah lalat bila jatuh ke dalam makanan." Jika semut jatuh ke dalam makanan, maka tidak menjadi najis.

ADVERTISEMENT

Adapun hewan yang disembelih menurut syariat maka hukumnya halal, kecuali darahnya. Darah haram karena kenajisannya. Adapun tumbuhan yang memabukkan hukumnya juga haram, begitu pula yang menghilangkan akal, contohnya ganja.

Maisyarah Rahni dalam buku Maqasid Syariah Sertifikasi Halal turut menjelaskan konsep makanan haram dalam Islam. Di dalam Al-Qur'an telah dijelaskan batasan makanan yang halal dimakan, baik dari hewan, dan proses penyembelihannya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 3

Ø­ŲØąŲ‘ŲŲ…ŲŽØĒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲ…Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ­Ų’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØŽŲŲ†Ų’Ø˛ŲŲŠŲ’ØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ‡ŲŲ„Ų‘ŲŽ ؄ؐØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø¨ŲŲ‡Ų– ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ØŽŲŽŲ†ŲŲ‚ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲ’Ų‚ŲŲˆŲ’Ø°ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲŽØąŲŽØ¯Ų‘ŲŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØˇŲŲŠŲ’Ø­ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲƒŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ¨ŲØšŲ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ Ø°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø°ŲØ¨ŲØ­ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲØĩŲØ¨Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’ØŗŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ˛Ų’Ų„ŲŽØ§Ų…ŲÛ— Ø°Ų°Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲØŗŲ’Ų‚ŲŒÛ— Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲ‰Ų•ŲØŗŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŽŲ’Ø´ŲŽŲˆŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ØŽŲ’Ø´ŲŽŲˆŲ’Ų†ŲÛ— Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§ŲŽŲƒŲ’Ų…ŲŽŲ„Ų’ØĒŲ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽØĒŲ’Ų…ŲŽŲ…Ų’ØĒŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØąŲŽØļŲŲŠŲ’ØĒŲ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ø§ŲØŗŲ’Ų„ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų‹Ø§Û— ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų اØļŲ’ØˇŲØąŲ‘ŲŽ ŲŲŲŠŲ’ Ų…ŲŽØŽŲ’Ų…ŲŽØĩŲŽØŠŲ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų…ŲØĒŲŽØŦŲŽØ§Ų†ŲŲŲ Ų„Ų‘ŲØ§ŲØĢŲ’Ų…ŲÛ™ ŲŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲŒ ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ ŲŖ

Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Adapun, ikan dan belalang termasuk ke dalam hewan yang halal dimakan, tanpa melalui proses sembelih. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

ØšŲŽŲ†Ų’ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ ØąŲŽØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§: Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ: ØŖŲØ­ŲŲ„Ų‘ŲŽØĒŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽØĒØ§Ų† ŲˆØ¯ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§Ų†ØŒ ŲØŖŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽØĒØ§Ų† ŲØ§Ų„Ø­ŲˆØĒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽØąŲŽØ§Ø¯ŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§Ų†Ų ŲŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲØ¨Ų’Ø¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØˇŲ‘ŲŽØ­ŲŽØ§Ų„ŲŽ

Artinya: "Dari Ibnu Umar RA dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai yaitu belalang dan ikan. Adapun dua darah yaitu hati dan limpa." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor Kep-13/MUI/ IV/Tahun 2000 tentang Makan dan Budidaya Cacing dan Jangkrik, belalang seperti halnya jangkrik boleh (mubah/ halal) dikonsumsi sepanjang tidak menimbulkan kerugian (mudharat).




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads