Tata cara menyalatkan jenazah yang benar dapat mengikuti sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Hal ini bertujuan agar amalan tersebut dapat diiringi dengan pahala sesuai dengan hadits. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang mengiringi jenazah dan turut menyolatkannya maka ia memperoleh pahala sebesar satu qirath (pahala sebesar satu gunung). Dan barangsiapa yang mengiringinya sampai selesai penyelenggaraannya, ia akan memperoleh dua qirath." (HR Jamaah dan Muslim)
Ada sedikit perbedaan dalam tata cara menyalatkan jenazah perempuan dan laki-laki dengan salat pada umumnya. Dalam pengerjaannya, salat jenazah tidak disertai dengan gerakan rukuk dan sujud berikut juga tidak didahului oleh azan dan iqomah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut urutan lengkap tata cara menyalatkan jenazah perempuan dan laki-laki dikutip dari buku Risalah Jenazah karya Baihaqi Nu'man dan Muhammad Shonhaji.
Tata Cara Menyalatkan Jenazah yang Benar
1. Membaca niat
- Niat Sholat Jenazah Perempuan
Ø§ŲØĩŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲØ°ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲØŠŲ Ø§ŲØąŲØ¨ŲØšŲ ØĒŲŲŲØ¨ŲØąŲØ§ØĒŲ ŲŲØąŲØļŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲØŠŲ اŲŲ ŲØ§Ų ŲØ§| Ų ŲØŖŲŲ ŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ
Bacaan latin: Usholli 'ala hadzahihil mayyitati arba'a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma'muman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta'ala."
- Niat Sholat Jenazah Laki-laki
Ø§ŲØĩŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲØ°ŲااŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØąŲØ¨ŲØšŲ ØĒŲŲŲØ¨ŲØąŲØ§ØĒŲ ŲŲØąŲØļŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲØŠŲ اŲŲ ŲØ§Ų ŲØ§| Ų ŲØŖŲŲ ŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ
Bacaan latin: Usholli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta'ala."
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Membaca takbir sebanyak empat kali termasuk takbiratul ihram
ŲŲŲŲŲ°ŲŲ ØŖŲŲŲØ¨Ų
Bacaan latin: Allahu akbar
Artinya: "Allah Maha Besar,"
4. Membaca surat Al Fatihah setelah takbir pertama sholat jenazah
Ø¨ŲØŗŲŲ
Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ
Ų°ŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲŲ
Ų
اŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ
ŲŲŲŲ
Ø§ŲØąŲŲØŲŲ
ŲŲ°ŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ
Ų
Ų
ŲØ§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲ
ØĨŲŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØšŲØ¨ŲØ¯Ų ŲŲØĨŲŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØŗŲØĒŲØšŲŲŲŲ
اŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ø§ŲØĩŲŲØąŲØ§ØˇŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØŗŲØĒŲŲŲŲŲŲ
Ų
ØĩŲØąŲØ§ØˇŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØšŲŲ
ŲØĒŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲ
ŲØēŲØļŲŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØļŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲ
Bacaan latin: BismillÄhir-raá¸ĨmÄnir-raá¸ĨÄĢm, al-á¸Ĩamdu lillÄhi rabbil-'ÄlamÄĢn, ar-raá¸ĨmÄnir-raá¸ĨÄĢm, mÄliki yaumid-dÄĢn, iyyÄka na'budu wa iyyÄka nasta'ÄĢn, ihdinaášŖ-ášŖirÄášal-mustaqÄĢm, ášŖirÄášallaÅŧÄĢna an'amta 'alaihim gairil-magá¸áģĨbi 'alaihim wa laá¸-á¸ÄllÄĢn
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
5. Membaca sholawat nabi setelah takbir ke-2
اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲ°Ų Ø§Ų°ŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų
Bacaan latin: Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aalii sayyidinaa muhammad
Artinya: "Ya Allah berilah atas sholawat Nabi Muhammad dan atas keluarganya."
6. Mendoakan jenazah setelah takbir ke-3
Doa untuk jenazah laki-laki
اŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ
Bacaan latin: Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia."
Doa untuk jenazah perempuan
اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲØšŲاŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ§
Bacaan latin: Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fuanha
Artinya: "Ya Allah ampunikah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia."
Bacaan doa untuk jenazah perempuan dan laki-laki lainnya dengan versi yang lebih panjang di antaranya sebagai berikut.
اŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØąŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŗŲŲØšŲ Ų ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ØēŲØŗŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲØˇŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲØ§ŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲ ŲŲØ§ŲØ¨ŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲا؎ŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§Ų ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲ ŲŲØ§ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲØšŲØ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲŲŲØĒŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ
Bacaan latin: Allahummagfir lahuu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi' madhkhalahuu waghsilhu bil maa-i-wats-tsalji walbaradi wa naqqihii minal-khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul-abyadhu minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairan min ahlihii wa raujan khairan min zaujihi waqihii fitnatal-qabri wa'adzaaban-naar
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskan lah tempat tinggalnya, bersihkan lah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkan lah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan ganti lah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti lah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluargnya yang dahulu, dan pelihara lah ia dari siksa kubur dan adzab api neraka,"
7. Membaca Doa setelah takbir ke-4
Untuk Jenazah Laki-laki
اŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲØ§ ØĒŲØŲØąŲŲ ŲŲŲØ§ Ø§ŲØŦŲØąŲŲŲ ŲŲŲØ§Ų ØĒŲŲŲØĒŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ
Bacaan latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba'dahu wagfirlana wa lahu
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."
Untuk Jenazah Perempuan
اŲŲŲŲŲ°ŲŲŲ ŲŲ ŲØ§Ų ØĒŲØŲØąŲŲ ŲŲŲØ§ ØŖŲØŦŲØąŲŲŲØ§ ŲŲŲØ§Ų ØĒŲŲŲØĒŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲØ§ ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØ§
Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha
Artinya: "Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."
8. Tata cara salat jenazah ditutup dengan mengucapkan salam sembari memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri
اŲŲØŗŲŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØąŲØŲŲ ŲØŠŲ اŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲ
Bacaan latin: Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Artinya: "Semoga kedamaian bersamamu serta pengampunan dan berkah dari Allah SWT."
Menurut ijma' ulama yang dilansir dari Prof Wahbah Az Zuhaili dalam Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 hukum pengerjaan salat jenazah adalah fardhu kifayah. Dengan kata lain, kewajiban mengamalkannya menjadi gugur setelah ada sebagian muslim yang mengerjakannya.
"Menyalati mayat selain mati syahid adalah fardhu kifayah atas orang-orang yang masih hidup, seperti halnya prosesi mayat, pemandian, mengkafani, dan mengubutkan mayat," tulis Prof Wahbah Az Zuhaili.
Kewajiban salat jenazah menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Sebaliknya, jika tidak ada yang mengerjakan, maka shalayt jenazah wajib ditunaikan dan berdosa jika tak dikerjakan.
Sekalipun orang yang meninggal akibat bunuh diri secara sengaja sebagaimana diterangkan dalam Mazhab Hanafi dan Syafi'i. Tetap ada kewajiban muslim lainnya untuk memandikan dan menyalatinya.
Kewajiban untuk melaksanakan salat jenazah ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW. Diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah yang berkata,
ØŖŲŲŲ ØąØŗŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ Ų ŲØ§Ų ŲŲØ¤ØĒŲ Ø¨Ø§ŲØąØŦŲŲ Ø§ŲŲ ŲØĒŲ Ø ØšŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲ . ŲŲØŗØŖŲ ( ŲŲ ØĒØąŲ ŲØ¯ŲŲŲŲ Ų Ų ŲØļØ§ØĄŲ Ø ) ŲØĨŲ ØØ¯ØĢ ØŖŲŲ ØĒØąŲ ŲŲØ§ØĄŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲ . ŲØĨŲØ§ ŲØ§Ų ( ØĩŲŲŲŲØ§ ØšŲŲ ØĩØ§ØØ¨ŲŲŲ )
Artinya: Rasulullah SAW pernah didatangkan kepada beliau jenazah seorang lelaki. Lelaki tersebut masih memiliki utang. Maka beliau bertanya: "Apakah ia memiliki harta peninggalan untuk melunasi utangnya?" Jika ada yang menyampaikan bahwa orang tersebut memiliki harta peninggalan untuk melunasi utangnya, maka Nabi pun menyalatkannya. Jika tidak ada, maka beliau bersabda, "Salatkanlah saudara kalian."
(rah/lus)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru