Apakah nabi mempunyai sifat seperti manusia? Ajaran Islam dapat menjawab pertanyaan tersebut sebagaimana didasarkan dari keterangan ayat-ayat Al-Qur'an.
Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya bahwa para nabi yang diutus-Nya berasal dari bangsa manusia dan tidak ada seorang pun yang berasal dari bangsa malaikat. Salah satunya ditegaskan dalam surah Yusuf ayat 109,
ŲŲŲ ŲØ§Ų Ø§ŲØąŲØŗŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ØąŲØŦŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲŲŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲ°ŲÛ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŗŲŲŲØąŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ ŲŲŲŲŲŲØ¸ŲØąŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ØšŲØ§ŲŲØ¨ŲØŠŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲŲŲØ¯ŲØ§ØąŲ Ø§ŲŲØ§Ų°ØŽŲØąŲØŠŲ ØŽŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§ØĒŲŲŲŲŲŲØ§Û اŲŲŲŲŲØ§ ØĒŲØšŲŲŲŲŲŲŲŲŲ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad), kecuali laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada mereka di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka berjalan di bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kamu tidak mengerti?
Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir Jilid 9 mengatakan, para nabi pasti manusia. Hal itu juga ditujukan agar orang-orang bisa menerima wahyu dan mengambil pelajaran apa yang diturunkan pada para nabi dengan mudah. Termasuk dengan sifat alamiah manusia seperti pada umumnya.
Sifat Jaiz bagi Para Nabi
Sifat jaiz bagi nabi adalah a'radhul basyariyah atau salah satu sifat yang pasti dimiliki oleh tiap rasul utusan Allah SWT seperti dikutip dari buku Doa Yuk, Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak karya Mochamad Soleh.
"Sifat jaiz para rasul hanya satu yaitu a'radhul basyariyah," tulis buku tersebut.
Secara bahasa, a'radhul basyariyah berarti sifat yang biasa terdapat pada manusia. Artinya, satu-satunya sifat jaiz yang dimiliki rasul tersebut adalah kesamaan sifat rasul dengan manusia biasa.
Namun, sifat-sifat tersebut tidak lantas mengurangi martabat nabi dan rasul yang mulia. Hal ini dikarenakan para rasul ma'shum (terpelihara) dari segala perbuatan maksiat.
Mengutip dari buku Aqidah Akhlaq karya Ahmad Kusaeri, sifat jaiz bagi rasul juga dapat berarti sifat yang diperbolehkan. Kebolehan ini meliputi sifat-sifat manusiawi seperti, makan, minum, tidur, dan beristri.
Mengenai sifat a'radhul basyariyah bagi rasul dijelaskan dalam surah Al Furqan ayat 20,
ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲØąŲØŗŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØŖŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØˇŲŲØšŲØ§Ų Ų ŲŲŲŲŲ ŲØ´ŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲØŗŲŲŲØ§ŲŲ Û ŲŲØŦŲØšŲŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲØļŲŲŲŲ Ų ŲŲØ¨ŲØšŲØļŲ ŲŲØĒŲŲŲØŠŲ ØŖŲØĒŲØĩŲØ¨ŲØąŲŲŲŲ Û ŲŲŲŲØ§ŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲ Ø¨ŲØĩŲŲØąŲا
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Sebaliknya, sifat ini juga merupakan bantahan dari kaun musyrik yang menganggap para nabi berasal dari golongan malaikat. Hal itu juga sebagai pengingat bahwa para nabi tidak akan kekal di dunia sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al Anbiya ayat 34,
ŲŲŲ ŲØ§ ØŦŲØšŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲØ´ŲØąŲ Ų ŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲŲØ¯ŲÛ Ø§ŲŲŲØ§ÛŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØŽŲ°ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ
Artinya: Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelum engkau (Nabi Muhammad). Maka, jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?
Semoga penjelasan di atas dapat menjawab rasa penasaran detikers terkait pertanyaan, "Apakah nabi mempunyai sifat seperti manusia?" ya.
(rah/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?