Apa Perbedaan Antara Nabi dan Rasul Dalam Islam? Ini Penjelasannya

Apa Perbedaan Antara Nabi dan Rasul Dalam Islam? Ini Penjelasannya

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Minggu, 20 Nov 2022 19:30 WIB
Nabi Muhammad
ilustrasi perbedaan nabi dengan rasul (Foto: Getty Images/iStockphoto/Gogosvm)
Jakarta -

Nabi dan rasul merupakan manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah SWT. Pengutusan para nabi dan rasul di setiap zamannya telah berlaku sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Lalu apakah antara nabi dan rasul ada perbedaannya? Ada, dan Al-Qur'an menerangkan dalam Surah Al-Isra ayat 55.

Surah Al-Isra ayat 55 Arab, Latin dan Terjemahan

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرً

Arab Latin: wa laqad faddalnā ba'dan-nabiyyīna 'alā ba'diw wa ātainā dāwụda zabụrā

Artinya: Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud.

Penjelasan mengenai perbedaan antara nabi dan rasul akan dimuat pada tulisan ini yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Perbedaan dalam pengertiannya

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid & Saiful Hadi El-Sutha, secara bahasa, kata nabi berasal dari bahasa Arab yakni naba'a- yanbu'u artinya orang yang memberikan informasi bermanfaat dan diperoleh dari pengetahuan atau prasangka yang sangat kuat.

Menurut istilah syariat, definisi nabi dijelaskan oleh Ulama Syarif Ali bin Muhammad Al-Jurjani yaitu seorang laki-laki yang diberikan wahyu oleh Allah melalui malaikat, atau melalui ilham dalam kalbunya, atau melalui mimpi yang baik, akan tetapi tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.

Sementara rasul berasal dari kata dalam bahasa Arab yaitu rasala - yarsalu artinya utusan atau orang yang memperoleh perintah dari orang (Dzat) yang mengutus untuk menyampaikan risalah.

Menurut istilah, rasul adalah seorang laki-laki yang memperoleh wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril dan diperintahkan untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia.

Melansir buku Ibrahim oleh Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, asal kata nabi adalah nabaa artinya 'kabar atau berita', dan nabi berarti orang yang menyampaikan kabar dari Allah. Secara istilah, nabi adalah orang yang diutus untuk meneguhkan syariat Nabi sebelumnya.

Sedangkan rasul dari kata risl artinya 'bangkit'. Ada kata istilah muncul dari kata tersebut, yakni ar-rasul al-munba'its berarti utusan yang bangkit. Rasul juga merupakan orang yang memikul, atau orang yang memikul perkataan dan risalah atau misi.

Secara istilah, rasul berarti orang yang diutus dengan membawa syariat yang baru.

2. Perbedaan dalam proses penerimaan wahyu dari Alah SWT

Dikatakan bahwa nabi menerima wahyu dari Allah melalui penyampaian dari malaikat, atau bisa berasal dari ilham dalam hati, dan juga lewat mimpi yang baik. Sementara rasul menerima wahyu dari Allah hanya melalui malaikat Jibril.

3. Perbedaan dalam penyampaian wahyu kepada umat

Dari pengertian nabi bisa dilihat bahwa nabi tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu yang ia terima dari Allah kepada umat manusia.

Sementara rasul diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu yang diterima kepada umat manusia pada zaman ia diutus.

Dalam Islam ada empat orang rasul sekaligus nabi yang diamanahkan kepadanya kitab yang berisi firman-firman Allah, yakni: Taurat kepada Nabi Musa AS, Zabur kepada Nabi Daud AS, Injil kepada Nabi Isa AS, dan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.

4. Perbedaan pada jumlah nabi dan rasul

Dijelaskan dalam Tafsir Qashashi Jilid II oleh Syofyan Hadi, jumlah nabi ada 120.000 orang, dan rasul sebanyak 313 orang. Dari 313 rasul, hanya 25 orang saja yang disebutkan dalam Alquran.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَمِ الْأَنْبِيَاءُ؟ قَالَ : مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا . قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَمَ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ: ثَلَاثُ مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ جَمَّا غَفِيرًا ، ثُمَّ قَالَ : يَا أَبَا ذَرِّ أَرْبَعَةٌ سُرْيَانِيُّونَ : آدَمُ ، وَشِيثُ ، وَأَخْنُوخُ وَهُوَ إِدْرِيسُ ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ خَطَ بِالْقَلَمِ ، وَنُوحٍ وَأَرْبَعَةٌ مِنَ الْعَرَبِ : هُودٌ ، وَشُعَيْبٌ ، وَصَالِحٌ ، وَنَبِيُّكَ محَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: 'Aku bertanya: 'Ya Rasulullah! Berapa jumlah Nabi?' Beliau bersabda, "Jumlah mereka 120.000 orang." Aku bertanya lagi, 'Berapa jumlah rasul Ya Rasulullah?' Beliau menjawab, "Mereka 313 orang." Kemudian Beliau bersabda, "Wahai Abu Dzar! 4 orang dari mereka dari bangsa Suryaniyah; yaitu Adam, Sits, Idris dan Nuh. Sementara 4 dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu'aib, Saleh dan Nabimu Muhammad SAW." (HR Ibnu Hibban).



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)