Seorang hamba yang berbuat dosa harus segera bertaubat kepada Allah. Jika ia menunda, maka dosa bertambah karena penundaannya itu. Taubat termudah yang Allah perintahkan yakni dengan mengamalkan bacaan istighfar.
Buku Nikmatnya Istighfar oleh Mahmud Asy-Syafrowi, menyebutkan asal kata istighfar yakni ghafara yang berarti menutup atau menyembunyikan.
Bila ghafara dibubuhkan huruf alif, sin, dan ta pada awal katanya, sehingga menjadi kata istaghfara, maka artinya meminta atau mengusahakan perlindungan atau penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengartikan istighfar dengan memohon kepada Allah agar dilindungi dari keburukan yang telah dilakukan sebelumnya.
Hukum Istighfar
Masih dari buku Nikmatnya Istighfar, ulama memberi penjelasan mengenai hukum istighfar yang dibagi menjadi tiga.
Pertama, sunah. Hukum asal istighfar adalah sunah, sebagaimana dalam Surah Muhammad ayat 19.
ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§Ų اŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲØ°ŲŲŲÛĸبŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ
ŲØ¤ŲŲ
ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲØ¤ŲŲ
ŲŲŲ°ØĒŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØšŲŲŲŲ
Ų Ų
ŲØĒŲŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲ
ŲØĢŲŲŲ°ŲŲŲŲ
Ų
Arab Latin: Fa'lam annaháģĨ lÄ ilÄha illallÄhu wastagfir liÅŧambika wa lil-mu`minÄĢna wal-mu`minÄt, wallÄhu ya'lamu mutaqallabakum wa maᚥwÄkum
Artinya: "Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu."
Ayat tersebut mengandung makna bahwa beristighfar bukan hanya karena melakukan dosa atau maksiat, tetapi karena untuk dirinya sendiri, juga orang tua, anak, saudara, maupun kaum muslim.
Kedua, hukumnya wajib, bila seseorang telah melakukan dosa, baik dosa kecil atau besar. Beristighfar di sini diartikan juga dengan bertaubat.
Allah memerintahkan bertaubat kepada seluruh hamba-Nya, tak ada pengecualian meski ada seorang yang saat kepada Allah. Tercantum dalam Surah An-Nur ayat 31.
... ŲŲØĒŲŲŲØ¨ŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØŦŲŲ
ŲŲŲØšŲا اŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØ¤ŲŲ
ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ØĒŲŲŲŲŲØŲŲŲŲŲ
Arab Latin: wa táģĨbÅĢ ilallÄhi jamÄĢ'an ayyuhal-mu`mináģĨna la'allakum tufliá¸ĨáģĨn
Artinya: "Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
Ketiga, haram, seperti beristighfar untuk orang kafir. Memohon ampunan kepada Allah bagi orang kafir dilarang dan tidak ada faidahnya, sebab kekufuran dan kefasikannya. Berdasarkan firman Allah Surah At-Taubah ayat 113-114.
Ų
ŲØ§ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§Ų°Ų
ŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲ ŲŲŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ
ŲØ´ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲØ¨Ų°Ų Ų
ŲŲŲÛĸ Ø¨ŲØšŲØ¯Ų Ų
ŲØ§ ØĒŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲØŦŲØŲŲŲŲ
Ų . ŲŲŲ
ŲØ§ ŲŲØ§ŲŲ Ø§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØ§ØąŲ Ø§ŲØ¨ŲØąŲ°ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ŲبŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲ Ų
ŲŲŲŲØšŲØ¯ŲØŠŲ ŲŲŲØšŲدŲŲŲØ§Ų اŲŲŲŲØ§ŲŲÛ ŲŲŲŲŲ
ŲŲØ§ ØĒŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲØ¯ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ°ŲŲ ØĒŲØ¨ŲØąŲŲØ§Ų Ų
ŲŲŲŲŲÛ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲØ¨ŲØąŲ°ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ŲŲ ØŲŲŲŲŲŲ
Ų
Arab Latin: MÄ kÄna lin-nabiyyi wallaÅŧÄĢna ÄmanÅĢ ay yastagfiráģĨ lil-musyrikÄĢna walau kÄnÅĢ ulÄĢ qurbÄ mim ba'di mÄ tabayyana lahum annahum aášŖ-á¸ĨÄbul-jaá¸ĨÄĢm Wa mÄ kÄnastigfÄru ibrÄhÄĢma li`abÄĢhi illÄ 'am mau'idatiw wa'adahÄ iyyÄh, fa lammÄ tabayyana lahÅĢ annaháģĨ 'aduwwul lillÄhi tabarra`a min-h, inna ibrÄhÄĢma la`awwÄhun á¸ĨalÄĢm
Artinya: "Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim. Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya (Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun."
Ayat lainnya mengenai Allah tidak akan mengampuni orang-orang munafik, tercantum dalam Surah Al-Munafiqun ayat 6.
ØŗŲŲŲØ§Û¤ØĄŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲØĒŲ ŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲŲ
Ų ŲŲŲ
Ų ØĒŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲ
ŲÛ ŲŲŲŲ ŲŲŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲŲ
ŲÛ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲØ¯ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲŲŲŲ°ØŗŲŲŲŲŲŲŲ
Arab Latin: SawÄ`un 'alaihim astagfarta lahum am lam tastagfir lahum, lay yagfirallÄhu lahum, innallÄha lÄ yahdil-qaumal-fÄsiqÄĢn
Artinya: "Sama saja bagi mereka apakah engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan untuk mereka atau tidak, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum fasik."
Sabab nuzul Surah Al-Munafiqun ayat 6 adalah cerita dari sahabat Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata: 'Aku mendengar seseorang beristighfar untuk kedua orangtuanya sedangkan kedua nya orang musyrik, maka aku berkata, "Kamu beristighfar kepada kedua orangtuamu, sedangkan mereka berdua musyrik?" Ia menjawab, "Bukankah Nabi Ibrahim AS beristighfar untuk bapaknya?". Maka aku menuturkan hal itu pada Rasulullah SAW, lalu turunlah ayat 6 Surah Al-Munafiquun'.
Bacaan Istighfar
Dikutip dari buku Psikoterapi Profetik oleh Cintami Farmawati, ada sejumlah bacaan istighfar https://www.detik.com/tag/bacaan-istighfar yang pernah dilafalkan oleh para nabi.
Istighfar singkat:
ØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲ
Astaghfirullah
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."
Istighfar penghapus dosa:
ØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ŲØ§Ų ØĨŲŲŲŲ ØĨŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲ ØŖŲØĒŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲŲŲ
Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."
Istighfar ketika di dalam majelis:
ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲØ ŲŲØĒŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲŲØ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ
Ų
Rabbighfirli wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rahiim.
Artinya: "Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku dan berilah taubat kepadaku. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Bacaan sayyidul istighfar:
اŲŲŲŲŲŲŲŲ
ŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ ØąŲØ¨ŲŲŲ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø ØŽŲŲŲŲŲØĒŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲŲØ§ ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØŖŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲŲŲŲØšŲدŲŲŲ Ų
ŲØ§ Ø§ØŗŲØĒŲØˇŲØšŲØĒŲ Ø ØŖŲØšŲŲŲØ°Ų بŲŲŲ Ų
ŲŲ Ø´ŲØąŲŲ Ų
ŲØ§ ØĩŲŲŲØšŲØĒŲ Ø ØŖŲØ¨ŲŲŲØĄŲ ŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØšŲŲ
ŲØĒŲŲŲ ŲØšŲŲŲŲŲŲ Ø ŲŲØŖŲبŲŲŲØĄŲ Ø¨ŲØ°ŲŲŲØ¨ŲŲŲ ŲØ§ŲØēŲŲŲØą ŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲ Ø§ŲØ°ŲŲŲŲŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ
AllÃĸhumma anta rabbÃŽ, lÃĸ ilÃĸha illÃĸ anta khalaqtanÃŽ. Wa anÃĸ 'abduka, wa anÃĸ 'alÃĸ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'Ãģdzu bika min syarri mÃĸ shana'tu. AbÃģ'u laka bini'matika 'alayya. Wa abÃģ'u bidzanbÃŽ. FaghfirlÃŽ. Fa innahÃģ lÃĸ yaghfirudz dzunÃģba illÃĸ anta.
Artinya, "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau".
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid