Arab Saudi adalah pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah umat Islam dari berbagai belahan dunia. Regulasi untuk dapat masuk ke Arab Saudi cukup ketat.
Ketidaktahuan akan persyaratan administrasi dan prosedur imigrasi dapat menyebabkan seseorang ditolak memasuki Arab Saudi, bahkan dapat memicu tindakan deportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting untuk memahami hal-hal apa saja yang membuat seseorang ditolak masuk Arab Saudi agar perjalanan ibadah maupun kunjungan ke Tanah Suci dapat terlaksana sesuai rencana.
Faktor yang Membuat Seseorang Ditolak Masuk Arab Saudi
Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang bisa ditolak masuk Arab Saudi. Berikut di antaranya.
1. Masuk dalam Daftar Cekal (Blacklist) Imigrasi
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menginformasikan lewat akun Instagramnya bahwa warga negara asing yang memiliki riwayat pelanggaran keimigrasian di masa lalu, seperti melebihi izin tinggal (overstay), bekerja tanpa izin resmi, atau terkena deportasi akan dimasukkan dalam daftar pencekalan.
Pencekalan umumnya berlaku 5 hingga 10 tahun, bahkan ada yang seumur hidup. Meskipun sempat menerbitkan visa baru, bandara Arab Saudi akan tetap mendeteksi identitas tersebut dan memicu tindakan deportasi.
2. Jenis Visa Tidak Sesuai Ketentuan
Dilansir Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melarang adanya penggunaan visa ziarah, turis, atau pekerja untuk melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi (tasrih). Pemegang visa yang tidak sesuai ini akan dicegat dan dipulangkan.
3. Melanggar Aturan Masa Berlaku Paspor
Menurut informasi dalam situs SSO Arab Saudi, bagi pendatang yang akan memasuki Arab Saudi harus menggunakan paspor yang memiliki masa berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal masuk. Paspor juga harus dalam keadaan fisik yang baik, tidak rusak, robek, atau basah karena akan ditolak oleh petugas imigrasi.
4. Membawa Obat Terkontrol Tanpa Izin Resmi SFDA
Pemerintah Arab Saudi juga melarang keras turis membawa barang terlarang, seperti obat-obatan terlarang. Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Arab Saudi (SFDA), seperti dilansir SPA, memberlakukan aturan ketat bagi pendatang yang membawa obat-obatan terkontrol yang mengandung narkotika atau zat psikotropika.
Untuk menghindari penyitaan, penolakan masuk, atau sanksi hukum, pendatang yang membutuhkan obat khusus wajib mengajukan izin kepada SFDA dengan mencantumkan resep dokter, laporan medis, serta identitas resmi sebelum keberangkatan.
