Situasi Saudi Masih Memanas, DPR Minta Jemaah Umrah Ekstra Hati-hati

Situasi Saudi Masih Memanas, DPR Minta Jemaah Umrah Ekstra Hati-hati

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 16 Okt 2026 09:30 WIB
Ilustrasi haji atau umrah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI Sally Andriany Gantina meminta jemaah umrah asal Indonesia untuk ekstra hati-hati menanggapi situasi keamanan di Arab Saudi yang sedang memanas. Peringatan ini menyusul eskalasi konflik militan Houthi yang menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga memakan korban jiwa dan melukai dua warga negara Indonesia (WNI).

"Saya berharap bahwa untuk para jemaah umrah Indonesia tetap berhati-hati untuk bisa melaksanakan pemberangkatan umrah hari ini. Karena bagaimanapun juga konstelasi Saudi Arabia boleh dikatakan sedang tidak baik-baik saja," kata Sally saat ditemui di acara Indonesian Institute for Hajj and Umrah Studies (IIHUS), Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus PDI Perjuangan tersebut menyoroti pengawasan keberangkatan jemaah yang perlu diperketat. Meski pemerintah Indonesia memberikan izin perjalanan dengan syarat penerbangan melalui Jeddah atau Madinah, skema transit di lokasi lain dinilai masih rentan dari pantauan.

"Meskipun pemerintah Indonesia memberikan perizinan untuk pemberangkatan bisa melalui Jeddah, tetapi kan hari ini kita mengetahui banyak para jemaah yang memang pemberangkatan tidak bisa dipantau, apakah ada yang melalui Riyadh ataupun embarkasi-embarkasi lainnya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Komisi VIII DPR mendesak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat koordinasi dengan Perwakilan RI di Arab Saudi guna menjamin keselamatan WNI.

"Tentu pemantauan dan kerja sama dengan pihak Konjen ataupun KJRI harus lebih intensif dilakukan oleh Kementerian Haji agar perlindungan kepada jemaah umrah bisa menjadi lebih maksimal. Agar tidak ada lagi korban, ataupun korban-korban yang memang bisa diminimalisir oleh pemerintah Indonesia," tegas Sally.

Mengenai kabar dua WNI yang dilaporkan terluka akibat serangan rudal Houthi di Riyadh, Sally mengaku sudah menerima informasi tersebut dan meminta pemerintah bergerak cepat menanganinya.

"Saya sudah mendengar itu, tapi memang yang harus dipantau lebih lanjut adalah bagaimana penanganan kepada para jemaah tersebut oleh pemerintah Indonesia agar ke depan kita bisa memastikan jemaah tersebut bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik oleh pemerintah Indonesia dan bisa dievakuasi/dikeluarkan ke Indonesia," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia tidak melarang warganya untuk berangkat umrah seperti Malaysia dan Singapura. Indonesia memilih memperketat rute penerbangan tanpa transit di wilayah rawan.

"Kemenlu RI dan kami Kemenhaj hanya mengimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan direct (langsung) ke Madinah atau Jeddah (Makkah)," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (14/10/2026).

Menurut Dahnil, Otoritas Kerajaan Arab Saudi telah menjamin kawasan Makkah dan Madinah tetap dalam kondisi aman dan kondusif bagi para peziarah. Ia juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertikai di Timur Tengah segera menahan diri.

"Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri, jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak, apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci," tandasnya.

Sebagai informasi, eskalasi keamanan di Arab Saudi meningkat drastis setelah serangan rudal kelompok Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10). Berdasarkan data Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), insiden tersebut menelan belasan korban jiwa dan melukai ratusan orang. Operasional bandara utama di Riyadh itu pun ditutup sementara hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.



(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads