Jemaah Umrah Kutuk Serangan Houthi yang Ancam Keamanan Saudi

Jemaah Umrah Kutuk Serangan Houthi yang Ancam Keamanan Saudi

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 11 Okt 2026 12:00 WIB
Kepadatan jemaah di Masjidil Haram saat musim haji 2026/1447 H
Ilustrasi jemaah umrah. Foto: Rachmatunnisa
Jakarta -

Serangan kelompok Houthi di sejumlah wilayah Arab Saudi memicu kekhawatiran terkait keamanan Dua Masjid Suci. Jemaah umrah mengutuk keras serangan tersebut.

Dilansir SPA, Minggu (11/10/2026), jemaah umrah yang tergabung dalam Program Penjaga Dua Masjid Suci untuk Umrah dan Kunjungan menilai serangan Houthi mengancam keamanan Arab Saudi serta keselamatan Dua Masjid Suci dan para pengunjungnya.

Para jemaah menegaskan tindakan yang membahayakan warga sipil bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam yang menjunjung perlindungan jiwa manusia dan melarang pertumpahan darah. Mereka juga menekankan bahwa keamanan Arab Saudi merupakan bagian penting dari stabilitas dunia muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para tamu menyampaikan apresiasi atas layanan dan upaya Kerajaan dalam menjaga situs-situs suci serta memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi jemaah dari berbagai negara," lapor SPA.

Diketahui, Arab Saudi tengah terlibat konflik berkepanjangan dengan kelompok milisi Houthi di Yaman. Eskalasi militer semakin meningkat pada Oktober 2026 ini. Houthi menargetkan serangan ke bandara Arab Saudi hingga jatuh korban jiwa.

ADVERTISEMENT

Laporan otoritas penerbangan Saudi, GACA, seperti dilansir Saudi Gazette, serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan 12 orang. Mereka adalah empat warga negara Saudi, dua warga negara Bangladesh, dan masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Selain itu, 309 orang dilaporkan luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Selain menyasar Bandara Internasional King Khalid Riyadh, Houthi juga dilaporkan meluncurkan serangan dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Serangan berulang ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil di Arab Saudi. Otoritas setempat menghentikan sementara operasional Bandara Internasional King Khalid untuk menilai kerusakan akibat serangan.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads