- Dalil Mengenai Setan dari Golongan Manusia
- Maksud Setan dari Golongan Manusia
- Ciri-ciri Setan dari Golongan Manusia 1. Membisikkan Bujukan Indah yang Menipu 2. Pura-pura Menjadi Penasihat yang Tulus 3. Mendorong untuk Hidup Bebas dan Mengabaikan Dosa 4. Mengajak Berbuat Jahat Secara Terus-menerus 5. Memusuhi Orang-orang yang Berbuat Kebajikan
Setan kerap digambarkan sebagai sosok gaib dari bangsa jin yang menakutkan dan suka mengganggu manusia. Padahal sebenarnya, Al-Qur'an secara tegas menyebutkan bahwa setan tidak hanya berasal dari golongan jin, tetapi juga ada yang dari golongan manusia.
Hal ini tercatat dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 112 dan surah An-Nas ayat 4-6, yang menegaskan bahwa Allah menjadikan setan golongan manusia sebagai musuh para nabi.
Dalil Mengenai Setan dari Golongan Manusia
Setan golongan manusia secara jelas tertulis dalam ayat-ayat Al-Qur'an, salah satunya dalam surah Al-An'am ayat 112. Allah SWT berfirman,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
Artinya: "Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan)."
Dalam surah An-Nas ayat 4-6 Allah SWT juga berfirman,
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Artinya: "dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Maksud Setan dari Golongan Manusia
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama (Kemenag) RI, setan dari golongan manusia hakikatnya adalah orang-orang yang telah dikuasai atau diperbudak setan. Hal ini membuat perilaku, watak, dan tabiat manusia menyerupai setan yang menjerumuskan pada kejahatan, kesesatan, dan permusuhan.
Pendapat ini diperkuat oleh Abu Zar yang ditanya oleh Nabi Muhammad SAW, "Wahai Abu Zar, apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?" Lalu Abu Zar bertanya, "Ya Rasulullah, adakah setan-setan dari manusia?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya benar-benar ada."
Kehadiran setan golongan manusia bertindak sebagai penentang para ulama, mubalig, dan setiap pejuang yang menyiarkan kebenaran, sebagaimana terjadi pada zaman nabi dahulu. Hal ini menjadi bagian dari sunatullah dan ujian kehidupan untuk menguji kegigihan, kesabaran, dan keikhlasan orang-orang beriman.
Allah SWT memberi kekuasaan bagi manusia untuk memilih jalan yang benar atau salah menggunakan akal sehatnya, sehingga keberadaan bujukan serta kebohongan setan golongan manusia merupakan penguji iman seseorang.
Ciri-ciri Setan dari Golongan Manusia
Merujuk pada penjelasan Tafsir Kemenag RI surah Al-An'am ayat 112 dan surah An-Nas ayat 4-6, terdapat beberapa ciri-ciri setan dari golongan manusia. Berikut di antaranya.
1. Membisikkan Bujukan Indah yang Menipu
Setan golongan manusia gemar membisikkan bujukan-bujukan dan janji manis untuk menipu dan mengelabui penglihatan, sehingga mereka tergelincir dari jalan yang benar secara tidak sadar.
2. Pura-pura Menjadi Penasihat yang Tulus
Setan golongan manusia kerap kali menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas. Apabila dihardik ia akan mundur, sedangkan jika diperhatikan dia akan melanjutkan godaannya secara berlebihan.
3. Mendorong untuk Hidup Bebas dan Mengabaikan Dosa
Setan golongan manusia mendorong orang-orang yang terjerumus untuk terus melakukan kemaksiatan. Mereka berbisik agar menggunakan kesempatan hidup di dunia secara bebas dan menikmati segala kelezatan hidup. Setan tersebut juga memberikan rasa aman palsu bahwa tidak perlu takut pada siksaan Allah SWT karena Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
4. Mengajak Berbuat Jahat Secara Terus-menerus
Setan golongan manusia tidak pernah berhenti menggoda. Apabila godaan pertamanya gagal karena seseorang berpegang teguh pada perintah agama, ia akan menunggu kesempatan lain untuk membisikkan kejahatan dan kesesatan.
5. Memusuhi Orang-orang yang Berbuat Kebajikan
Setan golongan manusia merupakan kaum musyrik yang memerangi orang-orang beriman yang berbuat kebaikan. Demikian pula, Allah SWT menjadikan setiap nabi memiliki musuh yang terdiri dari setan golongan manusia dan jin.
