Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an. Bacaan ini terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 255.
Dijelaskan dalam buku Konseling Qur'ani karya Cholil, Ayat Kursi turun berkenaan dengan serangkaian kisah antara Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah RA, setan, dan Malaikat Jibril. Suatu hari, Rasulullah SAW memerintahkan Abu Hurairah RA menjaga zakat. Saat malam tiba, seseorang datang ke tempat penyimpanan zakat untuk mencurinya. Abu Hurairah RA pun menangkapnya dan berniat membawanya kepada Rasulullah SAW. Orang tersebut meminta belas kasihan, Abu Hurairah RA pun melepaskannya.
Pada malam berikutnya, orang tersebut melakukan hal yang sama. Begitu pun dengan Abu Hurairah RA. Hingga pada malam ketiga, orang itu datang lagi dan saat ditangkap dia mengajarkan kepada Abu Hurairah RA untuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur sebagai penjagaan hingga pagi hari. Setelah itu, Abu Hurairah RA melepaskannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pagi tiba, Abu Hurairah RA menceritakan apa yang dialaminya itu kepada Rasulullah SAW. Nabi pun membenarkan tentang Ayat Kursi dan mengatakan bahwa orang yang datang tiga malam berturut-turut hingga mengajarkan Ayat Kursi itu adalah setan.
Ayat Kursi kemudian banyak diamalkan sebagai penangkal gangguan setan.
Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, dan Artinya
للّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS Al-Baqarah: 255)
Keutamaan Ayat Kursi
Imam as-Suyuthi dalam Al Itqan fi 'Ulumil Qur'an terjemahan Muhammad Halabi menyebutkan sejumlah hadits tentang keutamaan Ayat Kursi. Berikut di antaranya.
1. Ayat Paling Agung dalam Al-Qur'an
Ubay bin Ka'ab meriwayatkan, "Ayat yang paling agung di dalam Kitab Allah adalah Ayat Kursi." (HR Muslim)
Al-Harits bin Abi Usamah turut meriwayatkan dari Hasan secara mursal, "Sebaik-baik Al-Qur'an adalah surah Al-Baqarah. Ayat yang paling agung di dalam surah ini adalah Ayat Kursi."
2. 'Punuk' Al-Qur'an
Ayat Kursi disebut punuknya Al-Qur'an. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dikatakan, "Sesungguhnya segala sesuatu itu memiliki punuk, dan punuk Al-Qur'an adalah surah Al-Baqarah. Di dalamnya ada sebuah ayat yang merupakan tuannya Al-Qur'an, yaitu Ayat Kursi." (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
3. Membaca Ayat Kursi Setara Seperempat Al-Qur'an
Membaca Ayat Kursi juga memiliki keutamaan tersendiri. Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas, "Ayat Kursi itu setara dengan seperempat Al-Qur'an." (HR Ahmad)
4. Jalan Masuk Surga
Mengamalkan Ayat Kursi secara rutin setelah salat fardhu akan menjadi jalan masuk surga. Hal ini mengacu pada hadits dari Abu Umamah, "Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian."
