Ada Serangan Drone di Saudi, Kemenhaj Sebut Layanan Jemaah RI Masih Normal

Ada Serangan Drone di Saudi, Kemenhaj Sebut Layanan Jemaah RI Masih Normal

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB
Ilustrasi Jemaah Haji
Ilustrasi Jemaah Haji Foto: Ibrahim Uz/Unsplash
Jakarta -

Sejumlah serangan drone dan misil dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan keamanan ditingkatkan, termasuk di sejumlah wilayah yang menjadi tujuan jemaah Indonesia seperti Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Menindaklanjuti hal ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data per 16 September 2026, Kemenhaj menyebut layanan bagi jemaah umrah Indonesia masih normal. Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, KBRI Riyadh, serta pihak terkait untuk memantau perkembangan keamanan.

Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Afandi mengatakan pihaknya masih menunggu informasi lebih rinci dari tim yang berada di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

"Kami sedang menunggu informasi detil dari tim di Saudi. Kalau ada rilis, diinformasikan," kata Hasan saat dihubungi detikHikmah, Rabu (16/9/2026).

Drone Dicegat di Selatan Makkah

Dikabarkan sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman meluncurkan drone ke wilayah Arab Saudi, tepatnya di dekat Makkah.

Dilansir dari Anadolu Agency, pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan berhasil menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Otoritas Saudi sempat mengeluarkan peringatan keamanan untuk Makkah, Jeddah, Taif, dan sejumlah wilayah lainnya setelah terjadi rangkaian serangan.

Dalam peringatan tersebut, masyarakat diminta berlindung di dalam bangunan, menjauhi jendela dan area terbuka, serta mengikuti informasi resmi hingga ancaman dinyatakan berakhir.

Pada 11 September 2026, serangan drone dilaporkan menghantam East-West Pipeline, jalur minyak yang menghubungkan wilayah produksi minyak di bagian timur Arab Saudi dengan Yanbu di kawasan Laut Merah.

Arab Saudi menyatakan serangan tersebut diluncurkan dari wilayah Irak.

Layanan Jemaah Tetap Dipantau

Di tengah meningkatnya kewaspadaan, Kemenhaj menyatakan layanan bagi jemaah Indonesia masih dipantau secara intensif.

Penerbangan, akomodasi hotel, bus, dan kereta yang digunakan jemaah disebut tetap beroperasi dengan peningkatan pemeriksaan serta pengamanan.

Jemaah Indonesia juga terus dipantau oleh Kemenhaj bersama perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Koordinasi dilakukan dengan otoritas Saudi, maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan situasi keamanan yang dapat berdampak terhadap perjalanan maupun aktivitas jemaah.

Jemaah Diminta Ikuti Informasi Resmi

Kemenhaj mengimbau jemaah Indonesia tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Jemaah diminta mengikuti arahan petugas serta otoritas setempat dan menggunakan kanal informasi resmi pemerintah untuk mengetahui perkembangan terbaru.

Dalam kondisi darurat, Kemenhaj mencantumkan sejumlah saluran bantuan yang dapat digunakan jemaah, yakni 19988, 0811-8885-888, dan 188#.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads