Canggih! Saudi Hadirkan AI Pandu Jemaah Tawaf-Sai

Canggih! Saudi Hadirkan AI Pandu Jemaah Tawaf-Sai

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 09 Sep 2026 17:45 WIB
Suasana tawaf di Masjidil Haram pada musim haji 2024.
Jemaah haji sedang melakukan tawaf di Masjidil Haram. Foto: Iqbal Arief Ismail.
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah. AI kini bisa mendampingi jemaah ketika tawaf dan sai.

Teknologi pendamping ibadah tersebut bernama Digital Mutawwif yang bisa diakses lewat aplikasi Nusuk. Jemaah akan mendapat pendamping pintar saat menjalankan ritual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layanan itu menggunakan AI spasial untuk memahami lokasi, pergerakan, serta konteks perjalanan jemaah secara real time. Digital Mutawwif bisa mengarahkan jemaah lewat rute dan lantai yang dinilai optimal.

Sistem tersebut juga menghitung secara otomatis putaran tawaf dan sai serta menampilkan panduan dan doa yang relevan pada setiap tahapan. Dalam waktu sebulan, layanan ini mencatat lebih dari 2 juta penggunaan. Lebih dari 1,4 juta pengguna tercatat menyelesaikan tawaf dan sai secara digital dengan bantuan layanan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari situs Ajel.sa, Rabu (9/9/2026), pemanfaatan AI ini bertujuan meningkatkan layanan serta membuat perjalanan jemaah lebih efisien. Teknologi yang digunakan berfungsi menganalisis kerumunan, memprediksi waktu kepadatan, mengatur pergerakan bus, serta memberikan informasi langsung kepada jemaah dalam lebih dari 180 bahasa.

Kemenhaj Saudi memanfaatkan analitik data dan AI untuk mengubah kumpulan data jadi informasi yang bisa digunakan dalam perencanaan. Analisis dilakukan terhadap tren haji dan umrah, perilaku dan preferensi jemaah, serta pola permintaan dan ketersediaan layanan.

Analitik prediktif juga digunakan untuk memperkirakan waktu kedatangan dan keberangkatan jemaah, lama tinggal, serta banyak tren perjalanan lain. Data itu lalu digunakan untuk mendukung perencanaan lebih dini serta pengambilan keputusan selama operasional haji dan umrah.

Adapun terkait operasional, algoritma canggih digunakan untuk menganalisis arus pergerakan jemaah dan memprediksi periode kepadatan. Sistem tersebut membantu pengaturan kelompok jemaah agar pergerakan dalam jumlah besar dapat dikelola lebih efektif.

Tak sampai di situ, pemanfaatan AI juga merambah ke bidang transportasi dalam penyelenggaraan haji. Kementerian menganalisis pergerakan bus dan menggunakan teknologi untuk mengoptimalkan rute perjalanan antara situs-situs suci.

Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi mobilitas jemaah sekaligus membantu pengambilan keputusan operasional ketika musim haji maupun umrah berlangsung. Dengan volume jemaah dalam jumlah besar, analisis pergerakan dan prediksi waktu puncak dapat digunakan untuk menentukan bagaimana arus jemaah dan transportasi perlu diatur.





(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads