Saudi Kerahkan Tim Khusus Lacak Jemaah Hilang dan Sakit Saat Haji

Saudi Kerahkan Tim Khusus Lacak Jemaah Hilang dan Sakit Saat Haji

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 29 Mei 2026 17:45 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi pelaksanaan haji (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Paspor mengerahkan tim lapangan di Makkah dan kawasan suci untuk mengidentifikasi pasien dan jemaah yang hilang selama pelaksanaan ibadah haji. Tim ini ditugaskan mengidentifikasi pasien di rumah sakit serta pusat layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Saudi.

Menurut laporan Saudi Gazette, tim tersebut juga membantu mengidentifikasi jemaah yang hilang melalui koordinasi dengan inisiatif Nusuk Care di bawah Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Direktorat menyatakan tim lapangan dibekali teknologi mobile modern untuk mendukung otoritas terkait dalam memverifikasi identitas pasien dan individu hilang langsung di lokasi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan terkait pasien maupun jemaah hilang diterima melalui pusat komando dan pengendalian haji dan umrah yang berpusat di markas besar otoritas tersebut di Makkah. Selain tim khusus ini, ada juga Asosiasi Pramuka Saudi yang memperluas layanan sukarelawan serta dukungan lapangan untuk membantu jemaah.

Tim pramuka itu ditempatkan di banyak ruas jalan, koridor, serta kawasan perkemahan jemaah. Mereka bertugas memberi arahan, bantuan kemanusiaan, mendampingi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas, serta membantu mempertemukan kembali jemaah yang terpisah dari rombongannya.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari kantor berita Saudi (SPA), lebih dari 350 anggota pramuka serta para pemimpinnya ditempatkan di 14 rumah sakit dan pusat layanan kesehatan untuk mendukung kerja tim medis Kementerian Kesehatan.

Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi juga meningkatkan kesiapan operasional hingga kapasitas penuhnya. Mereka meningkatkan cakupan medis darurat di seluruh Makkah dan tempat-tempat suci selama ritual lontar jumrah dan tawaf ifadah.

Pada skema respons darurat yang diterapkan, otoritas menyiagakan pusat layanan medis permanen, unit respons cepat, ambulans sepeda motor, hingga tim medis pejalan kaki yang dirancang untuk menjangkau pasien lebih cepat di area dengan kepadatan tinggi.

Bahkan, ambulans yang dilengkapi teknologi medis modern serta tim relawan juga dioperasikan secara terpadu bersama instansi pemerintah lainnya yang bertugas melayani jemaah haji.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads