Jemaah Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Aturan Ihram

Kabar Haji Bersama Wardah

Jemaah Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Aturan Ihram

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 25 Mei 2026 17:45 WIB
Jemaah haji RI bersiap melakukan Tarwiyah ke Mina pada 8 Zulhijah, Senin (25/5/2026).
Foto: Media Center Haji 2026
Jakarta -

Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Pergerakan ini berlangsung pada Senin (25/5/2026) atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 Hijriah sebagai awal fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maria menjelaskan, proses keberangkatan jemaah menuju Arafah dibagi dalam tiga tahapan untuk menjaga kelancaran mobilitas dan menghindari kepadatan.

"Pergerakan jemaah menuju ke Arafah ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu dimulai pada pukul 07.00 pagi kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua pada pukul 11.30 dan kemudian pada tahap ketiga yaitu pada pukul 16.30 waktu Arab Saudi," kata Maria.

ADVERTISEMENT

Jemaah Diminta Ikuti Jadwal dan Arahan Petugas

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Jemaah juga diminta tidak bergerak sendiri atau mendahului rombongan demi menjaga keteraturan selama fase puncak ibadah.

Petugas kloter dan pembimbing ibadah akan terus mendampingi jemaah selama proses perpindahan menuju lokasi puncak haji.

Untuk tahap pertama, keberangkatan disebut telah berlangsung dan berjalan lancar.

Kemenhaj Ingatkan Larangan Selama Ihram

Seiring dimulainya puncak ibadah haji, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar memperhatikan ketentuan selama berada dalam kondisi ihram.

Bagi jemaah laki-laki, larangan ihram meliputi penggunaan pakaian berjahit yang membentuk anggota tubuh, memakai penutup kepala seperti peci atau sorban yang melekat, hingga mengenakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit.

Sementara bagi jemaah perempuan, larangan berlaku untuk penggunaan cadar yang menutupi wajah serta sarung tangan selama ihram.

Selain itu, seluruh jemaah dilarang memotong kuku, mencabut rambut atau bulu badan, menggunakan wewangian setelah berniat ihram, berburu atau membunuh hewan, melangsungkan pernikahan atau menikahkan serta melakukan hubungan suami istri selama masa ihram.

Jemaah juga diminta menjaga ucapan dan perilaku selama beribadah.

Pemerintah mengingatkan agar jemaah menghindari pertengkaran, perkataan yang tidak baik, maupun tindakan yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

Jaga Kondisi Fisik Selama Fase Armuzna

Selain aspek ibadah, Kemenhaj menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas besar.

"Untuk menjaga kesehatan tentunya selama masa fase puncak armuzna yang membutuhkan stamina dan mobilitas tinggi, istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang secara teratur, perbanyak minum air putih dan menghindari aktivitas yang menguras tenaga di luar kebutuhan ibadah," lanjut Maria.

Jemaah juga diimbau menggunakan payung, masker, serta alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko kelelahan dan paparan cuaca panas ekstrem.

Bagi jemaah dengan riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu tersedia dan mudah dijangkau selama menjalani puncak ibadah haji.

Kemenhaj mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh mulai menurun. Jemaah diminta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti lemas, pusing, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya.

detikers, bisa unduh doa dan zikir seputar haji lengkap dari Kementerian Haji dan Umrah RI di sini.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads