Jemaah Haji Dilarang Bepergian Sendirian, PPIH Tekankan Buddy System

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Jemaah Haji Dilarang Bepergian Sendirian, PPIH Tekankan Buddy System

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 14 Mei 2026 06:00 WIB
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tulus Widodo, ditemui di Kantor Daker Makkah, Minggu (10/5/2026).
Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Jemaah haji Indonesia kembali diingatkan untuk tidak bepergian sendirian selama berada di Makkah. Petugas haji meminta jemaah menerapkan buddy system sebagai langkah pencegahan demi menjaga keamanan selama musim haji berlangsung.

Buddy system dalam keamanan adalah prosedur dua orang atau lebih bekerja berpasangan untuk saling memantau, melindungi, dan membantu, guna meningkatkan keselamatan dan merespons kondisi darurat secara cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tulus Widodo, mengatakan kewaspadaan tetap penting meski Arab Saudi tergolong aman bagi jemaah.

"Perlu diketahui, kejahatan timbul, kejahatan ada karena adanya kesempatan," ujar Tulus saat ditemui tim Media Center Haji di Kantor Daker Makkah, Minggu (10/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, langkah preventif perlu terus diterapkan karena mayoritas jemaah Indonesia tidak memahami bahasa maupun lingkungan di Arab Saudi. Terlebih, jutaan orang berkumpul di Tanah Suci selama musim haji.

"Kami berpesan kepada para jemaah maupun petugas, selalu melakukan beberapa langkah-langkah tindakan preventif," katanya.

Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah menerapkan buddy system atau bepergian bersama rombongan, termasuk saat menggunakan taksi. "Hindari bepergian dengan secara personal atau sendirian," ujar Tulus.

Ia menyebut bepergian sendirian, terutama bagi jemaah lansia, dapat memicu risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat bepergian didampingi dengan teman-teman yang lain, minimal tiga orang," katanya.

Selain itu, Tulus juga mengingatkan jemaah agar hanya menggunakan taksi resmi selama berada di Makkah.

"Untuk taksi di sini sudah ditentukan, taksi resmi ada dua warna sebenarnya. Warna hijau dan putih," ujarnya.

Ia turut membagikan beberapa tips sederhana sebelum naik taksi. Salah satunya dengan memotret nomor pelat kendaraan terlebih dahulu. Menurut Tulus, ada pula etika keamanan yang perlu diperhatikan saat naik dan turun kendaraan.

"Saat mau masuk taksi, penumpang laki-laki harus naik dulu. Sementara bila mau turun dari taksi, maka penumpang perempuan yang didahulukan," katanya.

"Itu hal yang penting, yang harus dipedomani terkait dengan ketika kita akan berkendara menggunakan kendaraan taksi di Arab Saudi," pungkas Tulus.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads