Sholat Dhuha memiliki keutamaan besar sebagai bentuk syukur atas diberikannya nikmat sehat jasmani sekaligus bentuk ikhtiar dalam bentuk doa untuk menjemput rezeki. Usai melaksanakan Sholat Dhuha, janganlah terburu-buru untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas. Hendaklah duduk sejenak dengan memperbanyak membaca dzikir dan doa setelah Sholat Dhuha.
5 Dzikir Pendek Setelah Sholat Dhuha yang Mudah Diamalkan
1. Istighfar dan Permohonan Taubat
Nasrudin Abd. Rohim dalam buku 5 Shalat Pembangun Jiwa menjelaskan bahwa dianjurkan menetap di tempat duduk usai salam pada Sholat Dhuha dan membaca lafal istighfar berikut sebanyak 100 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robbighfirlii wa tub 'alayya innaka antat-tawwābul-ghafūr.
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah diriku serta terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Penerima taubat lagi Maha Pengampun."
2. Membaca Asma "Ya Hayyu Ya Qayyum"
Dalam buku Sukseskan Bisnismu dengan 21 Amalan Sunnah yang Terbukti Dahsyat karya Ahmad Jarifin, terdapat lafal asma Allah SWT yang bisa diamalkan usai Sholat Dhuha:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ
Yaa Hayyu Yaa Qayyūm.
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Berdiri Sendiri."
Fadilah atau keutamaan dari melafalkan asma ini adalah membuat seseorang berwibawa dan disegani, mendapat kemudahan melunasi utang, mendapat kelancaran dalam urusan bisnis dan pekerjaan, serta terlindung dari orang lain yang berniat jahat.
3. Membaca Asma "Ya Ghani Ya Mughni"
Masih merujuk sumber yang sama, ada asma lain yang bisa diamalkan, yaitu:
يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِيْ
Yaa Ghaniyyu Yaa Mughnī.
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Kaya, Wahai Dzat Yang Menganugerahi Kekayaan."
Fadilah atau keutamaan melafalkan asma ini adalah menanamkan rasa syukur dan cukup atas segala karunia yang telah Allah SWT berikan, mendapat kelimpahan harta dan nikmat, serta mendapat anugerah kekayaan hati dan kemudahan dalam menggapai impian.
4. Membaca Ama "Ya Fattah Ya Razzaq"
Mengutip buku 13 Hal pada Istri yang Baik Suami Tetap Setia karya Amrin Ra'uf, terdapat anjuran untuk mengamalkan asma berikut usai Sholat Dhuha sebanyak 113 kali:
يَا فَتَّاحُ ، يَا رَزَّاقُ
Yaa Fattāh, Yaa Razzāq.
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Membuka jalan kebaikan, Wahai Dzat Yang Maha Melimpahkan Rezeki."
Fadilah atau keutamaan daripada melafalkan asma ini adalah sebagai bentuk keyakinan bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Pemberi. Satu-satunya yang akan memberikan rezeki, serta membuka berbagai pintu kebaikan dan kemudahan hidup.
5. Membaca Surah Al-Waqi'ah
Untuk menyempurnakan dzikir yang telah dibaca, hendaklah membaca Surah Al-Waqi'ah sebanyak satu kali. Surah ini memiliki manfaat besar sebagai pengundang keberkahan hidup dan pelindung dari kefakiran.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Masih dalam sumber buku yang sama, Amrin Ra'uf menjelaskan doa setelah Sholat Dhuha yang bisa dibaca sebagai penutup daripada bacaan dzikir. Adapun bacaan doanya sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allāhumma innadh dhuhā'a dhuhā'uka, wal bahā'a bahā'uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allāhumma in kāna rizqī fissamā'i fa anzilhu, wa in kāna fil ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu'asiran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba'īdan fa qarribhu bihaqqi dhuhā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika ātinī mā ātaita 'ibādakash shālihīn.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kemampuan adalah kemampuan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jikalau rezekiku berada di langit maka turunkanlah, bila di dalam bumi maka keluarkanlah, bila sukar maka permudahkanlah, bila haram maka sucikanlah, bila jauh maka dekatkanlah. Melalui kemuliaan dhuha-Mu, keagungan-Mu, keelokan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, anugerahkanlah kepadaku kenikmatan sebagaimana yang Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
(lus/lus)
