Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi meluncurkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat transparansi informasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Masyarakat kini bisa mengakses berbagai data seputar haji secara real-time melalui tautan https://dashboard.haji.go.id.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, mengatakan dashboard ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola haji yang terbuka, informatif, dan mudah dijangkau oleh siapa saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dashboard ini kami hadirkan agar masyarakat, keluarga jemaah, media, dan pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji secara lebih mudah. Informasi yang tersaji diharapkan membantu publik mendapatkan gambaran layanan haji secara cepat dan terintegrasi," ujar Hasan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Lalu, apa saja yang bisa dipantau lewat dashboard tersebut?
Dalam sistem ini, tersedia berbagai fitur informatif, mulai dari statistik haji, masa praoperasional, hingga operasional haji 1447 H. Data yang ditampilkan cukup detail, di antaranya:
- Informasi jemaah reguler.
- Data jemaah lansia dan pengguna kursi roda.
- Pencarian data jemaah.
- Detail akomodasi.
- Laporan jemaah wafat dan jemaah yang sedang dirawat.
- Jadwal penerbangan, keberangkatan, serta kedatangan jemaah.
- Peta terintegrasi fasilitas layanan jemaah.
Menurut Hasan, penyediaan dashboard ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis data. Dengan sistem informasi yang terbuka, pengawasan terhadap layanan jemaah bisa dilakukan lebih luas, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan nanti.
"Prinsipnya, Kemenhaj ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan transparan, tertib, dan akuntabel. Setiap perkembangan layanan terus kami kawal, dan dashboard ini menjadi salah satu kanal informasi resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat," tambahnya.
Hasan menekankan, penguatan sistem informasi sangat krusial mengingat skala penyelenggaraan haji yang melibatkan jemaah dalam jumlah besar, lintas wilayah, serta titik layanan yang tersebar baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi. Integrasi data disebut menjadi kunci agar pelayanan kepada jemaah lebih responsif dan terukur.
Kemenhaj pun mengajak masyarakat untuk menjadikan dashboard tersebut sebagai rujukan utama informasi resmi terkait haji 1447 H/2026 M. Melalui keterbukaan ini, diharapkan layanan haji semakin dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada perlindungan jemaah.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin